jump to navigation

Wasiat Imam Ali bin Abi Thalib as kepada Imam Hasan as Selasa, 11 Agustus, 2009

Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt, Bilik Renungan, Khazanah Hikmah Ahlul-Bayt, Mutiara Kearifan.
trackback

Imam Ali

Bagian ke – 2

Dan anjurkan kebaikan, supaya engkau tergolong dari ahlinya dan cegahlah kemungkaran dengan tangan dan lidahmu, dan hindarilah (bergaul dengan) orang yang (suka) berbuat munkar sekuat tenagamu, dan berjuanglah untuk menegakkan kalimatullah dengan sesungguhnya, dan jangan menghiraukan celaan orang ketika menegakkan kalimatullah.

Selamilah (tempuhlah) segala jalan perjuangan untuk mempertahankan kebenaran dimana pun (engkau) berada. Dan pelajari benar-benar tuntunan agama. Dan biasakan (latih) lah dirimu (untuk) bersabar menghadapi kesukaran, (karena) sebaik-baik sifat sabar adalah (ketika engkau) mempertahankan kebenaran.

Sandarkan dirimu kepada Tuhanmu dalam segala hal (urusan), maka sesungguhnya engkau telah menyadarkannya kepada Perlindungan Yang Kokoh kuat dan Mulia. Dan ikhlaskan (tuluskan) permintaan itu kepada Tuhan, karena hanya ditangan-Nya (lah) pemberian dan penolakan. Dan perbanyaklah melakukan istikharah (meminta pilihan Tuhan).

Perhatikanlah wasiatku ini, dan jangan mengabaikannya, maka sesungguhnya sebaik-baik kalimat itu yang berguna, dan ketahuilah bahwa tidak baik ilmu yang tidak berguna, dan tidak berguna ilmu yang tidak layak dipelajarinya.

Wahai putraku, sesungguhnya ketika aku telah mencapai usia tua, dan bertambah lemah, maka aku segerakan menyampaikan wasiatku padamu, dan menerangkan beberapa hal sebelum tiba ajal sehingga tidak dapat lagi aku menyampaikan isi hatiku kepadamu, dan sebelum berkurang kekuatan pikiranku, sebagaimana berkurangnya kekuatan jasmaniku.

Dan sebelum kedahuluan pengaruh hawa nafsumu yang kuat, atau pengaruh duniawi padamu, sehingga menjadi bagaikan kuda yang liar, sebab hati pemuda itu bagaikan tanah kosong, mudah menerima apa pun yang ditanam di dalamnya, karena itulah aku segera menyampaikan tuntunan adab kepadamu sebelum keras dan beku hatimu dan sibuk pikiranmu.

Agar kau dapat menyambut dengan ketajaman pikiranmu sesuatu yang telah dialami ahli-ahli pengalaman yang sebelumnya, sehingga tidak sukar lagi bagimu untuk mencari atau mencoba-coba, maka telah sampai kepadamu apa yang dahulu kami telah melakukannya, dan jelas bagimu hal-hal yang mungkin masih gelap bagi kami.

Wahai anakku, meskipun aku tidak berusia sebagaimana orang-orang dahulu, namun aku telah memperhatikan sejarah amal perbuatan mereka, dan mengikuti berita serta bekas-bekas mereka, sehingga seolah-olah aku berada di antara mereka, bahkan seolah-olah (karena sedemikian besar perhatianku terhadap mereka) aku telah bergaul dengan orang yang pertama hingga yang terakhir, maka aku ketahui dan dapat kubedakan yang jernih dari yang keruh, dan yang berguna dari pada yang berbahaya, maka kupilihkan untukmu segala yang murninya dan yang terbaiknya, dan aku halaukan/singkirkan dari padamu kegelapannya.

Dan aku sebagai seorang ayah yang mengasihi, memperhatikan dengan sungguh-sungguh segala kepentinganmu dan ingin mendidikmu selama kau masih dalam usia muda remaja dan (engkau) akan menghadapi segala suasana dengan jiwa dan pikiran yang masih jernih.

Dan pertama yang kuajarkan kepadamu ialah Kitab Allah dengan arti tafsirnya, serta syariat Islam dengan semua hukum-hukumnya, halal dan haramnya, dan tidak melebihi dari itu.

Kemudian aku merasa khawatir engkau bingung menghadapi apa yang diperselisihkan manusia menurut paham dan hawa nafsu mereka, sebagaimana telah membingungkan mereka yang berselisih itu sendiri, maka kumemperkokoh dan memperdalam ajaran itu meskipun tadinya pada mulanya kurang, tetapi nyata lebih aku senangi ketimbang membiarkanmu terjerumus di dalam sesuatu yang tidak aman dari kebinasaan.

Kemudian kuberharap semoga Allah memberi taufiq dan hidayat kepadamu untuk mencapai tujuamnu, karena itulah maka aku sampaikan Surat Wasiat ini:

(Bersambung ke Bagian ke 3)

Komentar»

1. nusan - Rabu, 19 Agustus, 2009

imam ali memang ahli hikmah, bagian 3 dong

2. Quito Riantori - Rabu, 19 Agustus, 2009

@nusan
Besok ya…insya Allah…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: