jump to navigation

Anda Putra Ali bukan Putra Rasul Saw! Rabu, 3 Juni, 2009

Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt, Artikel.
trackback

Imam Musa Kazim (a.s)5

Raja Harun al-Rasyid merasa terganggu jika mendengar masyarakat Muslim banyak memanggil Imam Musa al-Kazhim as dengan panggilan “Ibnu Rasul” yang artinya putra Rasulullah Saw, padahal menurutnya Rasulullah Saw tidak mempunyai keturunan laki-laki, sehingga menurut dia nasab Nabi Saw terputus.

Pada suatu kesempatan Harun al-Rasyid meminta Imam Musa al-Kazhim as untuk menemuinya.

Harun : “Mengapa Anda membiarkan masyarakat menasabkan diri Anda kepada Nabi Saw dan mereka memanggil Anda, “Ya Ibna Rasul – Wahai Putra Rasulullah” padahal, Anda adalah putra Ali (bukan putra Rasul), dan seseorang hanya dinasabkan kepada ayahnya. Sementara Fatimah hanyalah wadah. Nabi Saw adalah kakek atau moyang Anda dari pihak ibu Anda.”

Imam Musa : “Kalau Nabi Saw dibangkitkan, lalu menyampaikan kemuliaan Anda kepada Anda, akankah Anda menyambutnya?”

Harun : “Subhanallah! Mengapa saya tidak menyambut beliau? Saya akan membanggakan diri di hadapan bangsa Arab dan kaum non-Arab.”

Imam : “Akan tetapi, beliau tidak mengatakannya kepada saya dan saya pun tidak ingin mendahuluinya.”

Harun : “Anda benar. Akan tetapi, mengapa Anda sering mengatakan, “Kami keturunan Nabi Saw” padahal Nabi tidak memiliki keturunan? Sebab, keturunan itu dari pihak laki-laki, bukan dari pihak perempuan. Anda dilahirkan oleh putri Nabi (Fathimah). Oleh karena itu beritahukan kepada saya argumen Anda dalam masalah ini, wahai putra Ali. Anda dapat menegaskannya kepada saya dengan dalil dari Kitab Allah. Anda, wahai putra Ali, mengaku bahwa tidak turun dari kalian sedikit pun dari Kitab Allah itu, baik alif maupun wawu melainkan memiliki penakwilannya. Kalian berargumen dengan firman-Nya ‘Azza wa Jalla, “Tidaklah Kami alfakan sesuatu pun di dalam al-Kitab.” (QS al-An’am [6]: 38). Jadi, kalian tidak lagi memerlukan pendapat dan qiyas dari ulama lain.”

Imam : “Izinkanlah saya untuk menjawab.”

Harun : “Silahkan”

Imam : “Aku berlindung kepada Allah dari (godaan) setan yang terkutuk. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. “Dan dari keturunannya (Nuh) yaitu Dawud, Sulaiman, Ayyub, orang-orang yang berbuat baik, dan Zakaria, Isa, dan Ilyas semuanya termasuk orang-orang yang shalih.” (QS al-An’am [6]: 84-85). Lalu, siapa ayah Nabi Isa?

Harun : “Isa tidak memiliki ayah.”

Imam : “Tetapi, mengapa Allah Azza wa Jalla menisbatkannya kepada keturunan para nabi melalui ibunya, Maryam as? Maka demikian pula kami (Ahlul-Bayt) dinisbatkan kepada keturunan Nabi Saw melalui ibu kami, Fathimah as! Maukah saya tambahkan penjelasannya?”

Harun: “Tentu!”

Imam : “Allah Swt berfirman, “Siapa yang membantahmu tentang kisah `Isa sesudah datang pengetahuan yang meyakinkanmu maka katakanlah (kepadanya), “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, perempuan kami dan perempuan kamu, diri kami dan diri kamu. Kemudian marilah kita ber-mubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang berdusta.” (QS Ali Imran [3]: 61). Tidak seorang pun mengaku bahwa ia disertakan Nabi Saw ke dalam jubah (al-kisa) ketika bermubahalah dengan kaum Nasrani kecuah Ali bin Abi Thalib as, Fatimah as, al-Hasan as, dan al-Husain as. Seluruh kaum Muslim sepakat bahwa maksud dari kalimat abna’ana (anak-anak kami) di dalam ayat mulia tersebut adalah Hasan dan Husain as, dan maksud nisa’ana (perempuan kami) adalah Fathimah al-Zahra as dan maksud kata anfusana (diri kami) adalah Ali bin Abi Thalib as.”

Harun : “Anda benar, wahai Musa!”

________________________________

Dikutip dari Allamah al-Tabarsi Abu Manshur Ahmad bin Ali di dalam kitabnya al-Ihtijaj JUz 2.

Iklan

Komentar»

1. ad - Rabu, 3 Juni, 2009

iya ya……

2. ABHusin - Selasa, 9 Juni, 2009

….. IMAM MAHDI IBNUL RASUL …..

IBNUL RASUL / PUTRA RASUL SAW : Kalo Sayyidina Musa Al-Kazim itu diberikan gelaran Ibnul Rasul, makanya Imam Mahdi yg dinanti-nantikan itu sepantasnya juga bisa diberikan panggilan “Imam Mahdi Ibnul Rasul”. Dari kerana Imam Mahdi itulah yang sebenar-benarnya Nasab Ahlul Bait yang bakal bagi kenyataan dan penampilannya bakat-bakat dan wataknya Kanjeng Rasul SAW itu. Kerana Dianya itu terbit dari Sulbinya Rasul SAW…

RASUL TIADA ZURIAT LELAKI : Kalo mengikut sejarahnya, dari isterinya tercinta Siti Khadijah, Rasul ada zuriat anak lelaki, tetapi mereka telah wafat tatakala masa kecilnya lagi. Salah seorangnya adalah ” Sayyidina Qassim “. Maka sebab itu ada kalanya Rasul SAW itu diberikan dengan panggilan ” Ya Abu Qassim…” – Wahai Bapa kepada Sayyidina Qassim….. Wafatnya Sayyidina Qassim makanya amatlah berdukacitanya Paduka Rasul, kerana tiada zuriat lelaki penyambong zuriat warisannya Nabi. Miracle, miracle, miracle….

NASAB AHLUL BAIT : Apa yg kita tahu penyambong zuriatnya Nasab Rasul SAW itu adalah dari anakandanya Siti Fatimah dengan Sayyidina Ali. Maka sejarah telah mencatitkan dari pernikahan mereka telah dikurniakan dengan dua orang Putra. Makanya dari kedua cucuanda Rasul yaitu Sayyidina Hassan dan Sayyidina Hussein itulah sebagai penyambong zuriat keturunan Nasab Ahlul Bait, tempat Rasulullah SAW mencurahkan kasih sayang…..

AL-HASSAN & AL-HUSSEIN : Antara keduanya cucunya itu kedua-duanya disayangi, tetapi antara keduanya itu yang mana satukah idamannya jantongnya hati…?? Tetapi entah kenapa sayangnya Baginda SAW kepada Al-Hussein bukan kepalang. Apabila ada sesuatu berlaku terhadap Al-Hussein yang menyebabkan Al-Hussein menangis, maka akan bergegaslah Baginda SAW memeluk erat Al-Hussein, bercucuran air matanya Baginda SAW : ” Apalah malangnya nasib kamu wahai anakanda-ku. Kamu itu adalah Aku. Aku ini adalah Kamu…..” Baginda SAW amat kasyaf, apa yang bakal menimpa Ahlul Bait telah diketahuinya…..

IMAM MAHDI PENYAMBONG WARISAN : Sabdanya : ” Barangsiapa menyintai Ahlul Bait sesungguhnya dia menyintai akan Daku. Barangsiapa menyakiti Ahlul Bait bererti sesungguhnya dia memusuhi akan Daku….” Yang satu mati diracun, yang satu lagi mati dipancong…. Nasab-nasabnya yang terselamat sempat melarikan diri meneruskan warisan, yang sekarang ini berkembang biak bertaburan diserta dunia…..

Makanya dari “YANG BANYAK” itulah yang akan terbit “YANG SATU”. Kerana Yang Satu itulah yang dinanti-nantikan itu yang bakal “PENGGANTI PENYAMBONG WARISAN”… Miracle, miracle, miracle…..

Wallahualam…..

(Ahlul Bait Al-Hussein Prophecies…..)

Maap / Salam / Damai Selalu…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: