jump to navigation

Prabowo akan di-Saddam Husein-kan Selasa, 21 Juli, 2009

Posted by Quito Riantori in Apa Kabar Indonesia?.
trackback

Tulisan ini adalah resume sementara, dikumpulkan dari beberapa analisa beserta kesimpulannya yang bertebaran di dunia maya, serta di beberapa sumber berita yang memuat berita tentang Bom yang diledakkan di hotel JW Marriot dan hotel Ritz Carlton di Jakarta pada hari Jumat 17 Juli 2009 yang lalu.

1. Teroris tidak menginginkan kedatangan Manchester United di Jakarta.

Kesimpulan ini lebih didasari oleh analisa yang melihat akibat dari bom itu telah mengakibatkan Manchester United hanya main di Kuala Lumpur Malaysia, dan membatalkan kedatangannya ke Jakarta.

Tentulah ini mengakibatkan (Kuala Lumpur) Malaysia kembali berhasil menambah keunggulannya atas (Jakarta) Indonesia. Seperti kita ketahui bersama, dalam beberapa hal, semisal di bidang olahraga otomotif tingkat dunia, sirkuit Sepang juga mengungguli sirkuit Sentul.

Belum lagi jika kita bicara soal keunggulan Malaysia atas Indonesia, seperti Kuala Lumpur telah mempunyai angkutan Monorail sedangkan Jakarta baru punya tiang betonnya saja. Petronas sebagai BUMN-nya Malaysia punya SPBU di Indonesia, sedangkan Pertamina sebagai BUMN-nya Indonesia tidak punya SPBU di Malaysia.

Malahan rumornya, saat ini Indonesia phobia dengan BUMN, ditambah dengan hobinya memprivatisasi BUMN. Katanya agar BUMN menjadi maju dan berjaya, maka Pertamina pun katanya juga direncanakan akan diprivatisasi. Sedangkan Malaysia, BUMN-nya tak diprivatisasi tapi kok malah berjaya dengan merambah dimana-mana ikut merajai dunia usaha di Indonesia.

Warganegara Indonesia banyak yang merantau ke malaysia. Jujur, kebanyakan menjadi buruh dan pembantu rumah tangga. Sedangkan warganegara Malaysia ada juga yang merantau ke Indonesia. Bedanya, mereka beberapa diantaranya duduk sebagai petinggi di perbankan swasta Indonesia yang sahamnya telah dibeli oleh perusahaan asal Malaysia.

Kekesalan Indonesia yang bertumpuk kepada Malaysia itu, ditambah dengan kekecewaan karena Manchester United gagal datang ke Jakarta, ditimpali dengan media massa yang meyakini bahwa biang kerok terorisme di indonesia adalah warganegara Malaysia.

Foto para warganegara Malaysia yang menjadi pemimpin teroris ini dipampang di tepat-tempat umum di penjuru Indonesia. Media massa juga rajin memberitakannya, tak lupa selalu dibumbui cerita bahwa mereka adalah warganegara Malaysia.

Maka resultantenya adalah bom ini untuk menggagalkan Manchester datang ke Jakarta, agar malaysia tetap unggul dibandingkan Indonesia. Salah satu dari analisa ini dapat dibaca dengan mengklik disini.

Jadilah Malaysia sebagai kambing hitamnya. Akibatnya benih-benih ini akan berpengaruh kepada tingkat hubungan dari dua bangsa yang serumpun ini di masa datang. Tingkat keakraban dua bangsa ini akan sulit mencapai tingkatan seperti dahulu yang pernah terjadi pada era pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia dan Mahatir Muhammad di Malaysia.

Hal-hal seperti ini secara jangka panjang akan kurang baik jika terus dipelihara dan biarkan serta tak dicarikan solusinya oleh kedua pemimpin pemerintahan di kedua negara. Mengingat, pada masa lalu, katanya pernah diramalkan bahwa kebangkitan peradaban Islam akan bangkit namun bukan dari jazirah Arab, melainkan justru dari asia Tenggara. Dimana Malaysia dan Indonesia akan sebagai motor utamanya. Maka rusaknya hubungan kedua negara ini akan menggagalkan terwujudnya ramalan itu.

Tesisnya Samuel Hutington bahwa peradaban Barat pada suatu waktu nanti akan mendapatkan tantangan atau pesaing yang serius dari potensi kemajuan yang akan dicapai oleh peradaban timur, yang dimotori oleh peradaban Islam dan peradaban konfusion, sementara menjadi tergagalkan secara premature dengan cara yang sangat canggih dan sistematis.

2. Teroris ingin mengalihkan perhatian masyarakat dari beberapa isu tentang silang sengketa Hasil pilpres dan soal KPK.

Perhatian masyarakat itu tergantung dari apa berita utama yang disuguhkan oleh media massa arus utama, baik itu media cetak maupun media televisi. Berita yang seru dan sensasional tak mungkin akan dilewatkan begitu saja oleh Media. Ini adalah hukum bisnis yang biasa saja, karena rating adalah tolok ukur segalanya.

Kemarin sewaktu kampanye, telah terbukti bagaimana ceritanya si Jelita Manohara dan kasus Ambalat yang membangkitkan rasa nasionalisme itu cukup ampuh dalam memalingkan perhatian masyarakat. Sekalipun peristiwa-peristiwa itu terjadinya ditengah serunya ajang kompetisi kampanye yang lagi pada puncak seru-serunya.

Namun, sebuah berita bagaimanapun serunya dan kaya warnanya untuk dikupas dari segala sisinya, tentulah punya siklus masa hidup pemberitaannya. Demikian juga tak terkecuali dengan Manohara dan Ambalat. Selesai waktu pencontrengan, selesai juga cerita Manohara dan Ambalat.

Mencuatlah cerita-cerita baru tentang KPK, yang katanya telah menjadi superbody yang over wewenang. Sehingga tak ada salahnya jika KPK dirubah namanya menjadi kepanjangan dari Komisi ‘Pencegahan’ Korupsi. Untuk membaca soal ini silahkan mengklik disini.  Belum lagi soal Tabulasi Suara dan keterlibatan IFES sebuah lembaga nirlaba dari Amerika Serikat dalam proses penghitungan suara hasil Pilpresnya. Untuk membaca soal ini silahkan mengklik disini.

Singkat kata, terjadi kisruh wacana soal pasca Pilpres yang telah terlaksana dan sukses dalam satu putaran saja. Walau sudah ada bantahan, namun isu belum kunjung mereda, bahkan seperti hilang satu tumbuh seribu.

Tiba-tiba bom meledak di hotel JW Marriot dan hotel Ritz Carlton. Maka seperti yang dipaparkan dimuka, bahwa berita yang seru dan sensasional itu tak akan mungkin dilewatkan begitu saja oleh Media.

Jadilah bom dikatakan membawa berkah memalingkan perhatian masyarakat dari semua berita-berita yang seru diperdebatkan sebelumnya. Salah satu diantara beberapa artikel yang mengulas tentang analisa soal ini dapat dibaca dengan mengklik disini.

Memang belum ada satupun artikel yang sampai tega membuat analisa bahwa bom ini sengaja dirancang dengan tujuan sebagai pengalih perhatian. Namun sebatas hanya dikatakannya sebagai membawa sampingan dan berkah manfaatnya dalam soal keberhasilan mengalihkan perhatiannya masyarakat saja.

3. Teroris ingin membunuh sejumlah Top Eksekutif dari Perusahaan Asing bidang Migas dan Pertambangan.

Analisa ini mengaitkan pemilihan hotel sasarannya, pemilihan hari peledakannya yang malahan mendahului kedatangannya selebritis tingkat dunia yaitu para pemain Manchester United, pemilihan jam peledakannya, lokasi ruangan targetnya yang spesifik pula. Hasil pengkaitan itu menimbulkan dugaan kuat bahwa bom ini ditujukan kepada sasaran target korbannya yang spesifik.

Hal ini diperkuat dengan adanya sejumlah korban dijajaran pejabat swata penting. Soal korban orang-orang penting ini dapat dibaca dengan mengklik disini.

Hal itu juga dikaitkan dengan adanya acara khusus yang digelar oleh Castel Asia, sebuah perusahaan jasa layanan inteljen, yang pada saat itu menggelar meeting khusus ‘Indonesia Country Program Breakfast Roundtable’.  Meeting itu dihadiri antara lain oleh Direktur Eksplorasi Freeport, Komisaris Freeport yang juga mantan Presdir Freeport, Presdir Anadarko Oil, CEO Alstom Power, CEO Thiess, Presdir Husky Energy, Presdir Holcim, CEO AEL Indonesia, Lawyer Kiroyan and Partner. Bahkan katanya, Atase Perdagangan dari Kedubes Australia pun juga lagi berada disana.

Sekilas tentang seluk beluk Castel Asia ini dapat dibaca dengan mengklik disini.

Sasaran yang spesifik itulah yang mengantarkan analisa ini pada kesimpulan bahwa bom ini ditujukan untuk membunuh para eksekutif warganegara Asing yang menjadi petingginya perusahaan-perusahaan Asing yang berbisnis bidang Migas dan Pertambangan di Indonesia. Salah satu analisa secara selengkapnya dapat dibaca dengan mengklik disini.

Menilik bahwa petinggi Freeport, perusahaan tambang asal Amerika serikat yang mempunyai kawasan tambang mega besar di Indonesia, menjadi korbannya. Dikaitkan dengan di kawasan tambangnya di papua telah terjadi beberapakali insiden bersenjata yang mendahului serta pararel dengan peristiwa pemboman ini, membuat ada dugaan bahwa bom Marriot Carlton ini berkaitan dengan kisruh di Freeport. Analisa hubungan ini dapat dibaca dengan mengklik disini.

Kemudian tentu ada yang menganalisa pula bahwa kedua analisa itu dapat disimpulkan siapa yang berada dibalik pemboman ini. Ada dugaan, entah berperan langsung atau tidak langsung, OPM Papua ada kaitannya dengan bom ini. Analisa yang mengkaitkan ini dapat dibaca dengan mengklik disini.

Pengkaitan bahwa OPM Papua terlibat agak sedikit kurang meyakinkan, mengingat disangsikan kemampuan dan ketrampilan serta jaringannya telah mampu menjadi eksekutor dalam soal bom kamikaze seperti yang terjadi di Jakarta ini. Walau tidak disangsikan bahwa ketidak puasan terhadap Freeport yang telah sekian lama menambang di Papua, tidaklah sebanding dengan manfaat yang telah dirasakan oleh para penduduk Papua. Soal ketidak puasan ini dapat dibaca dengan mengklik disini.

4. Bom berkaitan dengan Hasil Pilpres 2009.

Pidato Presiden pasca ledakan bom yang mengkaitkan bom ini dengan protes terhadap hasil Pilpres 2009, telah membuat keresahan di kalangan masyarakat. Lawan politiknya di Pilpres yang kemarin tentu gerah juga dituding akan membuat anarki terkait protes hasil pemilu. Berkait pidato Presiden ini dapat dibaca dengan mengklik disini.

Namun seharusnya disadari oleh semua pihak bahwa meski orang berbeda pandangan politiknya pada beberapa hal dengan pemerintah. Tapi sesungguhnya orang itu tidaklah bijaksana bila dituduh juga tidak punya komitmen mendukung pemerintah dalam setiap upaya penegakan hukum, menjaga keamanan dan mempertahankan NKRI. Berkait soal tuduhan dan bantahan ini dapat dibaca dengan mengklik disini.

Namun, sekalipun bom itu bukan didalangi oleh lawan politik Presiden, serangan bom teroris itu memberikan gambaran ada masalah dengan tingkat penerimaan atas keterpilihan Presiden. Kajian yang dibukukan dengan judul “Terrorist Attacks and Presidential Approval from 1949-2002″ memberikan gambaran bahwa ada korelasi yang menghubungkan antara serangan teroris terhadap tingkat penerimaan atau penolakan atas kinerja Presiden sebagai Kepala Negara. Analisa yang menjelaskan soal ini dapat dibaca dengan mengklik disini.

5. Bom berkaitan dengan Prabowo.

Pasca bom WTC 11 September 2001, rakyat Amerika Serikat menjadi gempar. Psikologis masyarakatnya teraduk-aduk antara kegeraman, kekhawatiran karena tertembusnya pertahaan Amerika serikat yang dibangga-banggakan itu, bercampur baur dengan kesedihan yang mendalam. Pada saat itu psikologis masyarakatnya tersatukan oleh peristiwa bom WTC itu.

Presiden George Bush dengan piawai memanfaatkan situasi psikologis rakyatnya yang sedang geram itu. Diciptakannya musuh bersama yang harus segera dihancur luluh lantakkan dengan segera. Masyarakat Amerika Serikat dalam situasi seperti itu, tentunya seia sekata mendukung Presidennya.

Presiden Bush langsung mengkaitkan peristiwa bom WTC itu dengan menuduh Saddam Husein turut membantu Al-Qaeda. Selain itu, Bush juga menuduh bahwa Saddam adalah ancaman terhadap perdamaian dunia karena menyimpan dan memproduksi senjata pemusnah massal. Singkat kata, Bush melontarkan berbagai tuduhan character assassination kepada Saddam Husein, tak lupa sembari menunjukkan bukti-bukti yang katanya merupakan data-data inteljen.

CIA dan FBI tentu saja tergopoh-gopoh memasok data-data yang dibutuhkan Presidennya untuk memperkuat tuduhan terhadap Sadaam husein itu. Singkat kata, tersajilah data lengkap yang menjustifikasi bahwa Saddam Hussein secara tak langsung terlibat bom WTC, dan oleh karena itu harus segera disingkirkan.

Saat itu, dunia tak bisa membantahnya. Wajar, karena siapa yang bisa membantah validitas data-data yang diajukan oleh CIA dan FBI. Lumrah pula jika rakyat Amerika Serikat sangat percaya dengan tuduhan Presidennya yang didukung dan diperkuat oleh pasokan data dari CIA dan FBI.

Namun, setelah dua kali masa periode jabatan Presiden, kemudian terbukti bahwa data-data CIA dan FBI itu patut disangsikan kevalidannya. Keterkaitan Saddam husein dengan Al-Qaeda sampai sekarang masih kabur kejelasannya. Senjata pemusnah massal pun tak ketahuan ujung pangkalnya.

Bisa jadi semua data inteljen yang dulu disodorkannya itu hanyalah sebuah rekayasa saja. Rekayasa yang bisa jadi atas permintaan Presidennya. Atau, sangat bisa jadi atas permintaan sekelompok kekuatan tertentu disekeliling Presiden Bush yang punya kepentingan mendorong Presidennya agar segera menyingkirkan Saddam Husein.

Berkait dengan bom Marriot Carlton ini, ada juga analisa yang mencoba mengkait-kaitkannya, walau disertai dengan harapan mudah-mudahan saja tak ada satu pun pihak mana pun juga yang dengan sengaja akan membuat kisahnya seperti bom WTC itu. sehingga akan menggiring susananya agar Prabowo seperti akan di-Saddam Husein-kan.

Begirulah memang suasana penuh rumor dan spekulasi, jika sudah ada satu pihak yang memulainya dengan menuduh pihak-pihak lain sebagai dalangnya. Analisanya pun beraneka macam rupa, ada yang mengaitkan dalangnya secara spekulatif dengan cara menduga-duga apa keuntungan yang diraihnya, itu dapat dibaca dengan mengklik disini.

Namun bisa juga bahwa ada sekelompok orang disekeliling Presiden, yang ingin mengadu domba Presiden dengan lawan politiknya. Tujuannya tentu untuk kepentingannya si pengadu domba itu. Analisa seperti ini dapat dibaca dengan mengklik disini.

6. Bom berkaitan dengan persiapan Pilpres 2014.

Analisa-analisa yang dilakukan oleh para amatiran, bukan agen inteljen, tentunya penuh dengan segala kelemahan dan kekurangan. Maka wajar saja jika tak ada satupun dari artikel-artikel itu yang membahas persoalan Bom Marriot Carlton ini secara utuh dan komprehensif. Pasti, antara satu artikel perlu dilengkapi oleh artikel yang lainnya yang saling berkaitan.

Semua resume dari kumpulan analisa-analisa diatas itu tentu demikian pula. Akan kelihatan tak ada kaitannya jika tak disimak satu persatu artikel di link-link terkaitnya dengan seksama. Namun itu tetap saja meninggalkan debatable dan pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawab.

Seperti misalnya, apa keuntungannya jika semua pihak sepakat untuk mempersalahkan Prabowo, atau paling tidak secara bersama-sama melakukan character assassination kepada Prabowo.

Konon katanya, di Pilpres 2014 nantinya, satu-satunya tokoh layer pertama yang masih mungkin berlaga adalah Prabowo sendirian saja. Ini karena Prabowo adalah tokoh termuda diantara mereka yang ada pada layer pertama. Sedangkan rival-rivalnya diyakini dari tokoh-tokoh yang sekarang ada di layer kedua atau bahkan tokoh baru yang akan dimunculkan dan didukung oleh tokoh dari layer pertama.

Keadaan ini tentu membuat Prabowo sedikit mempunyai keunggulan dibandingkan yang lainnya, yang akan jadi rival-rivalnya di Pilpres 2014 nantinya. Maka bisa jadi karena untuk menciptakan situasi yang akomodatif bagi para tokoh yang sekarang ada di layer kedua atau bahkan tokoh baru yang akan dimunculkan dan didukung oleh tokoh dari layer pertama, atau istilahnya untuk menciptakan equal playing field level maka Prabowo sepakat harus disingkirkan sekarang juga.

Situasi ini tentu riskan buat Prabowo, karena teman seiring pun bisa jadi akan mempunyai keinginan yang sama dengan mereka yang ingin menyingkirkannya. Tapi bisa jadi Prabowo akan cukup waspada karena pada masa lalu dengan kepentingan yang nyaris serupa, dirinya pernah diperlakukan serupa dan dikambing hitamkan oleh teman seiringnya maupun lawan diseberangnya.

Tentang siapa saja mereka yang berkepentingan menyingkirkan Prabowo agar terhenti langkah kariernya, menjegal retasan langkahnya ke 2014 nantinya, tentu perlu kajian dan bahasan tersendiri. Namun, walau mungkin tak berkaitan langsung, bolehlah dibaca sebuah analisa yang mencoba memperkirakan siapa gerangan capres terkuat di tahun 2014 nantinya. Untuk itu silahkan membaca dengan mengklik disini.

7. EGP aja.

Itu semua analisa yang hanya penting bagi mereka yang berkecimpung di dunia politik. Sedangkan bagi kita, rakyat jelata, yang paling sip adalah egp aja. Hanya persoalnnya, bagaimana agar hidup kita tak besar pasak daripada tiang. Untuk itu cobalah baca rasio pendapatan anda dengan biaya kehidupan anda nantinya dengan mengklik disini.

Namun, mengingat situasi yang lagi dipengaruhi ancaman bom teror yang dapat terjadi kapan saja. Maka ada baiknya, demi keselamatan diri kita dan keluarga kita, tak ada salahnya jika kita sedikit mempunyai pengetahuan dan pemahaman untuk mengetahui dimana saja lokasi-lokasi yang paling rawan dari ancaman bom teror para teroris ini. Untuk itu silahkan membacanya dengan mengklik disini.

Sudah amankah kita ?. Belum masih ada ancaman lainnya yang tak kalah membahayakan bagi kehidupan kita dan keluarga kita. Untuk itu sempatkan membaca dengan mengklik disini dan disini.

Akhirul kalam, hidup kita adalah milik-Nya. Cobalah baca kisah nyata kehidupan ( dengan mengklik disini )  agar kita semakin percaya bahwa hidup dan mati seseorang sudah ada ketentuannya, kalau memang belum waktunya, Allah akan memberikan jalan penyelamatan, dihindarkan dari bahaya. Amien Allahumma Amien Ya Karim.

Wallahualambishshawab.

PS : Salah dan janggal, mohon dimaafkan. Mohon dimaklumi ini ditulis oleh orang yang awam dengan dunia inteljen dan teror serta jaringan terorisme. Semata ini hanya upaya dari rakyat jelata tak berdaya juga tak bersenjata yang ingin memberikan sumbangsih pendapatnya bagi kejayaan negara dan bangsa Indonesia.

__________________

Sumber :

http://politikana.com/baca/2009/07/21/prabowo-akan-di-saddam-husein-kan.html

Komentar»

1. Ruslan - Jumat, 7 Agustus, 2009

Saya tdk stju dgn para pkar yg mengkrtk yg s-enaknya aja mbuat krtkan sprti itu. Klo menurut sya kta hrus mempunyai bkti dlu bru memgkrtik sprti itu.

2. motivasi259.blogspot.com - Sabtu, 8 Agustus, 2009

commend 123 luar biasa dahsyat artikel anda sangat bermanfaat bagi saya. dan jangan lupa berkunjung ke situs saya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: