jump to navigation

Siapakah Orang Yang Paling Dicintai Allah dan Rasul-Nya? Senin, 22 Juni, 2009

Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt.
trackback

ImamAliBattle

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya  kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas , lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Maidah [5] ayat 54)

Ketika perang Khaibar berlangsung, Rasulullah Saw bersama kaum Muslim berhasil mengepung Khaibar, salah satu benteng kaum Yahudi.

Nabi Saw pun memberikan bendera kepada Abu Bakar dan mengirimnya dengan sebuah pasukan untuk menaklukkan benteng Khaibar. Akan tetapi, Abu Bakar kembali dengan kekalahan dan tidak mampu menaklukkannya.

Kemudian Nabi Saw mengambil bendera itu dan memberikannya kepada Umar bin al-Khaththab. Beliau mengutusnya kembali dengan sebuah pasukan untuk menaklukkan Khaibar. Akan tetapi, Umar juga kembali dengan kekalahan.

Ketika Nabi Saw melihat kelemahan dan kekalahan para sahabatnya dalam memerangi kaum Yahudi, beliau marah kepada mereka dan mengambil bendera itu seraya berkata, “Sungguh besok aku akan memberikan bendera ini kepada seorang laki-laki yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dan Allah dan Rasul-Nya pun mencintainya, yang menyerang tanpa mundur dari medan perang. Laki-laki ini tidak akan kembali hingga Allah memberikan kemenangan dengan kedua tangannya!

Dalam seruannya itu, Nabi Saw tak lupa memberikan ancaman kepada mereka yang mundur dari medan tempur.

Pada malam itu juga, kaum Muslim melewati malam mereka sambil memikirkan ucapan Rasulullah Saw tadi, siapakah orang yang beliau maksudkan itu?

Ketika pagi hari tiba, mereka berkumpul di samping Rasulullah sementara bendera itu masih berada di tangan beliau. Orang-orang (para sahabat) berharap diserahi bendera itu, atau mereka mengira bahwa beliau akan memberikan bendera itu kepada mereka.

Akan tetapi, Nabi Saw menyapu pandangannya kepada orang-orang di sekelilingnya. Beliau mencari saudaranya Ali bin Abi Thalib tapi tidak menemukannya. Kemudian beliau bertanya, “Di manakah putra pamanku, Ali?

Jawaban serentak dari seluruh penjuru, “Dia sedang sakit mata, wahai Rasulullah!”

Nabi Saw berkata, “Bawalah ia kepadaku

Kemudian, mereka membawa Imam Ali as yang tidak dapat melihat apa yang ada di hadapannya. Imam Ali memberi salam dan Nabi Saw menjawab salamnya. Lalu, beliau bertanya, “Sakit apa engkau, wahai Ali?” Ali as menjawab, “Sakit kepala dan sakit mata”

Nabi Saw mengambil air liurnya yang penuh berkah dan mengusapkannya pada dahi Imam Ali as seraya berdoa, “Ya Allah lindungilah dia dari panas dan dingin.” Beliau pun berdoa bagi kesembuhannya. Akhirnya Imam Ali pun dapat melihat kembali.

Nabi Saw pun memberikan bendera itu kepada Imam Ali as seraya berujar, “Ambillah bendera ini. Malaikat Jibril ada di samping kananmu, malaikat Mikail ada di samping kirimu, kemenanganmu ada di hadapanmu dan ketakutan tertanam dalam hati musuh-musuhmu. Jika engkau sampai kepada mereka, kenalkanlah dirimu dan katakan, ‘Aku lah Ali bin Abi Thalib.’ Karena mereka telah membaca dalam kitab mereka bahwa orang yang menghancurkan dan menaklukkan benteng mereka bernama Eliya (dalam bahasa Yahudi dan Ali dalam bahasa Arab) dan itu adalah engkau, wahai Ali.

Ali as mengambil bendera itu dan bergegas menuju benteng-benteng Yahudi hingga sampai di benteng Khaibar yang merupakan benteng yang paling penting. Ia meminta seorang petarung. Kemudian Murhab keluar bersama sekelompok prajurit Yahudi.

Ali memukul mereka dua kali. Pada kali ketiga, ketika mereka menyerang, Ali menyambut mereka dan menghujamkan pedangnya ke kepala Murhab hingga menembus gigi-giginya dan tubuhnya roboh di atas tanah. Dan akhirnya dicatatlah kemenangan bagi kaum Muslim.” *]

Al-Suyuthi dalam Tarikh al-Khulafa’, Ibn Hajar dalam al-Shawaiq, dan al-Dailami dalam Firdaws al-Akhbar meriwayatkan hadis melalui sanad mereka dari ‘Umar bin al-Khaththab: “Ali bin Thalib telah diberi 3 karunia. Padahal, satu saja dari ketiga karunia itu lebih aku sukai daripada humrun ni`am (nama unta Rasulullah Saw).” Kemudian Umar ditanya tentang ketiga karunia tersebut menjawab, “(1) Pernikahannya dengan Fathimah putri Nabi Saw, (2) tempat tinggalnya di dalam masjid bersama Rasulullah Saw sehingga halal baginya apa yang halal bagi Nabi Saw, dan (3) dialah yang diserahi bendera pada hari Perang Khaibar.” **]

________________

Catatan Kaki :

*] 1. Ibn al-Shabbagh dalam al-Fushal al-Muhimmah mengutip hadis itu dari Shahih Muslim.

2. Imam al-Nasa’i dalam kitabnya, al- Khashaish Amirul Mu’minin ‘Ali, hlm. 7

**] 1. Al-Hakim di dalam kitabnya, Mustadrak. Juz 3: 125

2. Ibn Hajar al-Haitsami dalam al-Shawaiq, hlm. 78

3. Ahmad bin Hanbal dalam Musnad Ahmad

4. Ibn Katsir al-Dimasyiq dalam al-Bidayah wa al-Nihayah Juz 7: 341

5. Muttaqi al-Hind al-Hanafi dalam Kanz al-‘Ummal Juz 6:339 hadis no. 339

Iklan

Komentar»

1. ishak ginting - Jumat, 26 Juni, 2009

Salam Pak Quito

Artikel nya cukup menambah wawasan, beberapa diktat sirah yang pernah saya baca memang menceritakan hal yang sama, tapi untuk cuplikan bahwa perkataan Rasul “Sungguh besok aku akan memberikan bendera …..” adalah karena marahnya Rasul kepada Abu Bakar dan Umar, itu belum pernah baca euy,

2. Quito Riantori - Kamis, 25 Maret, 2010

@ishak ginting
Tolong anda perhatikan & renungkan kalimat Nabi Saw ini :
“…yang menyerang TANPA MUNDUR dari medan perang. Laki-laki ini TIDAK AKAN KEMBALI hingga Allah memberikan kemenangan dengan kedua tangannya!”…Terima kasih atas kunjungan Anda.

3. Kisah Cinta Sayidina Ali: Pembuka Kemenangan Atas Benteng Khaibar | bambangbelajar - Senin, 18 November, 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: