jump to navigation

Alvin Lie: KPU Sangat Tak Bertanggung Jawab Senin, 1 Juni, 2009

Posted by Quito Riantori in Apa Kabar Indonesia?, News.
trackback

alvin-lie1

Antara – Senin, 1 Juni

Jakarta (ANTARA) – Penambahan jumlah pemilih pada DPT sekitar lima juta orang dan tidak adanya jaminan akan tidak munculnya pemilih fiktif pada pilpres mengakibatkan KPU dinilai sangat tidak bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya .

“Saya merasa heran, begitu banyaknya warga yang tidak memilih (pada pemilihan legislatif) kemarin, kok bertambahnya cuma lima juta orang,” kata anggota DPR, Alvin Lie di Jakarta, Senin.

Selain penambahan pemilih pada daftar pemilih tetap (DPT) yang dianggap sedikit, menurut Lie, KPU juga dinilai sangat tidak bertanggung jawab karena tidak menjamin tiadanya pemilih fiktif pada pilpres yang akan diselengarakan pada 8 Juli 2009.

Ia meragukan kemungkinan pilpres berlangsung secara jujur dan adil karena tidak adanya jaminan dari KPU tersebut.

Alvin Lie juga menilai KPU tidak memiliki niat yang baik karena tidak bekerja maksimal untuk mendapatkan DPT secara utuh.

Ia mempertanyakan efektifitas spanduk, brosur dan iklan layanan televisi yang dilakukan KPU yang diperkirakan menghabiskan anggaran cukup besar.

Idealnya, kata Alvin Lie, anggaran itu akan lebih efektif jika dipergunakan untuk mengerahkan petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) guna mendata dan mendatangi rumah warga supaya mendapatkan jumlah DPT yang sebenarnya.

Pendataan secara langsung akan lebih efektif karena akan muncul komunikasi personal antara warga dengan petugas PPS, dibandingkan sekedar spanduk atau iklan televisi agar warga mendatang TPS.

“Memangnya, setiap orang selalu menonton televisi. Belum tentu juga warga sempat mendatangi TPS,” kata fungsionaris DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

“Perlu diingat, memilih adalah hak warga, bukan kewajiban warga,” kata angota Komisi VII DPR itu menambahkan.

Sudah makimal

Namun sebaliknya, fungsionaris DPP PKS, Almuzammil Yusuf menilai kinerja KPU sudah cukup maksimal meski hasilnya belum sesuai dengan harapan.

“Dilihat dari apa yang sudah dilakukan, saya kira kinerja KPU sudah maksimal. Tinggal menunggu kepedulian masyarakat saja,” katanya.

Hanya saja, kata Almuzammil Yusuf, KPU perlu melakukan penyempurnaan terhadap kekurangan yang terjadi seperti mensosialisasikan ancaman hukuman terhadap masyarakat yang memilih dua kali.

Jika ketentuan itu belum ada, maka KPU dapat mengajukan usulan kepada pemerintah untuk mengeluarkan peraturan pengganti undang-undang (perppu).

Hal itu sebagai antisipasi dari tidak adanya jaminan terhadap tiadanya pemilih pemilih fiktif , kata Ketua Departemen Politik, Pertahanan dan Keamanan DPP PKS itu.

Sebelumnya, KPU menetapkan pemilih pada DPT pilpres sebanyak 176.367.056 orang atau mengalami kenaikan sekitar lima juta dari DPT pemilu legislatif sebanyak 171.068.667 pemilih.

“Jumlah tersebut terdiri dari 175.233.318 pemilih dalam negeri dan sisanya adalah pemilih luar negeri,” kata anggota KPU Andi Nurpati dalam konferensi pers usai rapat pleno penetapan DPT di Kantor KPU Jakarta, Minggu (31/5).

__________________

Sumber : Antara

Iklan

Komentar»

1. Quito Riantori - Senin, 1 Juni, 2009

KPU terdiri dari orang-orang tidak punya malu dan harga diri!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: