jump to navigation

Berilmu Tapi Tidak Diamalkan Senin, 23 Maret, 2009

Posted by Quito Riantori in Bilik Renungan, Khazanah Hikmah Ahlul-Bayt, Mutiara Kearifan.
trackback

candle5

Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan.” (QS Al-Shaff [61] ayat : 2-3)

Mengapa kalian menyuruh orang lain berbuat kebajikan, sedang kalian melupakan diri kalian sendiri, padahal kalian membaca Al-Kitab? Maka tidakkah kalian berpikir?” (QS Al-Baqarah [2] ayat 44)

Rasulullah Saw bersabda : “Kami berlindung kepada Allah dari ilmu yang tiada bermanfaat, yaitu ilmu yang tidak diamalkan dengan ikhlas. Dan ketahuilah! Bahwa ilmu walaupun sedikit membutuhkan amal yang banyak, karena ilmu walaupun sedikit diwajibkan bagi pemiliknya untuk mengamalkannya sepanjang hidupnya.” (Al-Hayah 2: 274; Bihar al-Anwar 2 : 32)

Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa yang bertambah ilmunya tapi tidak bertambah baginya petunjuk, maka tidak bertambah pula baginya sikap zuhudnya kepada dunia, dan tidak bertambah apa pun baginya kecuali jauh dari (rahmat) Allah.” (Al-Hayah 2 : 275; Bihar al-Anwar 2: 37)

Rasulullah Saw bersabda : “Perumpamaan orang yang mengetahui kebaikan tapi tidak mengamalkannya adalah seperti lampu (lilin) yang menerangi orang banyak tapi justru membakar dirinya sendiri.” (Al-Hayah 2 : 278)

Imam Ali as berkata : “Rusaknya ilmu adalah karena meninggalkan amal.” (Ghurar al-Hikam : 136-137)

Imam al-Sajjad berkata : “Tertulis di dalam Injil : …sesungguhnya ilmu yang tidak diamalkan tidak akan menambah (manfaat) apa pun bagi pemiliknya, kecuali kekufuran (kufran), dan tidak menambah apa pun kecuali kejauhan dari (rahmat) Allah.” (Al-Kafi 1 : 44-45)

Imam al-Shadiq as berkata : “Pelajarilah (ilmu) apa pun yang ingin kalian pelajari, namun sekali-kali Allah tidak akan memberikan manfaatnya sampai kalian mengamalkannya…” (Al-Hayah 2 : 275; ‘Uddah al-Daa’ii : 67)

Imam Al-Shadiq as berkata : “Orang yang paling pedih azabnya (di neraka) adalah seorang yang berilmu (‘alim) tetapi ilmunya tidak memberikan manfaat baginya sedikit pun.” (Al-Hayah 2 : 276; Bihar al-Anwar 2 : 37)

Imam Al-Shadiq as berkata : “Barangsiapa yang tidak membuktikan kebenaran ilmunya dengan amal perbuatan, maka dia bukanlah seorang ‘alim.” (Al-Kafi 1 : 36)

Imam Ali as berkata : “Maka Allah mengutuk orang-orang bodoh karena mereka bergelimang maksiat dan Dia mengutuk orang-orang yang berilmu karena enggan mencegah perbuatan munkar!” (Nahjul Balaghah dengan komentar DR. Subhi Shalih, hlm. 299)

Mari kita berlindung kepada Allah Swt dari semua ini. Na’udzu billahi min dzaalik…

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: