jump to navigation

‘Ilusi Negara Islam’ Diperdebatkan, Gramedia Bantah Diancam Rabu, 20 Mei, 2009

Posted by Quito Riantori in Apa Kabar Indonesia?, News.
trackback

ilusi negara

TEMPO Interaktif, Jakarta: Penerbitan buku berjudul Ilusi Negara Islam, tampaknya akan menuai kontroversi. Saat ini telah beredar berita ancaman pembakaran terhadap toko buku yang menjual buku tersebut, melalui sms. Namun Bambang Nuryono, Humas dan HRD Kompas-Gramedia mengaku belum tahu tentang buku tersebut. “Pertama, justru saya baru tahu ada judul buku itu,” katanya saat dihubungi Tempo, Selasa (19/5). “Dan pertama kali juga saya tahu bahwa ada ancaman beredar,” imbuhnya.

Hal yang sama diungkapkan Alvin, Supervisor Penjualan Toko Buku Gramedia-Matraman. Ia mengatakan, saat ini di toko buku tersebut belum ada buku Ilusi Negara Islam. “Belum ada di Gramedia,” katanya.

Bambang malah balik bertanya dan meminta penjelasan tentang sms yang berbunyi, “Gramedia diancam akan dibakar jika jual buku Ilusi Negara Islam. Gramedia lalu mengembalikannya ke Wahid Institute.” Sms tersebut diterima Tempo sekitar pukul 17.00.

Ditanya mengenai antisipasi yang akan dilakukan Gramedia terhadap ancaman itu, Bambang mengatakan pihaknya belum bisa membayangkan langkah yang akan ditempuh. “Kami belum bisa membayangkan akan ngapain sebab baru dengar kabar ini pertama kali,” katanya. “Terima kasih juga atas informasinya,” pungkas Bambang.

Sebelumnya, di situs http://politikana.com, pembahasan mengenai buku ini menjadi berita utama website tentang politik tersebut. Penulis tamu di situs itu, Roby Muhammad berbagi alamat tempat mengunduh buku Ilusi Negara Islam. Sejauh ini, tanggapan terhadap tulisan tersebut sudah mencapai 140 komentar.

Buku Ilusi Negara Islam berisi hasil penelitian yang antara lain melibatkan oleh Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Syafii Maarif, KH. Mustofa Bisri ini membahas tentang gerakan Islam ekstrim global yang harus diwaspadai.

___________________

Sumber :

(http://www.tempointeraktif.com/hg/kriminal/2009/05/19/brk,20090519-177189,id.html)

Silahkan  diunduh/ download buku digitalnya (PDF) di: http://www.bhinnekatunggalika.org/downloads/ilusi-negara-islam.pdf

Iklan

Komentar»

1. Quito Riantori - Rabu, 20 Mei, 2009

Setelah diunduh, baca paling tidak dengan Adobe Reader 8.

2. dwi prayitno - Kamis, 21 Mei, 2009

jadi ingin tau isinya apa..

3. ian - Kamis, 21 Mei, 2009

oh judul buku toh 🙂

4. dasd - Kamis, 21 Mei, 2009

jangan takut..lanjutkan saja diterbitkan..islam radikal membahayakn negara n umat.

5. nusantaraku - Kamis, 21 Mei, 2009

Emang adobe 7 gak bisa yah?
Lagi download.nih.. saya pake Adobe 7 dan foxit reader

anis - Senin, 1 Juni, 2009

bisa kok pake adobe 7, saya juga pake.

6. Ilusi Negara Islam : Buku Investigasi Kontroversi 2009 (Download) « Nusantaraku - Kamis, 21 Mei, 2009

[…] Syafii Maarif, Wahabi by nusantaraku Pertama kali saya mendapat informasi buku tersebut dari blog Qitori, dan informasi lanjutannya di kompas. Buku tersebut rupanya sudah ramai dibicarakan beberapa hari […]

7. onri - Jumat, 22 Mei, 2009

Negara kita adalah negara nasionalis dan bukan negara islam, Meski maoritas penduduk negri ini adalah muslim…. Apalagi kalau dikuasai oleh Islam Radikal yang berbasis extrim… Islam yang sebenarnya adalah agama damai, Agama yang terbaik dari seluruh agama yang ada..

8. Ilusi Negara Islam : Buku Investigasi Kontroversi 2009 (Free Download) « Lebihcepatlebihbaik’s Blog - Jumat, 22 Mei, 2009

[…] Kontroversi 2009 (Free Download) Pertama kali saya mendapat informasi buku tersebut dari blog Qitori, dan informasi lanjutannya di kompas. Buku tersebut rupanya sudah ramai dibicarakan beberapa hari […]

9. nurrahman18 - Jumat, 22 Mei, 2009

berita yang cukup heboh

10. kopral cepot - Jumat, 22 Mei, 2009

kenapa “ILUSI” dilawan dengan Rekomendasi Strategis dari keluarga besar LIBFORALL Foundation ?
http://serbasejarah.wordpress.com/2009/05/22/ilusi-negara-islam-kenapa-ilusi-dilawan-rekomendasi-strategis/
selamat datang kembali duel master Ilusionis, Mentalis dan Hipnosis 😀

11. suciptoardi - Jumat, 22 Mei, 2009

Kenapa harus takut dengan pengaut Islam???…mereka sik2 koq, ngak seperti yang diberitakan media Barat…biasanya yang takut itu adalah mereka yang biasa gemar bermaksiat, jadi wajar, bukan???…mau radikal atau ngak, Indonesia juga ngak berubah-ubah,,,gini2 aja, cuma sekedar masa lalu yang gemilang, namun rakyat menderita…

12. Admin - Jumat, 22 Mei, 2009
13. abusyafiq - Jumat, 22 Mei, 2009

jd pengen tau apa motif dibuatnya buku itu… islam phobia kah?

14. yanu... - Jumat, 22 Mei, 2009

wahwahwah… ada-ada saja…
setuju sama mas suciptoardi,
kenapa takut sama orang Islam? biasanya yang takut sama orang islam itu kan orang yang kerjanya mabok, judi, seks bebas, homoseks pokoknya yang jelek-jelek deh!
so? kenapa takut Indonesia jadi negara Islam kalo kita nggak pernah berbuat keburukan?

15. dedekusn - Jumat, 22 Mei, 2009

Islam is the best, but…. ?? 🙂

16. nusantara30 - Sabtu, 23 Mei, 2009

Wah..bacaan yg menarik.saya sudah unduh dan bapak saya pun ikut membaca.kalau memang sudah terbukti,knapa gak d berantas aja?kalo sudah mengakar apa yg bs kita wariskan k anak cucu kita tentang dasar negara dan kebiasaan asli bangsa Indonesia.

17. wiwit r fatkhurrahman's weblog - Sabtu, 23 Mei, 2009

Ilusi Negara Islam dan Teror…

Salam,
Kami baru menerima berita dari Mas Ahmad Suaedy Direktur the Wahid Institute, toko-toko yang menjual buku “Ilusi Negara Islam” diteror: akan diserbu, dibakar melalui telepon-telepon tak dikenal.
Di Gramedia pun buku ini belum sempat …

18. victor widyalistama - Sabtu, 23 Mei, 2009

Emang cih,,,
Konsep negara Islam saat ini marak didengung-dengungkan,,
Tapi sebagai Umat Islam saya tidak setuju,
Karena waktu jaman perjuangan dulu
Sebenarnya sudah dikonsep oleh para pemimpin kita
Bahwa NKRI ini mau dijadikan negara Islam.
Tetapi dengan berbgai pertimbangan dan mengingat
Bahwa Penduduk Indonesia tidak semuanya Islam
Makane dibuatlah Konsep negara KESATUAN.
Hidup RI

19. christian - Minggu, 24 Mei, 2009

jangan takut! lanjutkan terus peredarannya! suruh baca teman2 anda!
supaya semua tau bagaimana sebenarnya islam yang sesungguhnya!!!
buku tersebut sangat penting guna memberikan wawasan dan mewaspadai datangnya islam2 radikal yang selalu membuat onar bagi Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia!!! kami sangat mendukung adanya buku tersebut…

Hadi - Jumat, 3 Juli, 2009

Orang-orang yang menulis buku ILUSI NEGARA ISLAM hanya untuk mengadu dombakan umat islam di Indonesia.

20. Sahabat - Senin, 25 Mei, 2009

Ketahuan bohongnya JIl dan Wahid Institute.
Supaya heboh bilangnya toko buku diancam akan dibakar.
Padahal toko bukunya malah gak tau kalo mereka diancam dan mereka juga baru tau kalo ada buku spt itu.

Menghalalakan segala cara untuk mencapai tujuan mereka, biasalah bagi mereka….

21. Agus - Senin, 25 Mei, 2009

Indonesia bukan negara Islam …….. jangan memaksakan kehendak di sini.

22. Monib - Senin, 25 Mei, 2009

Wah, pasti menarik nih buku. Ilusi Negara Islam menggambarkan bahwa yang disebut negara berlabel Islam itu sekadar mimpi di siang bolong. Sampe sekarang tidak ada contoh riil dan elok dilihat dan dinikmati dari sekian negara berlabel itu.Arab Saudi kerajaan, Pakistan lebih amburadul lagi. Perang saudara dan saling membunuh. Afghanistan, di tangan Taliban kere, miskin dan sangat terbelakang. Iran yang kita tuduh Syi’ah justru maju dan modern. Apalagi teknologinya. Jadi label itu memang menjebak, liservice dan jargon semata. Selamat atas terbitnya buku yang mencerdaskan ini!.

23. zmk - Senin, 25 Mei, 2009

bukan masalah takut sama orang islam atau bukan ini mah, coba deh, abis donlot, baca dulu, baru komentar.. ok?

24. 848 - Selasa, 26 Mei, 2009

Saya sudah baca, dan memang membuka mata saya. Selama ini tidak ada satu pihakpun yang berani mengatakan secara terus terang bahwya dari PKS. sekarang saya sudah tau (dari dulu sudah curiga) nagh!

sekarang saya mau cari bukunya dan menyebarkannya di Australia, dimana ya buku tersebut bisa di preoleh?

25. Sahabat - Selasa, 26 Mei, 2009

Para peneliti di buku tersebut saja protes tentang buku tersebut.
Weleh weleh, betapa inteleknya Guntur Romli.

http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=17643

26. sodikin - Selasa, 26 Mei, 2009

Indonesia berpendudukan Islam terbesar di Dunia, Ilusi Negara Islam sebuah kegamangan bagi antek-antek JIL yang menginginkan Islam pecah dan tidak boleh berjaya di Bumi Indonesia. ini lah pemikiran antek – antek Ameika – Zionis yang selalu memojokkan Islam dari dalam.

Quito Riantori - Rabu, 27 Mei, 2009

@sodikin
Kalo pro Neolibs, antek AS juga gak ya?

KKI Kalimantan Timur - Rabu, 27 Mei, 2009

neolib pasti antek amerika, bahkan anak kandungnya. islam lib: anjing amerika, bentar lagi para tokohnya bakal kena flu babi

27. Ilman Nafi'an - Rabu, 27 Mei, 2009

Buku ini cukup bagus untuk dibaca semua kalangan, khususnya umat Islam Indonesia, baik yang merasa moderat atau yang dituduh radikal, apalagi mereka yang merasa memiliki otoritas kebenaran, dan menilai yang lain salah. Buku ini bisa memberikan vitamain baru bagi sel-sel otak kita untuk menjaga kebersamaan dalam hidup ini, seagama, senegara dan sedunia.

28. supriman - Rabu, 27 Mei, 2009

buku made in JIL

29. BaNi MusTajaB - Jumat, 29 Mei, 2009

Menurut saya, negara Islam bukan ilusi. Tetapi sebuah kajian pemikiran yang akan terus ada. Andaikata tidak terwujud dalam 100 tahun ke depan, mungkin 100 tahun berikutnya akan benar-benar terwujud. Who’s Know?

30. husni - Jumat, 29 Mei, 2009

mereka2 yg merasa kedudukannya terancam saja yg merasa bhw HTI, PKS dan yang lainnya berbahaya, karena bahaya buat posisi mereka yg tidak bisa dipertuhankan lagi dan membodohi masyarakat. kalo memang berdakwah untuk islam kenapa harus takut……..ISlam rahmat bagi semua tidak hanya umat Islam tapi juga untuk umat lain. ingat sabda Rasulullah: “Barangsiapa yang membunuh mu’ahid (orang selain muslim yg tidak memerangi Islam) maka dia tidak akan mencium wangi surga, sesungguhnya wangi surga tercium dari perjalanan empat puluh tahun.
so, terus berdakwah jangan biarkan panji-panji Islam jatuh akibat antek-antek zionis yg memang bertujuan merusak Islam….

Quito Riantori - Senin, 1 Juni, 2009

@husni
Tapi, PKS saat ini khan mendukung Neolib? Gimana? Gak konsisten dong? Neolib khan juga produk Zionis! Piye tho, Mas?

Hadi - Jumat, 3 Juli, 2009

Saya ingin tahu apa bukti yang realnya, bahwa pks dukung neolib…? yang neolib itu sopo mas?

31. Mpu Gondrong - Sabtu, 30 Mei, 2009

Tidak perlu takut toh terhadap ilusi? Dulu komputer adalah ilusi, seiring waktu menjadi kenyataan. Internet juga begitu. Waktu yg akan menunjukkan apakah ilusi itu menjadi nyata atau tidak.Yang perlu diperhatikan, situasi berubah, zaman berubah. Apa yg dibuat pendiri bangsa dulu belum tentu memadai di saat ini. Dulu mereka juga melakukan perombakan terhadap situasi yg ada. Sejarah adalah cermin, tapi yg menentukan apa yg terjadi hari ini dan besok adalah kita semua.

32. fanfan - Senin, 1 Juni, 2009

Pertarungan jiwa-jiwa yang tenang melawan hawa napsu.Kedamaian dan ketenangan versus kegaduhan,keributan dan kekacauan…

33. mboko - Senin, 1 Juni, 2009

Menurut saya : Buku tersebut sangat baik untuk dibaca oleh semua kalangan, karena berdasarkan isi yang terkandung menyebutkan bahwa pihak Partai Keadilan Sejahtera (hampir mirip PSK) berkeinginan menggulingkan NKRI dengan idiologi UUD 45 dan Pancasila dari bumi Indonesia dengan mengedepankan asas islam yaitu syariat islamnya. Kekuatan PKS(PSK) sekarang perlu harus diwaspadai oleh pihak Islam sendiri karena sepenuh membawa asas ilslam fanatik tulen alias kebangetan. Perlu diingat bahwa target PKS untuk 2014 adalah berusaha menguasai Indonesia dengan memboncengi Demokrat. Ini yang harus menjadi perhatian kita.

34. Ummu - Senin, 1 Juni, 2009

Islam Rahmatan Lil ‘alamin…jadi jangan takut dengan Islam…tidak ada Islam Radikal,itu label buatan org2 Barat y benci dg Islam…jangan menelan mentah2 tulisan sepihak (apalg y mengada-ada)…jadilah orang2 yang berpikir…baca,cari kebenarannya/bukti,kaitkan antara bukti dan bacaan,buat kesimpulan yang benar!

35. prawiro sawon - Senin, 1 Juni, 2009

yang jelas say no to POLITISASI AGAMA
terserah lo penganut agama apapun…
jangan bawa-bawa agama ke kancah politik….

karena POLITIK GA ADA YANG JUJUR
kalo ada yg bilang JUJUR di duni POLITIK
sama aja BOHONG alias DOSA… dan MUNAFIK….

namanya aja POLITIK = menempuh berbagai cara utk mendapatkan kekuasan…

mo label sok suci, sok jujur, dl…..aahahahahahahaha…NGIMPI
politik gada yang jujur

36. Matroni el-Moezany - Selasa, 2 Juni, 2009

sebenarnya tidak ada masalah, memperdebatkan Islam, islam sendiri tidak akan rusak hanya dengan buku, tapi yang rusak adalah masyarakat islam sendiri (Yang ingin membakar), sebab tidak jelas, mengapa harus membakar atau mengapa harus berbuat kekerasan, lagian tidak mungkin islam rusak, saya sepakat kalau buku di jual belikan dan di baca banyak orang sebab dengan membaca kita akan tahu kemahaluasan ALLAH, yang menjadi pertanyaan saya adalah mengapa masyarakat resah hanya dengan buku, padahal islam tidak pernah pernah pernah resah dengan adanya buku. takut islam runtuh. mana bisa runtuh kalau hanya masalah buku, dan imbaskannya pun saya yakin tidak akan sampai kayakinan kita hilang.

37. awan awam - Selasa, 2 Juni, 2009

Sejujurnya saya sebagai muslim awam ini bingung ngeliat orang seagama pada berantem sendiri, saling ngaku paling bener, saling tunjuk, bahkan saling caci maki seenaknya. Apakah begini yang diharapkan Rasulullah SAW dulu? Bukankah Islam itu agama yang penuh kasih sayang dan kedamaian. 😦
Semoga Allah merahmati negeri ini..

38. Teguhsuseno - Senin, 8 Juni, 2009

Wah ini baru buku yang hebat, yang ditulis di buku ini persis seperti yang saya lihat di lingkungan saya di rumah dan di tempat kerja…… Memang politik itu syarat kepentingan, apalagi kalau politik dan bisnis berselimutkan dakwah dan pendidikan. Khutbah jum’at sudah nggak sakral lagi….. Ah bisa rusak agama ini dan negara ini. Cukuplah agama sebagai sumber etik, nggak perlu jadi atribut politik. Blunder yang dibuat di era reformasi adalah dibolehkankannya azas agama sebagai azas politik. ISLAM YES PARTAI ISLAM NO !!!!

39. Hidup JIL & Gusdur! - Sabtu, 13 Juni, 2009

@Teguh suseno, fans berat Nurcholis Madjid.

40. abd. rozak - Minggu, 14 Juni, 2009

perdebatan tentang negara islam tidak akan selesai karena masing masing berdiri pada kutub yang berbeda dengan argumen yang berbeda menurut cara pandang yang berbeda pula. sebenarnya kita adalah pencari kebenaran karna itu tidak boleh ada klain pendapatnya adalah yang paling benar. kebenaran sejati hanyalah milik allah dan kebenaran manusia bersifat parsial dan nisbi. biarkan para pemikir islam berdiri pada kutubnya masing masing berjalan secara linier tanpa harus menjatuhkan satu sama lain

puruhita - Senin, 22 Juni, 2009

tapi mas / pak abd. rozak..
di dalam etika / filsafat ada yang dinamakan kebenaran universal.. kasih sayang, kerukunan, kebaikan, saling menghargai,dll..
entah.. apa bedanya kebenaran sejati dengan kebenaran universal?
Hendaknya yang kita pandang benar adalah pandangan pemimpin yang sekiranya berdasar pada kebenaran universal..
Bukan kah Tuhan mencipta manusia lengkap dengan akal-budi-daya pikir.. sehingga mampu membedakan benar-salah, baik-buruk, kiri-kanan, depan-belakang..

Terima kasih

41. anak alim - Jumat, 19 Juni, 2009

hhaha..gara2 sms semua jadi heboh..
memang hebat teknologi jaman sekarang..
udalah terbitin aja tuh buku..
gw udah download..

42. puruhita - Senin, 22 Juni, 2009

setelah membaca beberapa halaman hasil download-an
pengin belajar bahasa arab.. membaca dan membatinkan apa yang sebenanya ingin disampaikan oleh Tuhan melalui AlQuran.
Saya percaya bahwa Islam negara yang penuh kasih sayang seperti yang Gus Dur sampaikan.
Saya rindu dengan Islam tersenyum milik Indonesia dahulu.. (kira-kira sewaktu saya berumur 5 tahun)
Islam yang mau tersenyum pada kami yang berbeda keyakinan

43. raditt - Senin, 29 Juni, 2009

kenapa sich buku ini tdk dijual? di gramedia aja tdk ada. jangan takut lagipula dengan menjual buku ini sangat bermanfaat agar semua masyarakat bisa tahu dan waspada terhadap ancaman bagaimana sebenarnya konsep dari islam dan dapat mengambil tindakan serta kesimpulan atas kebenaran yang sebenarnya dari islam yang radikal itu. kalau memang -PKS ingin mengedepankan syariat islam maka apalah artinya perjuangan nenek moyang kita yang mempersatukan kita dibawah kebhineka tunggal ika-an kalau kita anak cucunya tidak tidak menghargai perbedaan yang ada?
bukankah tuhan menciptakan kita dalam perbedaan?
atau Tuhan menciptakan kita dengan berjuta persamaan
sehingga pria kawin dengan pria dan wanita kawin dengan wanita?
tidakkan?
HARGAILAH PERBEDAAN YANG ADA KARENA PERBEDAAN ADALAH SUMBER KEKUATAN TERBESAR DALAM HIDUP.

44. dede - Rabu, 1 Juli, 2009

orang-orang yang mengaku islam liberal merekan kan belajar islam kepada oran barat/amerika. Hasilnya seperti apa? ya seperti ini, sehabis belajar membuat fitnah dan memerangi orang-orang islam yang sesungguhnya.

45. pks - Rabu, 1 Juli, 2009

suka tidak suka Islam akan menang, perlahan tapi pasti semua akan mengakui islam sebagai jalan hidupnya… hal itu pasti akan terjadi
semua manusia akan mengakuinya, …hal itu pasti akan terjadi
jalan itu sudah kita tempuh dan kita akan tetap menempuhnya

46. M R Ibad - Minggu, 5 Juli, 2009

yang menurut saya benar adalah siapapun yang menentang Pancasila dan UUD 45 di Bumi Pertiwi ini patut untuk di berantas. Itu adalah aturan yang sudah disepakati bersama dan berlaku sampai sekarang. mau itu dari JIL atau dari manapun kalo benar ya benar, salah ya salah, bukankah begitu dalam islam wahai penganut garis keras? gunakan akal sehat, pikiran jernih, hati yang bersih dan tenang, jangan mengedepankan hawa nafsu

47. jiwamalam - Rabu, 15 Juli, 2009

Sebetulnya kalau kita ingin lebih objective tentang bagaimana perjalanan Islam itu sendiri coba baca buku keraton Jogja atau kerajaan2 di indonesia anda akan mengenal karakter bangsa kita.
kalau dilihat bangsa kita memiliki tingkat peradapan paling tinggi dari sisi keyakinan, teknologi, dan keberagaman

jadi penasaran setelah baca prolog nya ada yang sudah punya bukunya nggak? download putus-putus trus aq cari di gramed nggak jual.

Salam kenal,
jiwamalam.wordpress.com

48. darwis - Kamis, 23 Juli, 2009

saya ingin menyampaikan pendapat saya tentang agama..
bumi itu sangat luas dan manusia pun tersebar di tiap benua.. di setiap daerah ditemukan agama2 yg berbeda. kebanyakan agama diturunkan dari orang tua ke anaknya.
perpindahan agama merupakan tindakan yg sangat berat. disatu pihak akan dipuji oleh pihak yg agamanya sama, tetapi juga akan dicaci oleh pihak agama sebelumnya.. bahkan mungkin orang tua nya tidak akan mengakui anak alias putus hubungan anak orangtua.. suatu tindakan yg sangat berat..

tiap penganut agama juga meyakini agama yg dianutnya paling benar ( memang diharuskan demikian menurut ajaran agamanya) .. tapi dengan begitu banyaknya jumlah agama yg ada di dunia , tidakkah mereka yg sering bertindak/berpikir terhadap orang yg beragama berbeda itu jahat ,patut diperangi, dimusuhi, dan tindakan diskriminasi dan profokatif lainnya merasa salah atas tindakannya.

orang ada yg dilahirkan sebagai yahudi, nasrani, budha, hindu,islam, dll. Tetapi mereka harus menerima kenyataan bahwa telah ada konflik antar agama tersebut,, yang bahkan saling bunuh.

saya sendiri Muslim.. tetapi saya sering bertanya-tanya karena banyaknya tindakan teror yg dilakukan oleh islam garis keras sperti tindakan bom bunuh diri,dll maupun oleh kelompok-kelompok yg berpikiran sempit dan tidak tertutup.. bukannya dengan tindakan kasar dan merugikan orang lain tersebut malah akan membuat citra ISLAM menjadi sangat buruk dan sadis.
Dengan citra ISLAM yg buruk seperti itu bagaimana akan ada yg mau pindah ke agama ISLAM.. bukankah orang yang tidak beragama ISLAM akan masuk neraka ( yang agama islam pun belum tentu masuk surga)??!! berarti dengan tindakan seperti itu berarti merusak citra islam sehingga banyak orang yg enggan untuk memeluk agama ISLAM ( dari sekian banyaknya agama yg ada di dunia)..

untuk pindah agama saja hambatannya banyak,, ini malah dirusak citra agama islam oleh pemeluknya sendiri..

saya cuma mau menyampaikan pendapat saya saja.. agar kita dapat saling membuka pikiran.. maaf jika ada yg salah,,

49. tira - Selasa, 11 Agustus, 2009

Sayang sekali buku yang bisa memperingatkan akan bahaya islam radikal ini tidak dijual di jaringan toko buku besar dan juga tidak ada reviewnya di surat kabar besar.
Memang toko atau media kalau sudah terlalu besar jadi penakut. Tidak sesuai dengan motonya ‘enlighten…’ tapi memperingatkan hal yang demikian berbahaya saja tidak berani, padahal hal ini perlu diketahui oleh seluruh masyarakat.
Mengecewakan juga pemerintah kita saat ini, yang membiarkan saja penyebaran gerakan ini.
Mengapa semua pihak demikian takut pada Islam radikal?? Mengapa tidak ada yang menyadari betapa berbahayanya mereka, dan bahwa selama 20 tahun terakhir mereka telah sukses besar (lihat di jalan2… lebih 50% perempuan telah berjilbab… hanya selangkah lagi untuk membuat mereka menerima kewajiban penerapan syariat Islam oleh negara! Dan selangkah lagi hilangnya budaya asli yang berumur ratusan tahun!)

50. tira - Selasa, 11 Agustus, 2009

Pantas buku ini tidak ada di Gramedia.
Sayang ya… tokonya besar-besar tapi buku yang dijual payah2…

51. Humron Maula - Selasa, 11 Agustus, 2009

HTI dan PKS merupakan “Agama Baru”?
kenapa?
karena kalau melakukan ibadah karena organisasinaya, bukan Karena Allah SWT.
bravo buku Ilusi Negara Islam…

52. ngatidjo - Kamis, 19 November, 2009

ya..sekarang sudah bisa kita lihat dengan keluarnya perda2, seperti pelarangan Wanita memakai celana jeans dan laki2 dilarang pake celana pendek….

53. WONG REMBANG - Rabu, 28 April, 2010

SAYA TAK PERNAH SETUJU DENGAN KATA KATA ; HARGA MATI ‘
SEMUA TERSERAH PADA RAKYAT INDONESIA
SAYA BUKAN RADIKAL , SAYA BUKAN TERORIS ,. SAYA BUKAN LEMAH UNTUK DIPAKSA MENERIMA FAHAM ATAU ATURAN BARAT DIPAKAI BEGITU AJA DI NEG\ARA TIMUR YANG SAYA ANGGAP KURANG ADIL
MARI SAMA SAMA BERJUANG DENGAN DAMAI AMAN TENTRAM

MOHON DIJAWAB DALAM HATI PERTANYAAN SEORANG YANG BODH KAYAK SAYA INI …..BEGINI PERTANYAANNYA……..

???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
JIKA ANDA MUSLIM SETUJUKAH SYARIAH DITERAPKAN DI MUKA BUMI INI /?????????????????????????????????????????????????????????????????????????

54. Tyangjawi - Rabu, 5 Mei, 2010

Bung Wong Rembang. Saya muslim TIDAK SETUJU. Faham Barat atau Faham Timur TIDAK. Faham Indonesia / Nusantara YA. Islam YA Partai Islam TIDAK. Budaya Nusantara Ya, budaya Arab TIDAK.
Indonesia punya PANCASILA, UUD45 dan NKRI. Faham impor DARI MANAPUN, dari BARAT/AMERIKA ATAUPUN DARI TIMUR / ARAB /TIMUR TENGAH tidak cocok bagi Indonesia. Kita punya kepribadian sendiri …
Baca buku tersebut sebelum komen. Pemerintah tidak melarang buku tersebut.
Saya khawatir, akan terjadi seperti zaman 1966; bentrok antara bangsa, antara organisasi, antara tetangga bahkan antara anggota keluarga. Dan ini sudak mulai terjadi dalam skala yang belum berbahaya.
Alhamdulillah, 2 organisasi Islam terbesar di Indonesia NU dan Mohammadyah telah bersatu untuk melawan infiltrasi org. transnasional yang berfaham Wahabi yang masuk ke Indonesia melalui Hizbut Tahrir, mungkin PKS, FPI dll.
WASPADALAH !! WAHAI BANGSA KU INDONESIA !!!

hardi nugroho - Kamis, 6 Mei, 2010

Hanya orang-orang berilmu yang bisa memaknai buku itu atau buku apapun itu baik liberalisme atau apapun itu……orang yang mencaci buku itu atau penulisnya memang orang2x yang yng diliputi amarah dan kedengkian, kita boleh mengkritik tapi jangan mencaci dan memaki…..dan orang2x yang mendukung buku ini janganlah sampai takabur dan sombong karena merasa benar….Hanya orang2x berilmu yang dapat mengambil semua hikmah dari suatu peristiwa. Semoga kita termasuk orang2x berilmu dan bukan orang2x yang sesat. Amiinn…..

55. Ilusi Negara Islam : Buku Investigasi Kontroversi 2009 « Jurnal Toddopuli - Rabu, 26 Januari, 2011

[…] kali saya mendapat informasi buku tersebut dari blog Qitori, dan informasi lanjutannya di kompas. Buku tersebut rupanya sudah ramai dibicarakan beberapa hari […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: