jump to navigation

Wasiat Imam Ali (bagian ke-4) Senin, 24 Agustus, 2009

Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt, Bilik Renungan, Khazanah Hikmah Ahlul-Bayt, Mutiara Kearifan.
trackback

__Imam_Ali

Wasiat Imam Ali bin Abi Thalib as kepada Imam Hasan as

Wahai Anakku, resapilah wasiat ayahanda. Ketahuilah, sesungguhnya Zat yang menguasai maut, Dia pula yang menguasai hidup. Dia-lah yang menciptakan dan mematikan. Dia-lah yang membinasakan dan yang membangkitkan.

Dia-lah yang memberikan cobaan dan Dia pula yang memberi maaf. Kehidupan dunia akan berjalan seperti yang telah ditetapkan oleh Allah. Suka dan duka, nikmat dan cobaan, datang silih-berganti.

Dan di hari kiamat nanti akan ada pahala dan, siksa, serta lainnya yang tak kita ketahui. Kalau engkau meragukan apa yang tersebut di atas, maka selidikilah kebodohan diri engkau, karena engkau memang diciptakan dalam keadaan bodoh, kemudian mengerti. Biasanya, yang sering membuat engkau bodoh dan bingung adalah pikiran engkau sendiri. Kadangkala ia malah menyesatkan mata hati engkau.

Setelah itu, engkau baru akan memahami dan mengetahui. Untuk itu, engkau harus selalu mengingat Allah yang menciptakan dan memberi rezki serta memberi bentuk terbaik. Kepada-Nya engkau harus menghadirkan persembahan, mencintai dan tunduk.

Anakku, ketahuilah bahwa tak seorang pun yang dapat memberikan informasi tentang Allah seperti yang telah dilakukan Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa alihi) karena itu, ikutilah beliau dan jadikanlah dia tokoh panutan.

Ayahanda tak main-main dalam memberi keterangan ini. Engkau tak akan memperoleh kebenaran seperti yang ayahanda berikan bila engkau berpegang teguh pada pikiran sendiri — meskipun engkau sudah berusaha sekuat tenaga.

Anakku, ketahuilah, seandainya ada tuhan selain Allah maka tuhan itu akan mengirim utusannya. Dan engkau akan melihat kekuasaan dan bukti pekerjaannya. Engkau akan mengetahui perbuatan-perbuatan dan segala sifatnya. Akan tetapi, tiada tuhan selain Allah seperti Dia tegaskan sendiri. Tiada tuhan lain yang menyaingi kekuasaan-Nya. Dan tak ada seorang pun yang dapat menggeser kedudukan-Nya.

Dia sudah ada sebelum segala sesuatu ada. Dia-lah Yang Maha Awal namun tiada bermula, dan Yang Maha Akhir namun tiada berkesudahan. Dia terlalu Agung untuk dapat diliput pancaindera ataupun kalbu. Jika engkau sudah mengenal demikian, maka lakukanlah apa yang mesti engkau lakukan, sejauh kemampuan engkau.

Engkau harus selalu taat kepada-Nya. Sungguh Allah tiada menyuruhmu kecuali kebaikan (untukmu), dan tak pernah melarang kecuali keburukan (bagimu).

Anakku, ayahanda sudah menceritakan perihal Dunia, keadaannya, kepunahannya, dan proses peralihannya menuju alam yang lebih kekal.

Ayahanda sudah menceritakan pula perihal akhirat dan balasan & ganjaran yang dipersiapkan untuk orang-orang yang mencintainya. Ayahanda telah memberikan gambaran dan seluk-beluk 2 kehidupan itu supaya engkau dapat mengambil pelajaran.

(Bersambung ke Bag. 5)

Komentar»

1. nusan - Senin, 24 Agustus, 2009

imam ali keliatannya sedih sekali, wasiatnya panjang sekali
sip, ditunggu lagi lanjutannya…🙂

2. Yaya - Selasa, 1 September, 2009

bgs bgt..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: