jump to navigation

“Pilpres Satu Putaran” adalah Ungkapan Kesombongan Jumat, 19 Juni, 2009

Posted by Quito Riantori in Apa Kabar Indonesia?.
trackback

JAKARTA, — Pakar politik dari LIPI, Dr Hermawan Sulistio, menilai segala strategi kampanye capres, termasuk publikasi besar-besaran “Pilpres Satu Putaran” yang dianggap sebagai suatu sikap keangkuhan (jumawa), bisa berisiko tak disukai rakyat pemilih.

Ketua PB HMI periode 2003-2005,Hasanuddin dan Ade Reza Hariyadi (salah satu Ketua Presidium Pusat GMNI periode 2005-2007), berpendapat, iklan tersebut selain melecehkan demokrasi serta konstitusi, juga menggiring opini publik seolah-olah pilpres sudah dimenangkan capres tertentu.

Padahal menurut pengamat politik Bachtiar Effendi, untuk memenangkan Pemilu Presiden (Pilpres) satu putaran merupakan langkah berat bagi calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) karena undang-undang mengatur tidak hanya persentase perolehan suara, tapi juga tingkat sebaran pemilih per daerah.  “Peraturan ini menyulitkan capres bisa menang satu putaran. Selain harus menang 50 persen plus satu, juga ada ketentuan tingkat penyebaran pemilih,” katanya, di Jakarta, Kamis (11/6).

Dia mengatakan, capres bisa saja menang satu putaran apabila mengantongi 75- 80 persen suara karena ini bisa mencakup persebaran wilayah.”Namun hal ini sulit diraih karena persaingan yang ketat antar capres saat ini,” katanya.

Ditanya prediksi siapa yang akan memenangkan Pilpres, Bachtiar Ali mengatakan, mengacu pada hasil survei lembaga-lembaga riset belakangan sangat sulit diprediksi. “Hasilnya sangat fluktuatif dan bisa berubah secara dinamis menjelang Pilpres 8 Juli mendatang,” katanya.

Dia memperkirakan dalam waktu tiga minggu ke depan bisa saja terjadi perubahan dukungan pada masing-masing capres-cawapres. Perubahan dukungan bisa terjadi manakala ada kejutan-kejuatan yang luar biasa, seperti capres-cawapresnya bermasalah,  dan intensitas kampanye  yang dilakukan sungguh-sungguh mempengaruhi pikiran masyarakat.

“Saya melihat ada kecenderungan peningkatan suara pasangan Jusuf Kalla-Wiranto dan Megawati Prabowo. Sementara suara SBY-Boediono konstan,” katanya. Karena itu, dia memperkirakan pada putaran pertama ini akan bertarung ketat antara JK-Wiranto dengan Megawati-Prabowo, untuk memperebutkan suara SBY-Boediono.

Sementara dukungan pada JK-Wiranto, kata Bachtiar, semakin mendekati  SBY-Boediono.”Saya memperkirakan apabila pada putaran kedua nanti yang bertarung adalah SBY-Boediono dan JK-Wiranto,  maka ini akan menjadi pertarungan yang seru,” katanya.

Dia mengatakan Jusuf Kalla yang lebih terlambat dari SBY dalam persiapan capres, belakangan lebih intensif dalam mengampanyekan program-programnya sehingga masyarakat menjadi tahu kemampuannya. “Ketika tampil dalam acara Kadin, JK tampil menarik dengan bahasa yang lugas dan cerdas,” katanya.

Sementara Megawati, katanya, juga tampak lebih menonjol dibandingkan pada 2004. Apalagi dengan didukung pasangannya, Prabowo Subianto. “Karena itu saya melihat kedua pasangan ini dukungan yang diperolehnya makin meningkat. Sementara SBY-Boediono konstan karena tidak terlihat ada upaya yang lebih ekstra dari tim kampanye,” kata Bachtiar.

Dia mengatakan, apabila terjadi “rematch” (pengulangan) antara SBY dengan Megawati pada putaran dua pilpres, maka pertarungan akan menjadi kurang menarik.

______________

Sumber : Kompas.com

Iklan

Komentar»

1. nuarta - Jumat, 19 Juni, 2009

Merdeka !!!
Selamat Berjuang Ibu Megawati Seokarno Putri, Semoga Ida Hyang Widi Wasa Tuhan Yang Maha Esa, memberikan restu untuk Ibu kembali memimpin Bangsa ini.

2. DIANTKOARS - Kamis, 25 Juni, 2009

SEMOGA PILPRES 8 JULI 2009 AMAN DAN SUKSES TIDAK ADA GANGGUAN YANG BERARTI……DAN SIAPAPUN YANG MENANG AGAR MEMPUNYAI JIWA PELAYAN BANGSA DAN RAKYATNYA SEPERTI PRESIDEN IRAN AHMAD DINEJAD…..AMIN

3. Ridwan - Kamis, 2 Juli, 2009

awalnya kami melihat SBY adalah sosok presiden yang sangat siap karena ia meminang cawapres dari non partai. ini terlihat dari keberanian dia mencari dukungan sebagian dari non partai dan juga sepertinya ia keliahatan sudah matang dalam strategi menjalankan pemerintahan. tetapi karena hasilnya demokrat menang SBY jadi sombong. Harusnya SBY tidak boleh sombong begitu dengan mengatakan pilpres satu putaran dan juga keberhasilan dalam pemerintahan indonesia. harusnya dia memaparkan visi dan misi saja tidak perlu agresif dengan melakukan hal – hal tersebut. jujur saja, saya dan keluarga tadinya respect sekali dengan SBY, tetapi karena kesombongannya itu, pemilu nanti kami tidak akan memilihnya ya walaupun kami tau tidak terlalu berpengaruh dari 12 keluarga besar kami. tetapi kami akan memilij yang rendah hati.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: