jump to navigation

Wasiat Imam Ali bin Abi Thalib as Kepada Imam Hasan as Kamis, 20 Agustus, 2009

Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt, Bilik Renungan, Khazanah Hikmah Ahlul-Bayt, Mutiara Kearifan.
trackback

imam_ali_05

Bagian ke 3

Ketahuilah, wahai anakku, bahwa yang paling kusuka dari wasiatku agar engkau terima adalah : Bertaqwa kepada Allah, dan melakukan apa yang diwajibkan Allah atas dirimu, dan mengikuti jejak orang-orang yang dahulu dari ayah-ayah (al-awwaluna min abaa-ika) dan orang-orang shalih dari Ahlil Bait-mu, sebab, mereka selalu mawasdiri dan berpikir, seperti halnya engkau berpikir.

Setelah berpikir, barulah mereka memutuskan untuk menerima apa yang mereka ketahui, dan memilih diam bila tak ada perintah bagi mereka.

Jika hatimu tak bisa menerima tradisi mereka karena belum mengerti sebagaimana mereka mengerti, maka engkau harus mempelajarinya dengan mendalam, bukan menjerumuskan diri dalam keraguan dan pertentangan pendapat.

Sebelum engkau mengkaji persoalan, engkau harus minta pertolongan kepada Allah dan memohon taufik dari-Nya. Semoga Allah menjauhkan engkau dari kebingungan, keraguan dan kesesatan.

Apabila engkau sudah yakin dan hati engkau telah bersedia menerima, berarti engkau telah tentram dan akal engkau telah sempurna.

Dalam soal ini, engkau harus berpegang pada satu pendapat. Ingatlah apa yang telah ayah terangkan(kepadamu)! Namun, jika engkau kurang menyepakati apa yang telah diterima oleh hati dan ditetapkan oleh akal (yang sehat), maka sadarilah bahwa engkau telah menjadi orang yang lemah dan tumpul daya pandang. Sulitlah bagimu untuk mendapatkan kebenaran. ‘Ulama itu bukanlah yang pinter keblinger, juga bukan yang ambivalen. Daripada bersikap demikian, berdiam adalah lebih baik. Engkau, resapilah wasiat ayahanda.

Ketahuilah, sesungguhnya Zat yang menguasai maut, Dia pula yang menguasai hidup. Dia-lah yang menciptakan dan mematikan. Dia-lah yang membinasakan dan yang membangkitkan. Dia-lah yang memberikan cobaan dan Dia pula yang memberi ampunan. Kehidupan dunia akan berjalan seperti yang telah ditetapkan Allah. Suka dan duka, nikmat dan cobaan, datang silih-berganti.

(Bersambung ke Bagian 4)

Komentar»

1. arie kariana - Kamis, 20 Agustus, 2009

kang ito, sekalian saya mohon maaf berhubung sudah mau memasuki bulan yang mulia ramadhan, apabila ada salah(pasti ada) atau hal2 yang kurang berkenan selama ini( kayaknya ada juga) dari saya, mohon maafnya, semoga menjadi berkah dan lebih mudah bagi kita untuk menerima nasehat2 seperti artikel diatas, walaupun nasehatnya adalah wasiat untuk imam hasan as, bagaimanapun juga nasehat ini bisa sampai ada di komputer kita masing2 di zaman ini pastilah untuk keselamatan kita juga ya, terimakasih, salamun alaykum …

2. Quito Riantori - Kamis, 20 Agustus, 2009

@arie
salam, Arie…sama2 mohon maaf juga ya…trims doanya…semoga kabul…amiin…

3. nusan - Sabtu, 22 Agustus, 2009

ini wasiat imam ali beneran bukan, emang ada suratnya?
mohon maaf lahir batin, semoga shaum kali ini kita cukup sabar, ikhlas, dan zuhud, ditunggu bagian 4…🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: