jump to navigation

Orang Orang Shalih Yang Dungu *) Selasa, 1 September, 2009

Posted by Quito Riantori in About Wahabism-Salafism.
trackback

wedus

Quito R. Motinggo

Rasulullah saww bersabda, “Kelak di akhir zaman akan muncul satu kaum dari kalangan muda dengan pikiran dangkal. Mereka mengatakan ucapan-ucapan yang paling baik, membaca al-Qur’an, namun al-Qur’an tidak masuk ke dalam kalbunya. Mereka keluar dari agama ini (Islam) bak melesatnya anak panah dari busurnya.” (Hadis Shahih Muslim)

Hadits di atas menjelaskan awal dari munculnya kelompok Khawarij, yaitu sekelompok orang yang semula adalah pengikut Imam Ali as, namun kemudian keluar (kharaja) dari kelompok Imam Ali, terutama setelah peristiwa arbitrase (tahkim) antara pasukan Imam Ali as dan Mu’awiyah.

Seperti disabdakan Rasulullah saww, orang-orang Khawarij terdiri dari kalangan muda yang berpikiran dangkal. Kelompok ini cenderung menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an hanya dari sisi tekstual saja tanpa mempertimbangkan faktor-faktor penting lainnya, seperti nahwu, sharaf, balaghah, ma’ani, bayan, badi’, hadits, asbab al-nuzul, nasikh mansukh, dan masih banyak lagi ilmu yang diperlukan untuk menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an. Kedangkalan pemahaman mereka terhadap ayat-ayat al-Qur’an melahirkan pola pikir yang ekstrim dan gegabah.

Suatu malam Imam Ali as bersama salah seorang sahabatnya berjalan melewati sebuah gang di kota Kufah. Lalu mereka berdua mendengar suara bacaan al-Qur’an yang sangat menyentuh hati. Ayat yang dibaca orang itu : “Apakah kamu wahai orang-orang musyrik, yang lebih beruntung atau orang-orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedangkan dia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat tuhannya?” (QS 39 : 9).

Mendengar bacaan itu, sahabat Imam Ali berkata, “Alangkah berbahagia orang ini! Keselamatan dan kebahagiaan baginya!”

Imam Ali menoleh kepada sahabatnya seraya berkata, “Tunggu dulu! Engkau jangan iri dengan keadaannya!”

Imam Ali dan sahabatnya kembali melanjutkan perjalanannya. Selang beberapa waktu setelah itu, terjadilah perang Nahrawan, perang antara  Imam Ali as dan pasukannya dengan kaum Khawarij.

Setelah kaum Khawarij dikalahkan pasukan Imam Ali, Imam Ali memeriksa orang-orang Khawarij yang terbunuh. Imam Ali as melihat salah seorang mayat lalu beliau memanggil sahabatnya yang pernah berjalan di malam hari bersamanya, “Mayat ini adalah orang yang yang dulu melakukan shalat tahajjud dan membaca al-Qur’an di malam itu!” 1]

Sahabat Imam Ali as sangat terpukau dengan suara bacaan al-Qur’an seseorang, namun Imam Ali menolak pendapat sahabatnya yang cenderung melihat masalah dari sisi lahiriyah saja. Di kemudian hari, Imam Ali as membuktikan kebenaran pengetahuan intuisinya tentang seseorang yang nampak shalih tetapi sebenarnya ia berada dalam kesesatan yang nyata.

Di dalam Shahih-nya, Muslim meriwayatkan dari Zaid bin Khalid al-Juhani bahwa di dalam pasukan ‘Ali bin Abi Thalib (as) terdapat orang-orang yang membelot, maka Imam ‘Ali berkata, “Wahai manusia! Aku mendengar Rasulullah (saw) berkata : “Kelak akan muncul dari umatku ini suatu kaum yang tekun membaca al-Qur’an, bacaan mereka tidak berbeda dengan bacaan kalian, shalat mereka tidak berbeda dengan shalat kalian, dan puasa mereka pun tidak pula berbeda dengan puasa kalian. Mereka membaca al-Qur’an dan mengira bahwa dengan itu mereka memperoleh pahala, padahal justru mendapat bencana, dan shalat mereka tidak memberi manfaat apa pun terhadap diri mereka. Mereka keluar dari Islam persis melesatnya anak panah dari busurnya, dan bila para prajurit yang menemukan mereka dan harus melaksanakan perintah yang disampaikan oleh Nabinya, hendaknya mereka tidak kebingungan untuk bertindak. Tanda-tanda kaum itu adalah bahwa di antara mereka itu ada seorang laki-laki yang punya pundak besar dan memiliki lengan pendek. Di atas pundaknya terdapat semacam benjolan (punuk) dengan bulu-bulu berambut putih. Kemudian kalian akan lari meninggalkan mereka lalu bergabung dengan Mu’awiyah dan orang Syam, lalu membiarkan mereka menawan dan merampok anak dan harta benda kalian. Demi Allah! Aku berharap bisa bertemu dengan mereka, karena sesungguhnya mereka menumpahkan darah yang haram ditumpahkan, merampas ternak dan menawan penggembalanya. Ayo maju dengan nama Allah!” 2]

Kaum Khawarij adalah orang-orang yang melakukan ibadah-ibadah ritual tanpa memahami makna filosofis, dan melupakan kaitan ibadah ritual dengan ibadah sosial yang tak bisa dipisahkan.

Kebanyakan mereka adalah anak-anak muda yang gelisah jiwanya, namun tidak tertutup kemungkinan banyak pula orang-orang yang sudah berumur juga terlibat.

Mereka melihat kekacauan umat dengan kaca mata akidah yang kacau pula, berpikir dangkal, emosional dan cenderung beringas. Pemahaman dangkal terhadap al-Qur’an dan Sunnah Rasul membuat mereka bertindak serampangan, mengambil makna-makna lahiriah lalu mereka anggap sebagai ajaran agama yang sakral, tak boleh dilanggar dan mereka pertahankan secara membabi buta.

Pada ujungnya, mereka mudah membuat klaim-klaim penyesatan bahkan pengkafiran terhadap sesama muslim lainnya.

Pada masa kini pun kita banyak melihat orang-orang yang memiliki ciri-ciri seperti ini, suatu sikap religiusitas yang tumbuh secara liar. Mereka inilah orang-orang yang setapak demi setapak terjebak dalam pemikiran mentah dan reaksioner hingga akhirnya mengekspresikan kegelisahan mereka dengan tindakan-tindakan kekerasan seperti sabotase atau bahkan teror.

Banyak ulama yang menyatakan bahwa aliran Wahabi Salafi merupakan Neo-Khawarij, karena memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda.

Umumnya, tindakan ceroboh mereka itu karena pemahaman yang dangkal dari ibadah amar ma’ruf nahi munkar dan jihad. Mereka percaya bahwa Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan Jihad tidak bersyarat apa pun, dan kapan pun perintah Ilahi ini mesti dilaksanakan. 3]

Ibadah Mereka Yang Sia Sia

Allah swT berfirman, “Katakanlah : “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya” (QS Al-Kahfi [18] ayat : 103-104)

Abu Ja’far al-Thusi di dalam tafsirnya al-Tibyan menyebutkan bahwa Ibn al-Kawa’ (salah seorang pengikut Khawarij) bertanya tentang ayat ini kepada Amirul Mu’minin as, maka Imam as menjawab, “Engkau dan sahabat-sahabatmu, mereka itulah (termasuk) orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini” 4]

____________________

Catatan Kaki :

1] Murtadha Muthahhari, Islam dan Tantangan Zaman, hal. 84

2] Shahih Muslim dengan Syarah dari al-Nawawi 3 : 118

3] Murtadha Muthahari, Ali bin Abi Thalib di Hadapan Kawan dan Lawan, hal. 111

4] Abu Ja’far al-Thusi, Tafsir al-Tibyan 7 : 97, baris ke 6

*) Ali Syariati menjuluki kaum Khawarij sebagai Orang Shalih Yang Dungu.

Komentar»

1. OEDIX - Selasa, 1 September, 2009

Jujur saja syukur pada Allah sang Pemilik, kita dikenalkan pada satu Mazhab yg sangat komplit & siap dalam menghadapi segala perubahan ini..Mazhab yg Rasulullah SAAW selalu memujinya melalui perantara Imam Ma’sum..khususnya Ali bn Abu Thalib As..Mereka yg berpegang pada manusia suci ini dalam memainkan perannya dalam segala aspek kehidupan in sangat bermain cantik,memukau,penuh kejutan yg menyejukkan..Imam Khomeini,Imam Ali Khamenei & Sayid Hassan Nasrullah contoh yg gamblang..Mereka refleksikan datuknya Imam Ali As yg Singa di siang hari & sufi di sepinya malam dalam keseharian mereka..Indah , sejuk & membanggakan..Inilah Islam yg sebenarnya..Makanya aneh kalau ada orang yg mau mengambil contoh dari figur2 Horor..yg orang lari dari Islam karenanya..Mereka mengaku yg terbenar,ter..ter…ter…tapi mereka ORANG SHALIH YANG DUNGU

2. sapto marsudi - Selasa, 1 September, 2009

Assalamualaikum Wr.Wb.
Membaca tulisan ini mengingatkan saya kepada orang yang ibadah sholat dan bacaan alqur’an yang sangat bagus dan terpuji, akan tetapi dia sangat merendahkan atau menyepelekan pendapat atau perkataan orang yang kurang baik ibadahnya. Apakah orang seperti itu yang bapak maksud?

3. Putri Malu - Selasa, 1 September, 2009

gambarnya itu lho .. Syeihk Adil Al Kalbani ..yang telah mengkafirkan Syiah …Imam besar yang baru…

4. Quito Riantori - Selasa, 1 September, 2009

@Sapto
Wa’alaykum salam…Mungkin itu termasuk, Pak Sapto…Na’udzubillah min dzalik, kita berlindung dr yg demikian…

5. Aguz - Selasa, 1 September, 2009

Tapi bukankah dilarang menggunakan logika dlm agama?

Quito Riantori - Rabu, 2 September, 2009

@Aguz
Yang dilarang agama itu menggunakan ra’yu (pendapat pribadi), bukan logika, mas. Logika wajib digunakan di dalam proses menambah keyakinan (akidah), namun tidak boleh digunakan di dalam penetapan syariat.

6. iwan - Rabu, 2 September, 2009

kalau mouse kita over di foto di atas, kok muncul ballon “wdus”. apa maksudnya, ya?

7. nusan - Rabu, 2 September, 2009

ditunggu bagian ke 6 (wasiat)…🙂

Quito Riantori - Kamis, 3 September, 2009

@nusan
Insya Allah besok saya posting. Trims atas kunjungan Anda. Salam

8. Melkisedek98 - Rabu, 2 September, 2009

@iwan

hahaha wdus itu artinya kambing, coba lihat jenggotnya, ciri khas wahabi. Wajar saja mereka memelihara jenggot seperti itu, wong menurut pemahaman mereka setiap helai jenggot terdapat 1 bidadari yang akan melayani mereka di syurga, hahaha….ANEH !!!

@agus

Jangan seperti kaum nashoro, yang lebih mendominasi iman daripada logika. Dalam islam, khususnya Syiah, Iman dan Logika harus selaras dan berkesinambungan, karena hal itu yang mebuat manusia menjadi lenih manusia, karena hal itu yang membuat manusia selamat hidupnya.

hari-hati dengan wahabi, yang berdakwah dengan suara lantang, yang memekikkan Tasbih dengan keras, padahal Rasul Allah Saaw melarang umatnya memekikkan Tasbih dengan lantang sebab : “Ketahuilah bahwa Rabb-mu itu tidak tuli”

djarotbg - Minggu, 18 Oktober, 2009

jadi gimana mas, piara jenggot sunnah atau bid’ah?

9. fashion-bandung - Jumat, 11 September, 2009

waw.. baru tau saya…. content yang bagus mas.. nambah wawasan neh makasih

10. ejajufri - Rabu, 16 September, 2009

Hadis Imam Muslim yang pertama paling atas itu kan juga ada di Musnad Ahmad. Kira-kira sebelum Nabi bilang gitu, Nabi merintah Khalifah Abu Bakar dan Umar untuk membunuh seseorang, tapi ditolaklah perintah Nabi saw. Kenapa juga yaa Syaikhan menolak perintah Nabi, hingga akhirnya muncul kelompok seperti di atas…

11. muthohhari - Sabtu, 3 Oktober, 2009

“akhirnya q temukan kebenaran”
judul buku sapa y?
mungkin ini kt” yg pas bwt “Somewhere Over The Rainbow” -ny
mas Quito riantori

12. muhammad syafii masykur - Kamis, 22 Oktober, 2009

Wahabi sudah menyebarkan pemahamannya di Indonesia lho? Piye iki. Anak-anak muda yang baru mengenal alif ba ta sudah pada masuk…Bahkan banyak di antara mereka yang belum bisa ngaji sudah seperti ulama besar bilang ini bid’ah dan itu bid’ah….Orang shalat disalahkan…n sebagainya

13. paijo - Kamis, 12 November, 2009

kadang kita menjumpai orang2 yang ibadahnya tekun, setiap kumandang adzan mereka selalu bergegas pergi menuju ke masjid/ musholla, akan tetapi hubungan sesama manusia kurang baik, suka menggunjing, tidak mempunyai rasa tepo sliro untuk saling memberi dsb, mungkinkah itu yg di maksud dr ceri tsb /

14. desti - Kamis, 12 November, 2009

membaca artikel ini saya langsung inget DIRI SENDIRI, apakah saya termasuk orang-orang yang seperti itu?

naudzubillah…

15. salafi wahabi pemicu terorisme dan anarkhis di Indonesia… Tidak semua salafi wahabi teroris, tetapi sekte/faksi pecahan mereka ada yang teroris « Rasulullah Mengangkat 12 Khalifah/Imam Sebagai Pengganti Dirinya… Sambutlah web syi'ah - Kamis, 28 April, 2011

[…] salafi wahabi pemicu terorisme dan anarkhis di Indonesia… Tidak semua salafi wahabi teroris, tetapi sekte/faksi pecahan mereka ada yang teroris Posted on April 28, 2011 by syiahali sumber kutipan : https://qitori.wordpress.com/2009/09/01/orang-orang-shalih-yang-dungu/ Posted by Quito Riantori in About Wahabism-Salafism. trackback […]

16. salafi wahabi pemicu terorisme dan anarkhis di Indonesia… Tidak semua salafi wahabi teroris, tetapi sekte/faksi pecahan mereka ada yang teroris « Rasulullah Mengangkat 12 Khalifah/Imam Sebagai Pengganti Dirinya… Sambutlah web syi'ah - Kamis, 28 April, 2011

[…] salafi wahabi pemicu terorisme dan anarkhis di Indonesia… Tidak semua salafi wahabi teroris, tetapi sekte/faksi pecahan mereka ada yang teroris Posted on April 28, 2011 by syiahali sumber kutipan : https://qitori.wordpress.com/2009/09/01/orang-orang-shalih-yang-dungu/ Posted by Quito Riantori in About Wahabism-Salafism. trackback […]

17. yahya - Minggu, 19 Februari, 2012

Ulama ‘Su tempatnya di Neraka…
Ulama Sejati tempatnya di Surga…

Ustad ‘Su tempatnya di Neraka…
Ustad Sejati tempatnya di Surga…

Ahli Ibadan ‘Su tempatnya di Neraka…
Ahli Ibadah Sejati tempatnya di Surga…

Ahli Shalat ‘Su tempatnya di Neraka…
Ahli Shalat Sejati tempatnya di Surga

Manusia Sholeh ‘Su tempatnya di Neraka
Manusia Sholeh Sejati tempatnya di Surga

So…sudahkah kita mempelajari, mengkaji, menganalisa dll, kendaraan yang akan kita naiki, yang akan membawa kita pulang? siapa tahu ban nya ada yang gundul, atau sopirnya tidak punya SIM…

Wallahu’Alam…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: