jump to navigation

Makhluk Apakah Syi’ah Itu? (Bag. II) Selasa, 27 Januari, 2009

Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt.
trackback

husayn

I. Rasulullah Saw bersabda kepada Ali as: “Pada Hari Kiamat, engkau akan datang bersama syi’ahmu dalam keadaan meridhai dan diridhai Allah, sebaliknya, musuh-musuhmu akan datang dalam keadaan dimurkai (ghadliban) dan dihinakan (muqhimîn).”Hadis ini tercatat di dalam kitab-kitab di bawah ini yang disusun oleh ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah :
1. Al-Nazhm Durar Al-Samthîn li al-Zarandy al-Hanafy, hal. 92, al-Qadha fi al-Najf.
2. Yanabi’ al-Mawaddah li al-Qanduzy al-Hanafy, hlm. 301, Cet. Islamabul dan hlm. 362, Cet. Al-Haydariyyah.
3.  Al-Fushul al-Muhimmah li Ibn Shabâgh al-Maliki, hlm. 107, Cet. Al-Haydariyyah.
4.  Al-Shawaiq al-Muhriqah, Ibn Hajar al-Asqalany al-Syafi’y, hlm.159, Cet.
al-Muhammadiyah, Mesir dan hlm.96, Cet. al-Maimaniyah, Mesir.
5.  Kanz al-‘Ummal li Muttaqi al-Hind,  Jil. 15, hlm. 137, hadis no. 398, Cet. Ke-II, Haydarabad.
6. Majmu’ al-Zawaid li Al-Haytsamy al-Syafi’y, Jil. 2, hlm. 131, Cet. Beirut.
7. Nur al-Abshar li al-Syablanji hlm. 101, Cet. Utsmaniyyah.

II. Rasul saww bersabda kepada Ali as: “Ridhakah engkau bahwa engkau bersamaku di surga, juga Hasan dan Husain dan di belakang (kita) keturunan kita dan istri-istri kita, dan di belakang kita keturunan kita dan syiah (pengikut setia) di kanan kiri.”

Hadis ini juga tercatat di dalam kitab-kitab di bawah ini yang sebagian besar disusun oleh ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah :
1. Al-Shawaiq al-Muhriqah li Ibn Hajar al-Asqalany, hlm. 159, Cet. Al- Muhammadiyah, Mesir dan hlm. 96 Cet. al-Maimaniyah, Mesir.
2. Yanabi’ al-Mawaddah li al-Qanduzy al-Hanafy, hlm. 301, Cet. Islamabul dan hlm. 361, Cet. Al-Haydariyyah.
3. Faraid al-Samthin, Jil. 2, hlm. 43, hadits no. 375.

III. Sambil memberi isyarat kepada ‘Ali bin Abi Thalib as, Rasulullah Saw bersabda: “Demi yang jiwaku berada pada tangan-Nya, sesungguhnya ini (Ali) dan syi’ah (pengikut setia)-nya,  sungguh mereka itulah al-Faizûn, orang-orang yang memperoleh kemenangan dan keberuntungan pada Hari Kiamat.”

Hadis ini dapat dilihat pada kitab-kitab Ahlus Sunnah di bawah ini :
1. Tarjamah al-Imam Ali bin Abi Thalib min Tarikh Damsyiq li Ibn ‘Asakir al-Syafi’y, Jil.2 , hal. 442, hadis no. 951; hlm. 348, hadits no. 849 dan 851, Cet. Beirut.
2. Al-Managib li al-Khawarizimy al-Hanafy hlm. 62, Cet. al-Haydariyah, Mesir.
3.  Syawahid at-Tanzil li Haskany al-Hanafy, Jil. 2, hlm. 362, hadits no. 1139, Cet. Beirut.

4.  Kifayah al-Thalib li al-Kanji al-Syafi’y, hal.245, 313, 314, Cet. al-Haydariyah dan hal.118 dan 175, Cet, al-Ghari.
5.  Kunûz al-Haqaiq li al-Manawi al-Syafi’y, hal.83,  Cet. al-Hind.
6. Al-Durr al-Mantsur li al-Suyuthi asy-Syafi’y, Jil. 6, hal. 379, Cet. Mesir.
7.  Tadzkirah al-Khawâsh li al-Sabth bin al-Jauzi al-Hanafi, hal. 54, Cet. al-Haidariyah.
8. Faraid as-Samthin,  Jil. 1, hlm. 156.

IV. Rasulullah Saw bersabda : “Wahai Ali! Sesungguhnya Allah benar-benar telah mengampunimu, keturunanmu, anak-anakmu, keluargamu, syiahmu dan orang-orang yang mencintai syiahmu.”

Hadis ini dapat dilihat pada kitab-kitab Sunni di bawah ini :
1. Al-Shawaiq al-Muhriqah li Ibni Hajar al-Syafi’y, hlm. 96, 139, 140, Cet. al-Maimaniyah, Mesir dan hlm. 159, 130, 233, Cet. Al-Muhammadiyyah, Mesir.
2. Yanabi’ al-Mawaddah li al-Qanduzy al-Hanafy, hlm. 270, 301, Cet. Islamabul dan hlm. 361, Cet. al-Haydariyah.
3. Al-Nihayah li Ibni Atsir, Jil. 3, hlm. 276, Cet. Al-Khayriyyah, Mesir.
4. Faraid al-Samthin,  Jil. 1, hlm. 308, hadits ke 247.

V. Rasulullah Saw bersabda : “Wahai Ali, sesungguhnya engkau akan menghadap Allah bersama syiah (pengikut setia) mu dalam keadaan diridhai dan sebaliknya musuh-musuhmu akan menghadap (Allah) dalam keadaan dimurkai (ghadâban) dan dihinakan (muqhimin).”

Hadis ini dapat Anda dapati di dalam kitab-kitab yang disusun oleh ulama Sunni di bawah ini :
1. Nur al-Abshar li Al-Syablanji Al-Syafi’y hlm. 73, Cet. Al-Utsmaniyyah, Mesir.
2. Al-Shawaiq al-Muhriqah li Ibni Hajar al-Syafi’y, hlm. 152, Cet. Al-Muhammadiyyah, Mesir dan hlm. 92, Cet. al-Maimaniyah, Mesir.
3. Yanabi’ al-Mawaddah li al-Qanduzy al-Hanafy, hlm. 299, Cet. Islamabul dan hlm. 359, Cet. Al-Haydariyyah.

VI. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman : Ulâika hum khairul bariyyah : “Mereka itulah sebaik-baik makhluk.” (QS Al-Bayyinah [98] ayat 7)
Rasulullah saww bersabda (menjelaskan ayat di atas) kepada Imam Ali as: “Wahai Ali! Mereka itu (khairul bariyyah) adalah engkau dan syi’ahmu.”

Hadis di atas ini tercatat di dalam kitab-kitab yang disusun oleh ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah :
1. Syawahid al-Tanzil li Al-Hakim al-Haskany al-Hanafy, Juz. 2, hlm.356-366, hadis no. 1125, 1126, 1127, 1128, 1129-1135, 1137, 1139-1148.
2. Kifayah al-Thalib li Al-Kanji asy-Syafi’iy, hlm. 244- 246, Cet.al-Haidariyah, hlm.118-119, Cet. Al-Ghari.
3. Al-Manaqib li Al-Khawarizimy al-Hanafy, hlm. 62 dan 187.
4. Al-Fushul al-Muhimmah li Ibni Shabagh al-Maliky, hlm. 107.
5. Nazhm Durur al-Samthin li al-Zarandy al-Hanafy, , hlm. 92.
6. Tarjamah al-Imam Ali bin Abi Thalib dari Tarikh Damsyiq li Ibni ‘Asaakir al-Syafi’y, Juz. 2, hlm. 442, hadits no. 951.
7. Yanabi’ al-Mawaddah li Al-Qanduzy al-Hanafy, hlm. 62, 74, 270, Cet. Islambul, dan hlm. 71, 84, 361-362, Cet. Al-Haidariyah.

8. Nur al-Abshar li Al-Syablanji, hlm. 71 dan 102, cet. as-Sai’diyah dan hal.71, 101 cet. Utsmaniyah, Mesir.
9. Al-Shawaiq al-Muhriqah li Ibni Hajar Al-Asqalani al-Syafi’y, hlm. 96, Cet. Al-Maimaniyah, Mesir dan hlm. 159, Cet. Al-Muhammadiyah.
10. Al-Durr al-Mantsur li Al-Suyuthi, Juz. 4, hlm. 379.
11. Tafsir Al-Thabari, Juz 30, hlm. 146, Cet. al-Maimaniyah, Mesir.
12. Tadzkirah al-Khawash li Al-Sabth bin al-Jauzy alHanafy, hlm. 81.
13. Tafsir Fath al-Qadir li Al-Syaukany, Juz. 5, hlm. 477.
14. Tafsir Ruh al-Ma’any li Al-Aluusi, Juz. 30, hlm. 207.
15. Ihqaq al-Haq li Al-Tastariy, Juz. 3, hlm. 287.
16. Al-Ghadir li Allamah Al-Amini, Jil. 2, hlm. 57.
17. Fadhail al-Khamsah li Sayyid Fairuz Abadi, Jil. 1, hlm. 278.
18. Faraid as-Samthin, Jil. 1, hlm. 156.
19. Ghayah al-Maram, bab 28 hal.328.

Iklan

Komentar»

1. Joko - Jumat, 20 Maret, 2009

Sunni – Syah, apalah artinya, sesungguhnya, dan sesungguhnya, Ibrahim itu bukan orang Yahudi, dan bukan pula seorang nasrani tetapi ia adalah orang orang berserah diri kepada Agama ALLAH, Siapa Agama Allah itu ? “Sesungguhnya Agama Yang diredhai di sisi Allah Hanyalah Islam, Tidak akan…….” Jadi saudara-saudara saya yang seakidah, yang mengambil sari pati dari sumber yang sama mengapa harus di bedakan, kita telah bernaung dibawah kalimat ALLAH, masih mempersoalkan masalah itu, jangan sampai kita terjebak dengan kejadian pada ummat ISA “Bagaimana kamu akan menjadi kafir sedangkan Nabimu hidup bersama kamu” Marilah kaum muslim ? Islam kita rapatkan barisan untuk mencapai tujuan dari pada perjanjian antara Allah dan Penciptaan awal manusia. Disini saya pingin melihat saudar-saudar saya Seiman dibawah Naungan Kalimat Tauhid “LA ILA HA ILALLAH” itu menjadi umat yang solid yang tidak terhasut oleh gelombang nafsu masing-masing diri atawa golongan, dunia semakin tua dan usia kitapun semakin habis, apa yang dapat kita lakukan didalam akhir dari kehidupan ini untuk menjeput kehidupan yang baru, yg mana tiada satu manusiapun yang mengetahuinya, Allah Berfirman “Hal yang kita ketahui bisa kita debati namun hal yang belum pasti apalagi tahu persia jangan coba-coba didebati, Karena Allah Mengetahui sedangkan Kita ….Walahu alam, sesungguhnya kita hanya mengikuti hawa nafsu kita masing-masing, di sisi lain Apakah Siah Yang benar ? disatu disisi mengatakan Suni yang benar, Baginda Rasulullah Muhammad dan Sayidina Ali Bukanlah orang lain mengapa kita yang menjadi ribut hanya sebagai pengikutnya ? “Sesungguhnya mereka adalah Satu Keturunan dari Ketrunan Yang Lain” Jika kita ummat ISLAM hanya berdebat dan berdebat tentang hal belum tentu kita ketahui, ini malah memberi angin segar kepada “Nafsu-Nafsu yang semakin mengerogoti Umat Iskam itu Sendiri, “ISLAM IS THE BEST FOR MY LIFE”
Wassalam Buat Semua UMMATI-UMMATI- MUHAMMAD dimana saja berada Semoga KIta bisa bertemu dan berkumpul lagi pada akhir zaman, Sesuai dengan janjinya ALLAH AMIN YA RABBAL ALAMIN

2. Andre Saghari - Minggu, 4 April, 2010

mas, joko.
yang mempermasalahkan sekarang ini adalah saudara2 kita dari ahlussunah wal jamaah,
yang banyak sekali mengkafirkan saudara2 mereka dari mazhab syiah,
sementara syiah sendiri tidak pernah mengkafirkan ahlussunah wal jamaah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: