jump to navigation

Setan dan Golongan Setan: Siapakah Mereka? Jumat, 13 Februari, 2009

Posted by Quito Riantori in Artikel, Bilik Renungan.
trackback

hizbu-syaithan2

Di dalam bahasa Arab kata setan diambil dari kata : syathana – yashthunu – syathnan, yang memiliki arti : menyalahi atau menjauhkan.

Atau juga bisa diambil dari kata : syathana ‘an : artinya menyimpang jauh. Atau bisa juga diambil dari kata syâthinu yang artinya : yang keji, yang jahat, yang jauh (dari kebenaran) , yang sengit, atau yang bengkok. Kata syaithân sendiri di dalam bahasa Arab berarti : yang membangkang, yang liar, ular dan juga bisa berarti kehausan. 1]

PEMAHAMAN YANG MENYIMPANG

Setan lebih sering digambarkan banyak orang sebagai suatu makhluk yang mengerikan yang berasal dari golongan jin. Pemahaman seperti ini tidaklah salah, namun selalu menggambarkan atau mendefinisikan setan dalam bentuk jin atau dalam bentuk yang tak terlihat oleh mata lahir tentu saja bisa menjadi kesalahan yang cukup fatal.

Coba saja kita lihat ayat Quran berikut ini :

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan manusia (al-insi) dan jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu.” (QS Al-An’aam [6] ayat 112)

Ayat di atas dengan jelas membagi setan menjadi 2 jenis, dari jenis manusia dan jin. Dan kata al-insi atau manusia lebih didahulukan dari al-jin. Bisa jadi bahwa peran setan-manusia lebih dominan ketimbang setan-jin, karena setan manusia lebih NYATA ketimbang setan jin. Keduanya (setan-jin dan setan-manusia) mempunyai sifat utama yang sama : memanipulasi informasi dengan polesan-polesan yang memukau banyak orang demi menipu.

Kita tidak pernah mendengar satu riwayat pun di mana Rasulullah Saw dan para sahabatnya berperang melawan setan-jin, karena musuh yang lebih real atau lebih nyata dari setan-jin adalah setan-manusia. Setan-manusia lah yang langsung berhadapan dengan para Nabi, para Rasul dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan setia.

Jika kita membacakan ayat-ayat Qur’an tertentu, bisa saja setan-jin lari tunggang-langgang, tetapi tidak demikian dengan setan-manusia; kapan pun anda bacakan ayat-ayat Qur’an kepada makhluk ini, maka ia tidak sedikit pun memperlihatkan rasa takut, bahkan ia akan tertawa-terbahak-bahak atau malah ikut membaca ayat-ayat tersebut dengan lebih fasih.

Inilah setan-manusia yang lebih nyata perannya dan sangat dominan pengaruhnya di dalam kehidupan manusia yang kasat mata.

ORANG-ORANG MUNAFIK TERMASUK SETAN MANUSIA

Di dalam ayat Quran Surah al-Baqarah dikatakan :

Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman”. Dan bila mereka kembali kepada setan-setan mereka , mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok.” (QS Al-Baqarah : 14)

Merekalah, orang-orang munafik, para musuh Nabi yang merupakan musuh yang nyata, selain setan-setan jin.

Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh, karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS al-Fathir : 6)

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah ayat 208)

…dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-An’am : 142)

SIAPAKAH ORANG-ORANG YANG BERADA DALAM GOLONGAN (PARTAI) SETAN ITU?

Orang-orang yang gemar berdusta, mengumbar janji palsu, berpura-pura menjadi orang baik atau shalih, mereka itu adalah tawanan setan dan mereka berada dalam golongan atau Partai Setan!

Hari mereka semua dibangkitkan Allah lalu mereka bersumpah kepada-Nya sebagaimana mereka bersumpah (sumpah munafik) kepadamu; dan mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh suatu. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya merekalah orang-orang pendusta. Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan (partai) syaitan itulah golongan (partai) yang merugi.” (QS Al-Mujadilah : 18-19)

SIAPAKAH ORANG-ORANG MUNAFIK ITU?

Di dalam Tafsirnya, Al-Mizan yang monumental ‘Allamah Thabathaba’i, mengatakan bahwa nifaq atau sifat munafik itu adalah menampakkan iman dan menyembunyikan kekafiran. Sebagaimana firman Allah Swt :

Wahai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka:”Kami telah beriman”, padahal hati mereka belum beriman;”

(QS Al-Maaidah : 41)

Kemunafikan dimasukkan ke dalam kategori kufur karena pada hakikatnya perilaku nifaq adalah kekafiran yang terselubung. Orang-orang munafik adalah orang-orang yang pada dasarnya ingkar kepada Allah, Rasul-Nya, dan ajaran-ajaran-Nya. Orang-orang munafik sudah muncul pada masa Nabi saw masih berdakwah di Makkah. 2]

(Bersambung)

______________

Catatan Kaki :

1. Kamus Al-Munawir

2. Thabathaba’I, Al-Mizan 19:334-335

Iklan

Komentar»

1. kuliinternet » botd 14 feb - Selasa, 24 Februari, 2009

[…] Setan dan Golongan Setan: Siapakah Mereka? Di dalam bahasa Arab kata setan diambil dari kata : syathana – yashthunu – syathnan, yang memiliki arti : […] […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: