jump to navigation

Khazanah al-Hikmah Ahlul –Bayt Nabi – 25 Maret 2009 Rabu, 25 Maret, 2009

Posted by Quito Riantori in Bilik Renungan, Khazanah Hikmah Ahlul-Bayt.
trackback

nature

1. Imam Ali as berkata : “Barangsiapa yang telah yakin, niscaya diamalkannya dengan sungguh-sungguh.” (Al-Hayah 1 : 94)

2. Imam al-Shadiq as berkata : “Tiada sesuatu pun pasti ada tandanya” Lalu seseorang bertanya kepada Imam, “Apa tanda yakin?”
Imam as menjawab : “Tidak takut kepada siapa pun (selain Allah)!”
(Tuhaf al-‘Uqul : 266)

3. Imam al-Shadiq as berkata : “Kucari nur-qalbu (cahaya hati), maka kutemukan itu di dalam tafakkur dan menangis.” (Mustadrak al-Wasail 2 : 357)

4. Imam al-Baqir as berkata : “Di dalam firman Allah Ta’ala : “Inna fii dzaalika la ayati lil mutawasimiin…– Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda. (QS Al-Hijr [15] : 75), maka Imam as menjelaskan : “Mereka itu adalah para imam (Ahlul-Bayt yang suci), sebagaimana Rasulullah Saw bersabda : “Takutilah olehmu firasat orang mu’min, sesungguhnya ia melihat dengan nur Allah.”
(Bashair al-Darajat : 357)

5. Imam al-Shadiq as berkata : “Ketahuilah olehmu, bahwa amal yang dilakukan secara kontinyu, walau sedikit namun didasari keyakinan lebih utama di sisi Allah ketimbang amal yang banyak tetapi tidak didasari keyakinan.” (Tuhaf al-‘Uqul : 264)

6. Rasululullah Saw bersabda : “Barangsiapa yang mengenal musibah (bala’) niscaya akan bersabar atasnya. Sebaliknya orang yang tidak mengnela musibah tidak akan mampu bersabar & mengingkarinya.” (Bihar al-Anwar 71 : 83; Al-Hayah 1 : 94)

7. Imam Ali as berkata : “Tidak akan mampu bersabar di jalan Kebenaran kecuali orang yang telah mengenal keutamaannya.” (Al-Hayah 1 : 94)

Iklan

Komentar»

1. lalanang jagad - Jumat, 3 April, 2009

pa mohon lbih ditonjolkan tentang keilmuan dasar dulu, karena belum tentu semua orang mengerti tentang epistemologi dari penjabaran bapa di atas….termsuk saya….hehehehe,….:)

2. Quito Riantori - Jumat, 3 April, 2009

Kita tidak dituntut utk selalu harus mengerti apa yang kita baca. Betapa banyak hal-hal yang tidak kita pahami. Adalah lebih bijak bagi Anda utk tidak memaksakan hal-hal yang memang Anda belum bisa memahaminya. (Kita punya Qur’an yang mungkin selalu kita baca, tapi tidak semua yang kita baca bisa kita pahami secara instan.) Lagi pula di blog ini ada banyak hal lainnya yang dengan mudah Anda bisa pahami. Terima kasih atas saran dan kritiknya. Salam

3. arie kariana - Jumat, 3 April, 2009

@lalanang jagad

1. “yakin” dalam hal ini mungkin adalah mengetahui dengan terang tentang sesuatu dari semua sisinya, karena kebanyakan manusia berlomba2 mengejar dunia disebabkan mereka sudah tahu ,melihat dan merasakan langsung hasil2 dunia, sehingga tujuannya bagi mereka jelas, apa yang dikejar, bagaimana mengerjakannya, dan apa kira2 hasil yang akan didapat, semua telah mereka pahami, namun sekali lagi ini disebabkan mereka telah begitu jelas melihat hasil2 yang akan didapatnya dari dunia, nah yang di maksudkan point 1 diatas mungkin adalah dorongan bagi kita bagaimana supaya kita dapat menjadi “yakin” dengan hasil dari amal2 baik yang akan kita kerjakan. hal ini telah di analogikan oleh imam ali sendiri pada sahabatnya, yaitu ketika sahabatnya akan mengambil suatu hidangan untuk dimakan, seketika cahaya pelita ruangan dipadamkan oleh imam ali, sahabat beliau kontan bertanya,”ya amirul mukminin, mengapa ruangan ini digelapkan, bagaimana saya akan mengambil makanan? lalu imam ali mengatakan pada sahabatnya itu,”saya heran dengan orang yang bisa memakan makanan dalam gelap, namun saya jauh lebih heran pada orang2 yang mengerjakan sesuatu tanpa ilmunya(ilmu=cahaya)”

2. apa yang dikatakan imam ja’far as(imam ke-6 keturunan rasulullah saaw) mungkin maksudnya berusahalah mengenal Allah, puncak dari segala keyakinan ialah ketika kita sudah mengenal Dia, dan ketika kita sudah mengenal Dia, maka hati kita akan tercengkam hanya oleh Dia, segala sesuatu selain Dia ternyata tidak ada

3. mungkin senada dengan point 2, dengan menambahkan bagaimana caranya

4. imam muhammad al baqir as(imam ke-5 keturunan rasulullah saaw) mungkin bermaksud menyampaikan arti yang sesungguhnya dari “mukmin”, yaitu sebuah tingkatan di atas “muslim”, dan tingkatan yakin memang ciri khas orang mukmin

5. senada dengan semua point diatas

6. mungkin maksudnya adalah kenalilah Allah melalui ciptaan2Nya, termasuk musibah, sebabnya, untuk apa, bagaimana terjadinya, dari siapa, dan kembali kepada siapalah seharusnya kita ketahui tentang segala sesuatu, terutama mulailah dari yang terdekat, dan musibah adalah sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan manusia, maka kenalilah ia

7. imam ali as mungkin menyuruh kita untuk mempelajari hakikat sebenarnya dari sabar, karena sebagaimana musibah dekat dengan manusia, maka sabar pun harus lebih akrab dengan kita

semoga apa yang di sampaikan menjadi tambahan bagi anda yang terhormat, dan terutamanya bagi penulis, dan bukan untuk mengajari, namun sifatnya berbagi, salam untuk keluarga, salamun’alaykum

4. aryo - Kamis, 9 April, 2009

Saya setuju, kebenaran ahlil bait nabi seperti cahaya matahari, mesti ia ditutupi oleh awan tebal, namun masih memancarkan cahayanya. Hanya orang-orang yang berpikir yang tahu bahwa cahaya itu tidak datang dari awan tetapi dari matahari. Hanya saja orang tidak mau tahu karena ketika ia lahir dan belajar sudah ada awan-awan yang menyelimuti matahari. Sekiranya awan itu tidak meliputi matahari maka kehidupan ini akan lebih terang lagi.

Ilmu-ilmu Ahlilbait memancara ibarat air dari sumber pegunungan yang murni. Sayangnya kita lahir di tepian-tepian sungai yang airnya sudah murni lagi. Tanpa kita sadari kita telah diberi minum air sungai sejak kecil. Sehingga ketika kita disodori air yang murni pegunungan namun berbeda, maka kita tolak dengan perkataan, “air itu bukan yang biasa kita minum. Sejak kecil saya diberi air ini oleh orang-orang tua saya yang tidak mungkin mereka salah.”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: