jump to navigation

Nilai Ibadah Tidak Didasarkan Pada Hasil Rabu, 15 Juli, 2009

Posted by Quito Riantori in Bilik Renungan.
trackback

beautyflowerKatakanlah, “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya (syakilatihi) masing-masing. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.” (Al-Qur’an Surat al-Isra’ ayat 84)

Diriwayatkan dari Imam al-Shadiq as, bahwa beliau berkata, “Niat itu lebih utama daripada amalnya. Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya niat itu adalah amal”, kemudian beliau membaca ayat : ”Katakanlah : ”Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya (syakilatihi) masing-masing”, yaitu menurut niatnya. 74]

Islam telah mengikatkan nilai suatu ibadah dan kerja berdasarkan niatnya. Dengan demikian, Islam memisahkan nilai dan hasil suatu kerja atau ibadah seseorang. Nilai sebuah perbuatan dalam Islam tidak didasarkan pada hasil atau pencapaian yang dihasilkan oleh para pelaku, akan tetapi pada niat yang melatarbelakanginya, kesucian, serta besarnya kesungguhan di dalam usaha atau ibadah seseorang.

Contohnya, orang yang berhasil menemukan obat sebuah penyakit berbahaya telah menyelamatkan nyawa jutaan orang. Allah tidak menilai seberapa besar hasilnya juga jumlah orang yang telah terselamatkan dari kematian. Allah Swt  menilainya dari perasaan dan keinginan yang terbentuk di dalam niat sang penemu.

Jika usaha penemuannya itu hanya untuk mendapatkan keuntungan jutaan dollar, perbuatan ini tidak Allah anggap sebagai pengabdian yang memiliki nilai, kecuali semata-mata komersial. Karena motif seperti ini tidak berbeda dengan seseorang yang menemukan suatu penemuan, senjata pemusnah, misalnya, yang mana usahanya itu didorong untuk memperoleh keuntungan finansial.

Sebuah perbuatan baik dan dianjurkan jika niat yang melatarbelakanginya berada di luar pengaruh ego, dan dilakukan semata-mata demi Allah dan hamba-hamba-Nya. Semakin besar penafian diri seseorang, maka semakin tinggi nilainya dalam pandangan Tuhan. 75]

Rasulullah saww bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak melihat kepada (bagusnya) tubuh-tubuh kalian, tidak juga kepada (cermatnya) perhitungan kalian, tidak juga pada (banyaknya) harta-harta kalian, melainkan Dia melihat kepada hati kalian. Karena itu barangsiapa yang memiliki hati yang shalih niscaya Allah menyayanginya” 76]

Laa hawla wa laa quwwata illa billah.

___________

Catatan Kaki :

74] Wasail al-Syi’ah 1 : 36

75] Ayatullah Syahid Muhammad Baqir al-Shadr Aspek Filosofis Ritual Islam, Jurnal al-Huda Vol. II, No. 4, 2001.

76] Mizan al-Hikmah 10 : 272, hadits no. 20656

Komentar»

1. hadi - Rabu, 15 Juli, 2009

Salam

Mas…kok rujukannya tiada tapi nombornya ada?
Namun kupasan yg sgt bagus buat dipelajari semua orang ttg ajaran Ahlul Bayt as…mohon izin utk disebar ya..

Quito Riantori - Rabu, 15 Juli, 2009

Silahkan disebarkan. Catatan kaki akan saya susulkan, insya Allah…

2. Ardi - Kamis, 16 Juli, 2009

Assalamu’alaikum..

salam kenal Mas….
aku juga mau sebarkan tapi rujukannya belum ada …
ditunggu secepatnya Mas Qitori…

Wassalam

3. pak yeh - Kamis, 16 Juli, 2009

Ya. Niat ialah yang benar …kerana Allah. Tulis buku agama kerana nak jadi kaya…yang dapat kaya sahaja… tetapi tidak dapat Allah.
Ibadah yang paling tinggi ialah ZikirAllah di mana setiap perbuatan itu adalah atas untok kepentingan Allah. Kepentingan Allah adalah kepentingan Rakyat.
Mari kita hidupkan Revolusi Ketuanan Allah/ketuanan Rakyat. !!

http://warongpakyeh.blogspot.com

4. Quito Riantori - Jumat, 17 Juli, 2009

Wa’alaykum salam…
Sudahj saya taruh catatan kakinya.

Salam

5. Ruchijat - Kamis, 23 Juli, 2009

Mari kita sama-sama meluruskan niat kita , mudah-mudahan ada dalam ridla Allah SWT


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: