jump to navigation

Apa itu Gosip? Senin, 2 Februari, 2009

Posted by Quito Riantori in Bilik Renungan.
trackback

doubt_galleryposter1

Dengan setting pada 1964, di sebuah lingkungan Katolik di Bronx, seorang pastur yang biasa dipanggil Father Flynn berkhotbah tentang Gosip.

“Seorang wanita bergosip dengan temannya, tentang pria yang tidak ia kenal. Lalu wanita penggosip ini bermimpi. Sebuah tangan besar muncul di hadapannya, lalu menunjuk kepadanya. Karena mimpinya itu ia merasa bersalah. Keesokan harinya ia pergi ke gereja dan melakukan pengakuan dosa (confession) ke seorang pastur yang telah lanjut usia, Father Alrack.

Wanita itu menceritakan apa yang telah dilakukannya dan mimpi yang dialaminya. Lalu ia bertanya kepada sang pastur.

“Apakah bergosip itu dosa? Apakah tangan besar itu tangan Tuhan? Mestikah saya memohon ampun kepada Tuhan, tolonglah Bapak beritahu saya…”

“Ya! Kamu telah mengucapkan kata-kata buruk!” kata Father Alrack

“Ya! Kamu telah berbohong tentang tetanggamu!”

“Kamu telah merusak nama baiknya. Kamu semestinya merasa malu!”

“Maafkan saya…” kata wanita itu merasa menyesal dan mulai memohon ampun.

“Tidak semudah itu,” kata Father Alrack

“Aku ingin kamu pulang. Setiba di rumahmu, bawalah bantal ke atap rumahmu dan robeklah bantal itu dengan pisau. Setelah itu kembalilah kepadaku.”

Wanita itu pun kembali ke rumah dan mengambil bantal dari tempat tidurnya, lalu ia mengambil pisau dan segera naik ke atap rumahnya dengan tangga. Di atap rumahnya, wanita itu mulai merobek-robek bantal.

Setelah melakukan itu semua, wanita itu segara kembali ke sang pastur.

“Apakah kamu sudah merobek bantal itu dengan pisaumu?” tanya Father Alrack

“Sudah, Father…,” kata wanita itu.

“Apa hasilnya?” tanya sang pastur.

“Bulu-bulu yang beterbangan…,” jawab sang wanita.

“Bulu-bulu…” kata wanita itu mengulangi sambil tercenung.

“Bulu-bulu beterbangan kemana-mana, Father…,” sambung wanita itu.

“Sekarang, aku ingin kamu kembali dan mengumpulkan semua bulu-bulu yang diterbangkan angin.” kata Father Alrack.

Wanita itu terperangah.

“Bagaimana mungkin, Father, saya tidak tahu lagi kemana bulu-bulu itu terbang. Angin menerbangkan bulu-bulu itu ke mana-mana …,” jawab sang wanita.

Wanita itu termangu di hadapan sang pastur.

“Itulah GOSIP!” kata Father Alrack

Iklan

Komentar»

1. arie kariana - Selasa, 3 Februari, 2009

wow analogi yang bagus… “ambillah kebijaksanaan walaupun ia dari orang kafir, sebab ia akan meronta2 sampai ia berada dalam dada orang mukmin”, begitu kira2 imam ‘ali as pernah bertutur. seharusnya kita sebagai orang2 yang mengaku muslim dapat lebih memahami bahayanya gosip ya mas. saya tidak mengatakan bahwa tokoh pastur diatas adalah orang kafir, karena bisa jadi memang bukan, mengingat embel2 kafir pun ada penjelasannya dan tidak bisa sembarangan di labelkan pada setiap nonmuslim, namun jelas ia bukan orang muslim, dan marilah kita ambil butir2 kebijaksanaan seperti ini dan masukkan ke dalam pemikiran kita, dan renungkan, sampai kita merasa malu n ngeri untuk melakukan gosip, baik itu fitnah maupun bergunjing, hm… lantas infotaintment2 di televisi itu bagaimana ya…. he he, sebab itu mah atuh sudah bukan seperti merobek bantal berisi bulu, tapi seperti pabrik bantal yang meledak dan kemudian bantal2nya yang beterbangan ke setiap rumah2 itu kemudian di robek2 sendiri oleh pemilik2 rumah itu dari atap rumah masing2 pada saat angin sedang kencang lagi, sudah gitu legal lagi, wah wah mudah2an ada kesadaran bagi pioneer2 perfilman layar lebar indonesia yang memunculkan tema bahaya gosip ya, sebab kelihatannya bagi masyarakat kita film2 sekarang lebih berpengaruh daripada fatwa2nya mui begitu, udah ah curhatannya, oh ya selamat untuk tampilan barunya, lebih seger n keren, salamun’alaykum…

2. Quito Riantori - Selasa, 3 Februari, 2009

Kafir tidak sama dengan Non-Muslim. Saya sangat setuju!

3. Diane Ceria - Jumat, 18 Juli, 2014

Great,,, saya suka,, (Y)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: