jump to navigation

Mengapa Ali? Rabu, 17 Desember, 2008

Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt.
trackback

terjemah-nahjul-balaghah-ii

Jika seseorang bertanya, “Apakah Syi’ah itu?’, maka para pembenci Syi’ah dan Ahlul Bayt Nabi akan menjawab, “Paham yang terlalu mengagung-agungkan Ali!”

Tentu saja ini definisi yang aneh, karena pasti orang-orang Syi’ah akan balik bertanya, “Apakah sikap-sikap dan ucapan-ucapan Nabi Saw terhadap Ali yang sedemikian mengutamakan Ali itu adalah bentuk pengagungan Nabi Saw yang berlebihan terhadap Ali?

Apakah Nabi Saw terlalu mengagungkan Ali karena Nabi Saw menyatakan bahwa Ali-lah orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan Allah dan Rasul-Nya pun mencintainya pada peristiwa penyerahan panji-panji perang Khaibar? 1]

Apakah Nabi Saw terlalu mengagungkan Ali karena pada Hari Persaudaraan *] Nabi Saw mempersaudarakan dirinya dengan Ali dan bersabda kepada Ali, “Engkau adalah saudaraku di dunia dan di akhirat!” 2]

Apakah Nabi Saw terlalu mengagungkan Ali karena Nabi Saw menikahkan putri yang paling disayanginya, Fathimah al-Zahra kepada Ali bin Abi Thalib as?

Apakah Nabi Saw terlalu mengagungkan Ali karena Nabi Saw memasukkan Ali sebagai Ahlul Bayt-nya? 4]

Apakah Nabi Saw terlalu mengagungkan Ali karena Nabi Saw juga mengajak Ali di dalam mubahalah menghadapi kaum Nasrani? 5]

Atau, apakah Allah Swt sendiri terlalu mengagung-agungkan Ali dengan memujinya sebagai salah seorang al-Abrar, orang-orang yang berbuat kebajikan di dalam surat al-Insan (76) dari ayat 5 – 22? 6]

Ali bin Abi Thalib adalah pribadi yang dikenal sebagai ahli tempur. Berapa banyak peperangan dan duel yang dimenangkan oleh Ali. Di Badar, Ali-lah pahlawan yang menewaskan keluarga Bani Umayyah yang kafir. Di Khaibar, Ali-lah yang berhasil menjebol benteng pertahanan kaum Yahudi yang ingkar. Di dalam sebuah riwayat, ketika perang Jamal sedang berkecamuk Aisyah binti Abu Bakar memperingatkan Zubayr untuk tidak berhadapan langsung (perang tanding) dengan Ali. Aisyah berkata, “Setiap orang yang berhadapan (duel) dengan Ali pasti kalah atau tewas!”

Peristiwa Perang Khandaq juga mencatat kepahlawanan Ali bin Abi Thalib ketika Ali berhasil menewaskan musuh Islam yang ditakuti oleh para sahabat.

Ali bin Abi Thalib juga dikenal sebagai tokoh yang terkenal zuhud. Hidupnya sangat sederhana. Ketika seorang sahabatnya menemuinya di pasar, Ali sedang membeli pakaian seharga 30 dirham, Ali memberikan kepada budaknya, Qambar, sementara Ali sendiri membeli baju yang seharga 25 dirham. Banyak sekali riwayat tentang kezuhudannya. Dan tak bisa dipungkiri bahwa Ali pula yang banyak menjadi sumber pemikiran kaum Sufi.

Ali bin Abi Thalib juga sangat dikenal karena kedalaman pengetahuannya. Dalam banyak riwayat, Umar sering berkata, “Celaka Umar kalau tidak ada Ali!” Ungkapan ini sering dilontarkan Umar ketika Umar tidak dapat menyelesaikan beberapa persoalan agama, dan Ali-lah yang membantu menyelesaikannya.

Sebuah hadis masyhur kiranya cukup menjadi tolok ukur kehebatan ilmu Ali. Nabi saw bersabda, “Aku adalah kota ilmu dan Ali adalah pintu gerbangnya.”

Kitab Nahjul Balaghah yang berisi kumpulan khotbah, surat-surat dan hikmah-hikmah Ali bin Abi Thalib adalah satu-satunya kitab yang merepresentasikan betapa dahsyat ketaqwaan dan kejeniusan Ali bin Abi Thalib.

Dan kemarin, 18 Dzulhijjah, bertepatan dengan 16 Desember 2008, adalah Hari Raya al-Ghadir, Hari Kesempurnaan Islam dengan ditunjuknya Ali bin Abi Thalib sebagai penerus kepemimpinan setelah Rasul Saw.

Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Quran Surah al-Maidah [5] ayat 3)

Selamat Hari Raya Iedul Ghadir!

Catatan Kaki :

1. Hadis Shahih Muslim dll.

2. Hadis riawayat al-Hakim dalam Mustadrak al-Hakim Juz 3, hlm. 14. Shahih menurut persyaratan Bukhari Muslim, tetapi Bukhari Muslim tidak meriwayatkannya. [?]

4. Hadis Shahih Muslim, Bab Keutamaan Para Sahabat, Bab Keutamaan Ahlul Bayt Juz 2, hlm. 368, cet. ‘Isa al-Halaby atau Juz 15, hlm. 194, Cet. Mesir dengan komentar (syarh) dari Al-Nawawi.

5. Hadis Shahih Muslim, Bab Keutamaan Ali bin Abi Thalib, Juz 2, hlm. 360, cet. ‘Isa al-Halaby, atau Juz 15, hlm. 176, Cet. Mesir dengan komentar (syarh) dari Al-Nawawi.

6. Baca Tafsir Al-Jami’ al-Ahkam atau Tafsir al-Qurthuby Juz 19, hlm. 130,

– Tafsir al-Kasyaf li Zamakhsyari Juz 4, hlm. 670

– Ruh al-Ma’ani li al-Alusi, Juz 29, hlm. 157

– Asad al-Ghabah li Ibni Atsir al-Jaziry, Juz 5, hlm. 530-531.

– Tafsir Fakhr al-Razi Juz 13, hlm. 243

– Fathul Qadir li al-Syaukani Juz 5, hlm. 349.

Iklan

Komentar»

1. arie kariana - Rabu, 17 Desember, 2008

alhamdulillah, tulisan yang sangat penting.
bagi saya pribadi “mengapa ‘ali?” sama dengan “mengapa muhammad saaw?”

2. radhi - Rabu, 17 Desember, 2008

Bahkan bila lautan menjadi tinta, Pepohonan menjadi pena tiada ada yang mampu mengungkapkan Keutamaan Beliau As, yang berulang kali disanjung Rasulullah Saww sebagai Anfusanna..

dalam Diri Beliau Terangkum semua Keutamaan dan Kemuliaan Nabi Saww kecuali kenabian..

Lisan begitu sulit menggambarkan Kemuliaan Beliau As. Apatah lagi lisan ini mampu menyibak Kemuliaan Baginda Suci Saww yang tiada terukur kedalamannya, Ketinggian Ilmu dan Keutamaan RisalahNya..

Salam atas Penghulu Para Nabi
Salam atas Pribadi Maha Agung
Salam atas Penghulu Para Washi
Salam atas akhunnabi..

Selamat Eid Al Ghadir tuk antum ..

3. Quito Riantori - Kamis, 18 Desember, 2008

@radhi
Selamat Ied al-Ghadir juga tuk antum…

4. kutne - Jumat, 2 Januari, 2009

1. qola rasulallah : “man kuntu maula fa aliyun maula”

sabda nabi :”barang siapa yang aku pemimpinnya, maka ali lah pemimpinnya”

bohong orang yang mengaku ikut nabi saw kalau tidak lewat amirul mukminin ali ibn abithalib as.

2. ana madinatul ilmi wa aliyun ba buha.
aku kota ilmu, ali lah pintunya…….. tau gak maksudnya apa???
menurut ana……

sama seperti kita, kita kalau bicara di depan 2 orang atau lebih mungkin pasti pengertian yang menangkap pembicaraan kita pasti beda beda…….

zaman nabi juga begitu…….nabi bicara, yang tahu maksudnya apa…itu cuma ali as. yang lain gak ngerti. makanya nabi bilang kalau mau nanya apa apa, tanya sama ali as. karena kalau nanya yang lain bisa bener, bisa ngaco. yang pasti bener cuma ali as. sayang….banyak yang sok tau, makanya islam jadi acak acakan kayak sekarang.

understood????


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: