jump to navigation

Presiden SBY Langgar UU APBN Terkait Subsidi BBM Senin, 30 Maret, 2009

Posted by Quito Riantori in Apa Kabar Indonesia?, News.
trackback

premium5

Jakarta (Pos Kota) – Kelompok kritis di DPR terus menggempur kebijakan pemerintah SBY. Kali ini terkait dengan penurunan harga BBM, pemerintah khususnya presiden dianggap melanggar UU APBN 2009 bahkan telah melakukan perbuatan tercela.

Untuk itu, 20 anggota DPR dari berbeagai fraksi mengajukan pendapat. “Dasar kita mengajukan pernyataan ini adalah bahwa, penjualan BBM jenis premium, solar, dan minyak tanah menurut UU adalah kategori/ BBM tertentu/ yang mendapat subsidi.” Kata Drajat Wibowo yang dihubungi, kemarin.

Tapi kenyataannya, lanjut Dradjat, harga jual premium saat ini tidak bersubsidi sejak akhir 2008. Dan pencabutan subsidi itu ternyata tidak disertai payung hukum yang jelas.

Sebagaimana diketahui, UU 41/2008 tentang APBN 2009, subsidi diberikan untuk BBM jenis premium pada 2008 dan 2009. Pada 2008, subsidi premium dialokasikan Rp44,74 triliun dari total subsidi BBM Rp126,82 triliun.

Untuk 2009, subsidi premium Rp 14,4 triliun dari total subsidi BBM Rp 57, 6 triliun.

Hal ini juga diakui Menteri Keuangan dalam keterangannya di panitia angket DPR bahwasanya ada keuntungan dari penjualan premium: Yaitu, Rp 1,24 triliun sampai 20 December 2008 dan Rp2,06 triliun pada Januari 2009.

Tentang tuduhan presiden melakukan perbuatan tercela karena perbuatan tercela karena penurunan harga premium dan solar itu diklaim sebagai prestasi pemerintah.

“Presiden tak menyinggung bahwa seiring penurunan harga itu, masyarakat tak diberikan atau menikmati subsidi premium,” ujar dia. “Ini menunjukkan PRESIDEN TELAH MENGELABUI RAKYAT dengan informasi menyesatkan dan TIDAK JUJUR,” ujarnya.

Usul penggunaan hak menyatakan pendapat ditandatangani 20 anggota DPR dari 7 fraksi. 3 fraksi yang tak ikut bagian adalah FPD, FPBR, dan FPDS. Ketua FPD Syarif Hasan mengatakan tak ada substansi dalam pengajuan usul ini. Menurutnya Pemerintah pun tak mengambil keuntungan dari harga BBM ini. “Hanya diuntungkan,” kilahnya.

Menanggapi aksi anggota DPR tentang harga BBM, jurubicara Kepresidenan Andi Mallarangeng menyatakan itu biasa, karena mau pemilu. “Biasa menjelang pemilu,” kata Andi saat mendampingi SBY di Lampung.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro, mengemukakan masalah subsidi harus dilihat selama satu tahun. Tidak bisa dilihat jangka pendek.(untung/seflawan/ johara/nk)

———–

Sumber : Pos Kota, 5 Maret 2009

Iklan

Komentar»

1. doddy - Senin, 30 Maret, 2009

Yg harus diingat untuk SBY, waktu naik jadi prresiden 2004 diawali Tsunami Aceh (desember 2004), eh menjelang berakhirnya kekuasaan ada Tsunami di Situ Gintung.kebetulan atau…memang SBY = Sumber Bencana Yndonesia?

2. Quito Riantori - Senin, 30 Maret, 2009

LA Lights : Jangan cuma liat JUMBO-nya, pilih yang BERISI!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: