jump to navigation

Wasiat Imam Ali as Bagian ke 5 Rabu, 26 Agustus, 2009

Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt, Khazanah Hikmah Ahlul-Bayt, Mutiara Kearifan.
trackback

Ali waliullah5

Wasiat Imam Ali bin Abi Thalib as kepada Imam Hasan as.

Orang yang mengerti dan mengenal dunia, dapat digambarkan seperti sekelompok orang yang sedang bepergian. Mereka berdiam di tempat yang kering atau gersang. Segera mereka menciptakan tempat tinggal yang subur dan hijau. Mereka bekerja keras, tak mengenal lelah, hidup prihatin, guna mencapai kesejahteraan kehidupan dan tempat tinggal mereka. Mereka tak merasa lelah sedikit pun. Usaha dan modal yang ditanam tak dipandang sia-sia. Maka tak ada yang lebih menyenangkan mereka, selain dekat ke tempat tinggal mereka.Sementara orang yang terbujuk dunia dapat digambarkan sebagai sekelompok orang yang berada di suatu tempat yang subur. Namun mereka beralih ke tempat yang gersang dan tandus. Tapi tak ada yang paling mereka benci, selain meninggalkan tempat itu, sampai mereka menemui ajal.

Anakku, jadikanlah dirimu sendiri sebagai teladan dan tolok-ukur bagi orang lain. Hargailah apa yang mereka sukai seperti engkau sendiri menyukainya. Dan turutlah prihatin bersama temanmu.

Janganlah engkau berbuat zalim, sebagaimana engkau sendiri juga tak suka menjadi sasaran penganiayaan. Berlaku baiklah (kepada orang lain) sebagaimana engkau sendiri suka mendapat perlakuan baik.

Segala sesuatu yang engkau pandang buruk, berarti buruk pula bagi orang lain. Engkau mesti turut rela dengan kerelaan orang lain.

Janganlah engkau mengatakan sesuatu yang tiada engkau mengerti, walau pun engkau mngetahui sedikit tentang itu.

Jangan pula mengatakan sesuatu yang kurang berkenan pada dirimu sendiri.

Ketahuilah, sesungguhnya mengagumi diri sendiri adalah ber­lawanan dengan kebenaran. Sikap demikian akan mematikan cahaya dan ketajaman kalbu. Karena itu, hendaklah engkau berjuang dan jangan terlalu gemar menumpuk kekayaan. Bila keperluan pokok telah terpenuhi, infaqkanlah hartamu di jalan Allah.

Sadarlah bahwa di hadapanmu terbentang perjalanan yang amat jauh dan melelahkan. Engkau tak akan bisa menghindari perjalanan itu. Karenanya, siapkanlah bekal sebanyak mungkin. janganlah engkau memaksakan diri melakukan kerja di luar batas kesanggupanmu. Ini akan membahayakan dirimu sendiri.

Jika engkau membantu orang-orang miskin, maka hartamu akan bertambah sampai ke hari kiamat.

Pada hari itu pahala sedekahmu akan datang pada saat engkau membutuhkannya. Karena itu bersedekahlah. Ulurkan tanganmu untuk membantu mereka. Perbanyaklah sedekah jika engkau mampu melakukannya.

(Bersambung ke bagian 6)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: