jump to navigation

Wahabi Salafi Antek Koloni Penista Rumah Nabi Saw Jumat, 4 September, 2009

Posted by Quito Riantori in About Wahabism-Salafism, Artikel, Bilik Renungan.
trackback

wahabi_antek_koloni

Pergerakan Wahabi Salafi di Arab Saudi membumi-hanguskan peninggalan sejarah, seperti rumah Nabi Muhammad dan makam Siti Khadijah, dengan dalih bid’ah disokong kolonial Inggris. (Lihat & Baca Artikel Bukti Foto2 Wahabi Menghancurkan Rumah Nabi Saw & KHadijah as)

Adalah Muhammad bin Abdul Wahab asal-usul aliran Wahabi yang kini mendunia dan jadi kontroversi. Dia lahir dari keluarga klan Tamim di perkampungan Uyainah, sebuah kampung di Najd bagian selatan (kini bagian dari Saudi Arabia) pada tahun 1115 H (1703 M).

Abdul Wahab adalah nama bapaknya, seorang ulama besar di zamannya yang menjabat sebagai hakim. Meski keluarganya beraliran Hambali, Muhammad bin Abdul Wahab bukanlah pengikut madzab tersebut. Bahkan, dia juga menolak madzab-madzab Ahlussunnah Wal Jama’ah yang lain.

Dalam kitab I’tirofatul Jasus AI-Injizy, Mr Hempher, orientalis, Inggris yang bekerja sebagai matamata Inggris di Timur Tengah mencekoki Muhammad bin Abdul Wahab dengan kitab-kitab karya Ibnu Taimiyah, yang dicurigai sudah banyak terjadi perubahan.

Sayyid Ahmad Zaini Dahlan seorang penulis buku berjudul Fitnatul Wahabiyyah menyebutkan bahwa kolonial Inggris memang telah berhasil mendirikan sekte-sekte bahkan agama baru di tengah umat Islam, seperti Ahmadiyah dan Baha’i.

Setelah pertemuannya dengan Hempher itulah, kemudian Muhammad bin Abdul Wahab masuk dalam target program kerja kaum kolonial untuk mendirikan aliran baru.

Sekitar tahun 1135 H/ 1724M, ia mulai menentang ayahnya sendiri yang telah mengajarkannya ilmu fikih bermazhab Hambali dan berbagai kitab tafsir, hadits, dan akidah. Melalui cara berpikir yang diwamai ‘pesan sponsor’ dari Hempher, ia pun mengganggap bahwa ajaran keempat mazhab itu salah. Termasuk ajaran Hambali, yang menjadi dasar pemahamannya.

Alasannya, ajaran yang disampaikan Imam Hambali, Hanafi, Maliki, dan Syafi’i tidak sesuai dengan ajaran Rasul SAW. Terlebih ajaran Hanafi, Maliki dan Syafi’i yang dianggap telah diwarnai oleh pola pikir pendiri mazhab (Ijtihad).

Dengan obsesi besar dan dukungan yang kuat dari Hempher, Muhammad bin Abdul Wahab pun berniat mendirikan mazhab baru, di luar Mazhab Hambali, Hanafi, Maliki, dan Syafi’i.

Tahun 1160 H / 1747 M, Muhammad bin Abdul Wahab mendapat kesempatan berkolaborasi dengan penguasa kota Dar’iyah, Najd, Tanah Arab, yaitu Muhammad Saud yang juga memiliki obesesi besar menguasa jazirah Arab.

Obsesi besar Muhammad Sa’ud itulah yang dimanfaatkan oleh Muhammad bin Abdul Wahab. Mereka membuat. kesepakatan yang isinya antara lain seluruh kebijakan Muhammad Sa’ud akan mendapatkan legitimasi dan ajaran Islam melalui fatwa-fatwa Muhammad bin Abdul Wahab, sehingga mendapat dukungan rakyat. Sedangkan kompensasi yang diminta Muhammad bin Abdul Wahab adalah mendapatkan jaminan hidup dan dukungan penuh secara politis dari penguasa untuk melakukan ekspansi dakwahnya di Najd.

Setelah mendapat dukungan yang besar dari para pengikutnya, Muhammad bin Abdul Wahab tidak menyia-nyiakan kesempatan. la menyerang dan menyerbu berbagai suku dan kota, terutama kota-kota yang pernah menolaknya. Orang-orang yang menolak ide-idenya dianggap musuh dan wajib diperangi (dibunuh) dengan dalih jihad.

Dengan sepak terjangnya yang ‘beringasan’, golongan Wahabi di bawah kendali Muhammad bin Abdul Wahab pun menguasai kota-kota besar seperti Yaman, Hijaz, Suriah, dan Irak.

Guna memperkuat pasukannya, Muhammad bin Abdul Wahab menerapkan sistem bai’at (janji setia) kepada siapa saja yang menjadi tawanannya. Jika ada yang menentang, maka tidak segan-segan dibunuhnya melalui sistem peradilan dengan hukum yang dibuatnya sendiri.

Setelah berhasil menanamkan idenya, di usia 91 tahun, Muhammad bin Abdixl Wahab meninggal, tepatnya pada tahun 1206 H/ 1791 M. Sebelum meninggal, Muhammad bin Abdul Wahab berpesan kepada pengikutnya agar ajarannya dijadikan. Mazhab sendiri, di luar Mazhab yang empat.

Untuk menghormati keberhasilan kerjasama antara Muhammad bin Abdul Wahab dengan Muhammad Sa’ud, akhirnya Pemerintah Sa’ud menetapkan Mazhab Wahabi sebagai mazhab resmi di pemerintahannya.

Ibn Sa’ud dan pengikut Wahabi juga terus melakukan ekspansi. Pada tahun 1218 H/ 1803 M mereka menguasai Mekah. Di Mekah mereka sibuk menghancurkan kubah kuburan hingga semuanya rata menjadi tanah, termasuk kubah yang didirikan di atas makam istri Rasulullah SAW, Khadijah dan merusak kiswah, kain penutup Ka’bah yang terbuat dari sutera, merobohkan puluhan kubah di Ma’la, termasuk kubah tempat kelahiran Nabi SAW, tempat kelahiran Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Ali, juga masjid. Abdullah bin Abbas.

Dengan dibantu pasukan terlatih dari Inggris, tahun 1330 H/1912 M Ibnu Sa’ud, mereka kembali memperkuat pasukan dan kekuatannya. Ibnu Sa’ud mendapat dukungan dari Pemerintah Inggris. Pada tahun 1333 H / 1915 M Pemerintah Inggris dan Ibnu Sa’ud membuat pakta perjanjian bersama yang isinya menyatakan bahwa Kerajaan Saudi merupakan Negara Protektorat Inggris. Seterusnya Ibnu Saud harus mampu mengalahkan Ibnu Rashid yang berada di bawah sokongan dinasti Islam Usmaniyah.

Dengan bantuan Pemerintah Inggris sebesar 5.000 poundsterling per bulan dan senjata lengkap, Ibnu Saud dengan pasukan Wahabinya berperang melawan pasukan Ibnu Rashid yang dimulai pada tahun 1338 H / 1920 M dan berakhir pada tahun 1340 H / 1922 M.

Pemerintah Inggris terus menyubsidi kepada Ibnu Saud sampai tahun 1342 H/1924 M. Bertepatan dengan kekalahan Kerajaan Usmani dalam Perang Dunia I, Dinasti Sa’ud pun meraih kemenangan dan pada tahun 1343 H/1925 pemimpin Mekah Syarif Hussein bin Ali dapat dikalahkan.

Pada tahun 1345 H / 1927 M Pemerintah Inggris mengakui Kerajaan Saudi. Dari sejak tahun 1345 H/1927 M gelar Ibnu Sa’ud diubah dari Sultan Najd menjadi Raja Hijaz dan Najd. Kemudian dibentuk emirat, yang pada akhirnya diubah menjadi monarki dengan nama keluarga yakni Saudi Arabia (Arab yang milik keluarga Muhammad Sa’ud) pada tahun 1932 sampai sekarang.

Sejak itu, paham Wahabi mengendalikan pemerintahan di Arab Saudi. Dewasa ini pengaruh gerakan Wahabi bersifat global. Riyadh mengeluarkan jutaan dolar AS setiap tahun untuk menyebarkan ideologi Wahabi.

Sejak hadirnya Wahabi, dunia Islam tidak pernah tenang, penuh dengan pergolakan pernikiran, sebab kelompok ekstrem itu selalu menghalau pemikiran dan pemahaman agama Sunni-Syafi’i yang sudah mapan.

Moh. Anshari, Sri Widodo

_______________________________

Sumber : Indonesia Monitor, Edisi 61 Tahun II/26 Agustus – 1 Sepember 2009

Komentar»

1. fachrul - Sabtu, 19 September, 2009

memang wahabi mengacaukan ajaran Rasullulah SAW yg sebenarnya, makanya di Indonesia qta hrs bersyukur msh mempunyai Para Habaib yg menuntun qta ke ajaran yg sebenarnya.. Sollu alann Nabi…

2. amin - Senin, 28 September, 2009

wahabi wahabi……

3. eka - Jumat, 16 Oktober, 2009

Kesimpulannya Pemerintahan Arab Saudi (Emir) yang di kuasai Kaum Wahabi diatur dan dikendalikan oleh kaum Kafir (Barat), Mereka adalah muslim yang Munafik, terbukti dengan telah dihancurkannya situs peninggalan Rasullallah Muhammad S.A.W.

4. Aziz - Kamis, 29 Oktober, 2009

Apa tdk salah??
Mnurut info yg saya baca di artikel lain, abdul wahab bkanx mendirikan mahzab baru.. Abdul wahab malah tdk mau ajaranx dsebut sbg mahzab bru..
Melainkan menyebutx sbg salafiyah (sesuai rasul dan para salafus saleh)

Quito Riantori - Jumat, 30 Oktober, 2009

Sebaiknya Anda baca tulisan2 saya yang lain tentang Wahabi Salafy, agar akal dan mata batin anda tercerahkan…trims

5. siapa aja lah - Selasa, 10 November, 2009

wahabi alias yang ngaku-ngaku salaf itu sebenarnya….

ORANG-ORANG YANG PATUT DIKASIANI
KARENA SUDAH TERSESAT BEGITU JAUH
SEMOGA ALLAH MEMBERI MEREKA SEMUA KEMBALI KE JALAN YANG LURUS
JALAN RASULULLAH SAW DAN PARA SAHABAT R.HUM
BUKAN YANG LAIN!!!

6. abu thurab - Selasa, 17 November, 2009

para wahabi itu orang-orang yang mengidap phobia thd sejarah, mereka mencoba melenyapkan barang bukti yang bisa mengancam eksistensinya. hal ini memang banyak dilakukan oleh penguasa yang dzalim agar kekuasaannya tetap lestari. suatu kekuasaan yang didirikan atas dasar yang rapuh tidak akan bertahan lama. mereka kelihatannya kuat dari luar, tetapi sebenarnya keropos dari dalam.serapi apapun mereka menyembunyikan kebusukan, suatu saat kebenaranlah yang akan tampak. para wahabi belajarlah dari tetangga anda, bagaimana islam bisa menggerakkan revolusi yg dahsyat sehingga monarki kuat yang sudah bertahan lama pun bisa tergulung karenanya.

7. davit - Rabu, 16 Juni, 2010

memang geliat wahabi makin hari semakin menyesatkan umat contohnya mereka semakin berani mengatakan bid’ah kpada siapa saja yang bersalawat kpada nabi saw, sudah septutnya kta mewaspadai wahabi.(ingat kejahatan yang ditimbulkan wahabi bukan hanya merusak moral tetapi juga bisa merusak aqidah jadi waspadallah…………………….)

8. Prabu batara kembang - Sabtu, 4 Agustus, 2012
9. ade julvian - Minggu, 16 Maret, 2014

Ngakunya cinta rasullullah SAW, tpi anti maulid, org bershalawat kepada rasullullah muhammad SAW dibilang bid’ah. Itu begok namanya, dasar wahhabi as salafy

shollu ala nabi muhammad


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: