jump to navigation

Gadis Remaja 12 Tahun Yang Memukau Sidang PBB Rabu, 25 Februari, 2009

Posted by Quito Riantori in Bilik Renungan.
trackback

severn-suzuki-earth-summit-rio-de-janeiro-1992

Ketika Severn Suzuki dan kawan-kawannya mendirikan Environmental Children’s Organization (ECO), usianya baru 9 tahun. ECO adalah sebuah kelompok kecil anak-anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak-anak lain mengenai masalah-masalah lingkungan.

Saat Severn Suzuki berusia 12 tahun, ia mewakili ECO diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan Hidup PBB, berpidato di hadapan para pemimpin dunia terkemuka. Pidatonya mampu membuat hening ruang sidang PBB dan berkesan kuat bagi mereka yang hadir. Mereka semua berdiri dan memberikan tepuk tangan meriah kepada gadis berusia 12 tahun seusai remaja itu berpidato.

Inilah isi pidato tersebut:

Halo, nama saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Environmental Children Organization.

Kami adalah kelompok remaja dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 – 13 tahun. Yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana agar bisa hadir di sini sejauh 6.000 mil demi memberitahukan kepada Anda sekalian orang dewasa bahwa Anda mesti mengubah cara Anda, hari ini da di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada di sini untuk berbicara bagi semua generasi yang akan datang.

Saya berada di sini mewakili anak-anak yang kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena lapisan OZON yang berlubang. Saya merasa takut untuk bernapas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di Vancouver (Kanada) bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatng dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu, tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya kelak.

Apakah Anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika Anda sekalian masih berusia sama seperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita namun begitu kita masih tetap bersikap seolah-olah kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki pemecahannya namun saya ingin Anda sekalian menyadari bahwa Anda sekalian sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon di langit kita.

Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya.

Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.

Dan Anda tidak dapat mengembalikan hutan-Hutan seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika Anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya.

TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini Anda adalah deligasi negara-negara Anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenernya Anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi – dan Anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang gadis remaja, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah gadis remaja namun saya tahu bahwa kita semua menghadapi masalah yang sama dan seharusnya kita bersatu untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun saya takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.

Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu ketika kami di Brazil, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah seorang anak tersebut memberitahukan kepada kami: “Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal serta CINTA dan KASIH SAYANG.”

Jika seorang anak yang berada dijalanan yang tidak memiliki apa pun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran Anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar. Bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio (Brazil); saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang Timur Tengah atau pengemis di India .

Saya hanyalah seorang gadis remaja namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk PERANG dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indahnya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, Anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan kepada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain. Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan. Tidak menyakiti makhluk hidup lain, berbagi dan tidak tamak…

Lalu mengapa Anda kemudian melakukan hal yang Anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa Anda menghadiri Konferensi ini. Mengapa Anda melakukan hal ini – kami adalah anak-anak Anda semua , Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orangtua seharusnya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan “Semuanya akan baik-baik saja.” “Kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan” dan “Ini bukanlah akhir dari segalanya

Tetapi saya tidak merasa bahwa Anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas Anda semua? Ayah saya selalu berkata “Kamu akan selalu dikenang karena PERBUATANMU bukan PERKATAANMU.

Jadi, apa yang Anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami.

Saya menantang Anda, cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

Servern Cullis Suzuki telah membungkam satu ruang penuh sidang Konfrensi PBB, membungkam seluruh pejabat-pejabat penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya. Dan setelah pidatonya selesai, serempak seluruh orang yang hadir di ruangan tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada gadis remaja berusia 12 tahun.

Dan setelah itu Ketua Dewan PBB mengatakan dalam pidatonya:

“Hari ini saya merasa sangat malu terhadap diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya lingkungan dan isinya di sekitar kita oleh seorang gadis remaja berusia 12 tahun yang berdiri di mimbar ini tanpa selembar pun naskah untuk berpidato, sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh assisten saya kemarin… Saya … tidak…kita semua “dikalahkan” oleh gadis remaja berusia 12 tahun.”

severn_book2


______________

Sumber : The Collage Foundation

Iklan

Komentar»

1. agra - Senin, 9 Maret, 2009

yah..moga saja apa yg dikatakan oleh para dewan diPBB itu benar adanya, dan semoga tersadar dan segera mewujudkannya..saya sendiri merasakan bagaimana ia berpidato dengan tanpa naskah, karena ia melihat n merasakan semua yg telah terjadi diDunia ini..

2. nie2ks - Selasa, 10 Maret, 2009

Bener-bener dehhh……. aq sampe nangis baca pidatonya……

3. tiara - Kamis, 2 April, 2009

saya salut sama anak itu. Dia sudah mampu dan berani berbuat di usia segitu. Kalau saya menjadi dia, mungkn saya tdk akn berni bicara selantang itu dan berbuat sebanyak itu. tapi ada satu yg saya kurg setuju, saat dia bilang bahwa Ayahnya selalu berkata “Kamu akan selalu dikenang karena PERBUATANMU bukan PERKATAANMU.” mnurut saya, apapun yg kita lakukan pasti akn diingat oleh org.

4. very - Kamis, 19 November, 2009

Naskah bipatonya..mantap. Dan akan sy copy utk dibagikan ke anak-anak di desa saya..semoga menjadi inspirasi bagi anak-anak madrasah diniyah sirojul fallah di desa Sukatani kecamatan Parakansalak kabupaten Sukabumi. Mereka hidup di bawah kaki gunung salak yang dikelilingi oleh puluhan perusahaan air mineral swasta dan perkebunan bumn..

5. G - Senin, 11 Januari, 2010

Mata saya berkaca-kaca, dan hati saya trenyuh saat membacanya.. Ya Tuhan! Ternyata masih ada kepedulian dari si belia itu….
@ Tiara : Tapi, adalah lebih mulia perbuatan sebagai bukti nyata, bukan perkataan yang berupa konsep atau bualan belaka. Saya kira itu maksudnya….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: