jump to navigation

Sekali Lagi Ali Kamis, 18 Desember, 2008

Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt, Artikel.
trackback

ali5

Jika anda membaca sejarah orang-orang besar, maka yang akan anda temui adalah betapa banyak ujian hidup yang dihadapinya. Makin besar jiwa seseorang makin besar pula ujian yang akan dihadapinya.

Orang-orang besar adalah orang-orang yang diuji dengan ujian hidup yang tingkat kesulitannya sedemikian tinggi. Makin besar kepribadiannya makin rumit pula ujian yang dihadapinya. Sebaliknya, orang-orang kecil hanya akan menghadapi masalah-masalah kecil dan tingkat kerumitannya pun rendah.

Dan Ali bin Abi Thalib adalah orang besar. Selain Rasulullah Saw, kebesarannya dan keagungan Ali sulit dicari bandingannya. Itulah sebabnya Rasulullah Saw bersabda, “Ali dariku dan aku dari Ali – ‘aliy minniy wa anaa min ‘aliy.” 1]

Jika anda membaca sejarah Nabi Muhammad Saw maka hampir keseluruhan hidup beliau adalah ujian demi ujian. Lihat dan perhatikan saja awal hidup beliau, ketika Muhammad kecil dilahirkan, dia sudah tidak memiliki ayah. Ayahnya wafat ketika dia masih berada dalam kandungan ibunya. Dan sejak itu ujian-ujian berat terus berdatangan datang tanpa henti, seakan-akan tak memberinya sedikit pun ruang untuk menghela nafas walau sejenak.

Ketika Nabi Saw dalam keadaan sakit parah pun ujian justru datang dari para pengikutnya. Ketika beliau meminta secarik kertas dan tinta, bukan ketaatan yang didapatkannya malah ucapan kasar yang menyakitkan. 2] “Nabi sedang meracau” kata salah seorang sahabat besar.

Masih dalam keadaan sakit parah, Nabi Saw meminta para sahabatnya untuk pergi berperang dengan Usamah bin Zaid sebagai panglimanya, namun tak seorang pun dari sahabat-sahabat besarnya sigap mematuhi perintahnya. Bahkan diriwayatkan saking kesalnya Nabi Saw mengutuk mereka. 3] Apakah Nabi Saw juga sedang meracau? Oh betapa menyakitkan!

Nabi Muhammad bukan sekadar orang besar, dia adalah Nabi besar yang dipilih oleh Tuhan Yang Maha Besar. Perhatikanlah sejarah orang-orang besar! Setiap gerak dan helaan nafasnya seolah disertai dengan cobaan-cobaan besar.

Bahkan ketika jasad yang paling dicintai Allah Swt ini masih tergeletak tanpa nyawa di rumahnya, sahabat-sahabat besarnya justru meninggalkannya untuk membicarakan hal yang lebih penting di Saqifah [?]. Benarkah selama ini mereka mencintai Nabi? Sedemikian cepatkah kesedihan terhapus oleh hasrat kekuasaan! Atau benar adakah kesedihan itu?

Tidak seorang sahabat besar pun yang berada di sisi jasad mulia ini kecuali Ali dan sahabat-sahabatnya.

Ali…Ya…sekali lagi Ali…Ali bin Abi Thalib, tidak salah kalau Nabi Saw pernah bersabda, “Ali dariku dan aku dari Ali.”

Ketika Imam Ali baru saja selesai menguburkan kekasihnya, Muhammad Saw, seseorang datang mengabarkan kepadanya bahwa Abu Bakar telah dibai’at di Saqifah. Imam Ali menancapkan ujung sekop ke tanah sembari tetap memegangnya, lalu membaca ayat Quran:

Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput (dari azab) Kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu.” 3]

Catatan Kaki :

1. Sunan Ibn Mâjah Juz 1, hlm. 44, hadis no. 119

– Shahih Tirmidzi Juz 5, hlm. 300, hadis no. 3803

– Khashaish Amirul Mu’minin li al-Nasâiy hlm. 20

2. Baca hadis Tragedi Hari Kamis

3. Quran Surah al-Ankabut [29] ayat 1-4. Sejarah Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib karya Syaikh al-Mufid, Penerbit Lentera.

Iklan

Komentar»

1. GANDUNG - Kamis, 18 Desember, 2008

Ya Allah, Engkau maha tahu, maka saksikanlah bahwa aku termasuk orang yang berwilayah kepada nya.. !! dan semoga aku termasuk dalam penumpang bahtera keselamatan.

2. Quito Riantori - Kamis, 18 Desember, 2008

Amiin…

3. Frodo - Senin, 22 Desember, 2008

Yaa Allah berikanlah orang2 ini syafaatnya dan syafaat istrinya, syafaat nabinya, serta syafaat anak2 al-murtadha dan imam keturunannya…

4. Quito Riantori - Selasa, 23 Desember, 2008

Amiiin…

5. Film Kartun Perang Karbala - Rabu, 24 Desember, 2008

Ass, bagi yang ingin menyaksikan film kartun ttg perjalanan Imam Husein (as) dan rombongannya menuju ke Karbala, sehingga beliau syahid di Karbala. Film ini sangat bagus utk anak2:
http://ifadah2.multiply.com

6. jafarhabsyi - Rabu, 28 Januari, 2009

nice note,, 😀
may allah bless you,, allahummasholli ala muhammad wa aali muhammad,,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: