jump to navigation

Ip Man, Hamas dan Harga Diri Senin, 12 Januari, 2009

Posted by Quito Riantori in All About Al-Quds, Apa Kabar Indonesia?.
trackback

ip_manIp Man atau Yip Man adalah seorang Master Kung Fu atau lebih tepatnya Master Wing Cun yang sangat hebat. Kehebatannya bukan saja terletak pada keahliannya dalam ilmu bela diri, tetapi juga pada pribadinya yang kuat.

Pribadi yang kuat bukan selalu merasa superior atas mereka yang lemah. Di dalam film yang menceritakan kisah sang master, yang juga guru kung fu Bruce Lee ini, diceritakan bahwa Yip Man yang dalam bahasa tradisional Cina dipanggil Ye Wen sangat menghormati isterinya.

Dikisahkan di dalam film yang berjudul Ip Man ini, salah seorang jago kung fu, Jin Shan Zhao datang ke rumah Ye Wen untuk menantang duel satu lawan satu. Ye Wen menolak tantangan tersebut. Jin Shan Zhao yang kecewa dan marah karena penolakan tersebut lalu memancing kemarahan Ye Wen dengan mengatakan ternyata Ye Wen takut pada isterinya.

Ip Man atau Ye Wen menjawab bahwa dia bukan takut pada isterinya, tetapi dia menghormati isterinya.

Ketika Jepang menjajah daratan Cina termasuk daerah Foshan, di mana Ye Wen tinggal bersama isteri dan anaknya, Ye Wen juga turut mengalami penderitaan bersama warga Foshan lainnya.

Salah satu scene yang paling menarik, menurut saya, adalah ketika Ye Wen berhasil melumpuhkan 10 orang Jepang dengan sangat cepat, sehingga Master Karate dari Jepang yang merangkap sebagai pimpinan penjajah Jepang, merasa kagum dan bertanya kepada Ye Wen, “Siapa nama kamu?”

Ye Wen menjawab, “Saya orang Cina!”

Jawaban ini tentu saja sangat mengejutkan saya, dan saya menjadi kagum kepada pribadi Ye Wen dalam film ini. Inilah harga diri! Seharusnya setiap manusia punya kebanggaan semacam ini, dan harga diri inilah yang dimiliki Hamas di Gaza saat ini.

meshal

Ketika pemimpin-pemimpin Arab, terutama Mesir yang sudah menjadi bebek-bebek Zionis Israel dan AS, namun alhamduliullah Hamas justru memperlihatkan bahwa mereka adalah bangsa yang memiliki harga diri atau mungkin lebih tepatnya al-isti’la’ al-iman, rasa bangga akan iman. Begitu yang pernah dikatakan Sayyid Quthub di dalam salah satu bukunya.

Saya sangat prihatin atas negeri ini yang masih banyak dikuasai manusia bermental jajahan, yaitu mereka yang takut merdeka, mereka yang takut dengan kebebasan, karena mereka lebih senang menetek pada bangsa-bangsa imperialis, bahkan senang menjadi jongos-jongos AS dan Zionis Israel.

Beberapa waktu yang lalu saya menonton sebuah acara pada sebuah tv swasta, di mana seorang KURTUBI memrotes kebijakan-kebijakan kontrak MIGAS yang disetujui oleh pemerintah dan DPR, yang ternyata isi kontraknya masih sangat merugikan bangsa Indonesia. Saya salut pada nasionalisme KURTUBI sekaligus muak dengan orang-orang yang menyembunyikan kelicikan mereka di balik kata-kata serba berbunga.

Akhirnya saya tetap bersyukur, karena ternyata masih ada bangsa-bangsa yang memiliki harga diri seperti Venezuela, Iran dan Palestina dengan Hamas-nya dan alhamdulillah ternyata masih ada juga manusia-manusia Indonesia yang berjiwa merdeka, yang benci kapada segala bentuk penjajahan dan kezaliman. Merekalah orang-orang yang mesti kita hormati, bukan orang-orang yang bermental budak dan para penghisap darah rakyat!

Mereka (orang-orang munafik) berkata: “Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah , benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari padanya.” Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mu’min, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.”

(QS Al-Munafiqun [63] ayat VIII)

Maha benar segala firman-Nya!

mubarak-olmert

Iklan

Komentar»

1. FRS - Senin, 12 Januari, 2009

Saya yang kebetulan sampai saat ini masih bekerja di salah satu perusahaan minyak asing (AS) di Indonesia menyaksikan sendiri bagaimana trik-trik Amerika mendapatkan keuntungan sebesar2nya dlm waktu sesingkat-singkatnya dengan cara menjual jasa maupun barang dengan harga yang mahal untuk digunakan di lapangan minyak Indonesia walaupun sebenarnya tidak ada nilai tambahnya. BP MIGAS yg hrsnya bertanggung jawab memonitor tdk ada fungsinya sama sekali, mungkin karena kalah cerdas atau sudah disogok. Dalam kasus ini negara dirugikan puluhan juta US dollar, mudah2an banyak orang yg mensupport Kurtubi shg pemerintah kita tergugah utk melakukan reformasi yg berani.

Quito Riantori - Selasa, 13 Januari, 2009

@FRS
Iya, kita wajib bersama-sama mendukung Kurtubi dan orang-orang seperti dia.

Bustanul Iman - Kamis, 2 September, 2010

.. kondisi seperti ini jg yg coba dijaga mereka sehingga mereka melarang keras Bangsa Iran untuk ahli dibidang pemanfaatan energi nuklir untuk kemanusiaan menggantikan energi fosil … otak culas memang … tp mayoritas kita jg mau diculasin kecuali bangsa Iran dan sejenisnya ..

2. amuli - Kamis, 15 Januari, 2009

Saya ingat akan kata-kata Imam Husain bahwa agama manusia itu hanya di lidah saja. Ah, semoga kita dijauhkan dari keberagamaan yang hanya ingin enaknya saja.
Alangkah susahnya menjadi orang merdeka dan punya harga diri bahwa ‘inilah aku’ [yang didasari iman] ketika kezaliman menggerusnya.

3. Quito Riantori - Jumat, 16 Januari, 2009

Shadaqta anta ya akhiy…Allahumma shally ‘ala Muhammad wa aali Muhammad…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: