jump to navigation

Kisah Qambar tentang Imam Ali as. Kamis, 19 Maret, 2009

Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt, Artikel.
trackback

imamali_pic5

Imam Ali as mempunyai dua orang budak, Qambar dan Sa’id. Setelah Imam Ali as wafat, Qambar menceritakan bahwa ia sangat jarang mendapat kesempatan untuk melayani majikannya.

Imam Ali as biasa melakukan sendiri pekerjaannya, biasa mencuci pakaiannya sendiri, dan bahkan menisiknya bilamana perlu. Beliau biasa menimba air dari sumur untuk dipakainya sehari-hari.

Beliau memberi makanan yang baik dan pakaian yang pantas, sedang beliau sendiri makan dan berpakaian seperti orang miskin. Jangankan mencambuki atau memukul budaknya, beliau bahkan tidak pernah marah kepada mereka.

Beliau tidak pernah menggunakan tongkat bahkan terhadap kudanya, unta atau keledainya. Hewan-hewan ini nampaknya mengerti akan perasaan dan keinginannya, berlari dan berjalan menurut yang dikehendakinya. Ungkapan yang sering digunakannya terhadap hewan-hewan itu adalah, “ Tenanglah, nak…”

Qambar selanjutnya menceritakan, “Sekali, dan hanya sekali, beliau gusar kepada saya. Hal itu terjadi ketika saya menunjukkan kepada beliau uang yang telah saya simpan. Itu bagian pendapatan yang diberikan Baitul Mal kepada saya, sebagaimana orang-orang lain, serta uang yang telah saya terima dari para anggota keluarganya. Saya tidak segera menggunakannya dan mengumpulkannya. Jumlahnya tidak banyak, hanya seratus dirham. Ketika saya tunjukkan kepadanya semua uang tersebut, beliau nampak cemas dan yang lebih memedihkan hati saya, beliau nampak sangat sedih.

Sepontan saya tanyakan perihal kesedihannya, maka Imam Ali as mengatakan, “Qambar, apabila engkau tidak membutuhkan uang ini, tidakkah ada orang disekitarmu yang memerlukannya? Sebagian dari mereka mungkin sedang kelaparan, sebagian sakit dan lemah. Tidakkah engkau dapat menolong mereka?Saya tak pernah mengira bahwa engkau bisa begitu tak perasa dan kejam, dan dapat mencintai harta demi harta. Qambar, saya khawatir engkau tidak berusaha untuk mendapatkan banyak dari Islam. Berusahalah lebih sungguh-sungguh dan tulus. Bawa keluar uang itu dari rumahku

Akhirnya saya membawa uang itu dan membagi-bagikannya di antara para pengemis di masjid Kufah, “kata Qambar mengakhiri kisahnya tentang majikannya, Imam Ali as.

Iklan

Komentar»

1. hadi - Kamis, 19 Maret, 2009

Alangkah beruntungnya Qanbar mendapat didikan langsung dari Imam Ali as. Kalaulah saja saya layak menjadi hamba kpd Qanbar, sebagai imbalan pengorbanannya terhadap Imam Ali as…semoga Allah meninggikan maqam Qanbar atas segala jasanya kepada Ahlul Bait Nabi saaw yg suci…amin

2. julian - Rabu, 15 Juli, 2009

Sungguh…beliau as adalah seseorang yg sgt mirip sekali dgn Rasulullah saww…

3. soel_noer - Senin, 5 April, 2010

salam kenal para pecinta ahlulbait

open situs ahlulbait as: http://www.alhassanain.com

jangan lupa isi polingnya yah
wassalam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: