jump to navigation

Zionis Israel Tega kepada Wanita & Anak-anak Senin, 30 Maret, 2009

Posted by Quito Riantori in All About Al-Quds, News.
trackback

israel-bangsats3

Para Warga di Gaza Memberikan Kesaksian

GAZA CITY, JUMAT —Tentara Israel jelas-jelas melakukan pembantaian terhadap warga Jalur Gaza meski para warga sipil itu, termasuk wanita dan anak-anak, sama sekali tidak melakukan perlawanan. Pengakuan warga tersebut menguatkan potret kekejaman tentara Israel terhadap warga Palestine.

Abis Hijeh menceritakan, ketika dia dikeluarkan dari rumah bersama kelima anaknya dan juga para tetangga dari rumah-rumah mereka di Gaza City, tentara Israel dengan bahasa, Arab sebisanya memerintahkan agar mereka pergi ke selatan.

Tentara Israel mengancam akan menembak mereka jika tidak mematuhi perintah itu. Namun, karena tegang, warga kemudian pergi ke arah yang salah dan kemudian dihujani tembakan oleh tentara Israel. Hijeh terluka dan seorang putrinya yang berusia dua tahun tewas.

Pengakuan Hijeh mengenai para penembak jitu yang menembaki warga sipil mendukung kuat tuduhan bahwa tentara Israel telah melakukan perbuatan yang tidak semestinya selama agresi militer di Jalur Gaza pada akhir tahun 2008 dan awal Januari 2009.

Dalam pengakuan baru-baru ini, beberapa tentara Israel mengaku mencoreti rumah-rumah yang mereka kuasai untuk digunakan sebagai pos tentara. Mereka juga mengakui melonggarkan aturan-aturan, termasuk penembakan terhadap warga sipil.

Beberapa tentara berbicara di sebuah sekolah persiapan militer dalam pertemuan tertutup. Di sana tergambarkan sebuah insiden yang memiliki banyak kesamaan dengan penembakan terhadap keluarga Hijeh.

Dikecam

Pengakuan para tentara itu dipublikasikan di dua surat kabar Israel, pekan lalu. Hal ini memicu kemarahan baru komunitas internasional terhadap Israel. Serangan itu dikecam berlebihan dan Israel gagal melindungi warga sipil.

Beberapa pejabat militer senior Israel telah mengakui penggunaan kekuatan senjata secara massal untuk menangkal serangan dari pejuang Hamas serta bertujuan mencegah korban prajurit Israel.

Meski demikian, juru bicara Angkatan Darat Israel, Mayor Avital Leibovich, mengatakan, militernya telah melakukan segenap upaya guna menyelamatkan warga sipil Palestine. Hal itu antara lain dilakukan melalui selebaran dan telepon agar warga segera mengungsi.

Sejumlah insiden yang digambarkan beberapa tentara Israel itu kini tengah diselidiki. Kepala Staf Angkatan Darat Israel Letjen Gabi Ashkenazi pekan ini mengatakan, kalau kisah-kisah itu terbukti benar, hal itu hanya pengecualian, bukan sebuah norma.

Dalam pengakuan yang paling mengguncang, seorang tentara yang disebutkan sebagai Ram, mengatakan, seorang penembak jitu di tempatnya menembak seorang perempuan Palestine dan 2 anaknya, setelah mereka salah memahami perintah dan berjalan ke arah lain.

Seorang tentara lainnya, Aviv, menggambarkan seorang penembak jitu menewaskan seorang perempuan tua saat dia berjalan di jalan. Kedua tentara itu berasal dari Brigade Givati, yang semasa perang ditempatkan di kawasan Zeitoun, Gaza City.

Mohammed Ghannam, seorang peneliti lapangan dari organisasi Pusat Hak Asasi Manusia Palestina, mengatakan, kisah kedua tentara itu sangat cocok dengan kisah yang disampaikan Hijek dan keluarga Ayyad yang tinggal di Zeitoun.

Penembakan dilakukan dari rumah warga yang diambil alih tentara Israel. Bekas-bekas pendudukan Israel di sejumlah rumah warga Palestine itu mudah ditemukan. (AP/OKI)

_____________

Sumber : Kompas, Sabtu, 28 Maret 2009

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: