jump to navigation

Wasiat Imam Ali as – Bagian 6 Jumat, 4 September, 2009

Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt, Bilik Renungan, Khazanah Hikmah Ahlul-Bayt, Mutiara Kearifan.
trackback

imam_ali

Wasiat Imam Ali as kepada Imam Hasan as

Sadarlah bahwa di depanmu terbentang perjalanan yang amat jauh dan melelahkan. Engkau tak akan bisa menghindari perjalanan itu. Karenanya, siapkanlah bekal sebanyak mungkin.

Janganlah engkau memaksakan diri melakukan kerja di luar batas kesanggupan engkau. Ini akan membahayakan diri engkau sendiri. jika engkau membantu orang-orang miskin, maka harta engkau akan bertambah sampai ke hari kiamat.

Pada hari itu pahala sedekahmu akan datang di saat engkau membutuhkannya. Karena itu, kejarlah. Ulurkan tanganmu untuk membantu mereka. Perbanyak sedekah bila engkau mampu untuk itu.

Bisa saja terjadi engkau hendak mengulurkan tangan, namun engkau tak menemukan orang miskin. Jika demikian segeralah bantuanmu itu engkau berikan kepada orang yang membutuhkan, bila engkau mampu (mencarinya). Itu akan menjadi simpanan yang dapat diambil jika engkau sedang kesulitan.

Ketahuilah, di depan engkau terbentang jalan menanjak. Pejalan yang tak membawa muatan berat jauh lebih baik kondisinya ketimbang pejalan yang menggendong muatan berat.

Pejalan yang lamban akan lebih payah dibanding pejalan yang cepat. Dan ujung perjalanan itu tak lepas dari dua kemungkinan: surga atau neraka.

Untuk itu, sebelum sampai ke titik tujuan, perbanyaklah amal kebajikan. Perbaikilah rumah (mu di akhirat) sebelum engkau memasuki atau menempatinva. Sebab di hari akhirat, tak ada perbaikan, ataupun jalan kembali ke dunia.

Ketahuilah olehmu, Allah yang memiliki kekayaan langit dan bumi, telah mengizinkanmu mernanjatkan doa. Dia pun berjanji akan mengabulkannya. Dia menyuruh engkau memohon, dan Dia akan memberikannya.

Mintalah rahmat kepada-Nya, segera rahmat itu akan datang kepadamu. Dia tak menghalangi engkau (berhubungan) dengan-Nya. Tak perlu ada perantara sebagai penghubung antara engkau dengan-Nya.

Bila engkau melakukan kesalahan, Dia tak akan menolak taubat engkau. Dia tak cepat menghukum, juga tak mengejek jika engkau kembali kepada-Nya.

Ia takkan menghinamu, meskipun perlakuan seperti itu memang tepat untukmu. Dia takkan mempersulit penerimaan taubatmu atau menyidangkan dosa-dosamu secara berbelit-belit.

Tak juga Dia akan memutuskan rahmat-Nya. Bahkan Dia mencatat keinsafan engkau (dari dosa) sebagai kebaikan. Dia mencatat keburukan engkau dengan satu nilai, sedangkan kebaikan engkau dicatatnya sepuluh kali lipat.

Dia selalu membuka pintu taubat untukmu. Karena itu, jika engkau menyeru-Nya, Dia akan menyambut seruan itu; dan jika engkau bermunajat kepada-Nya, Dia memahami rintihan kalbumu.

(Bersambung ke Bagian 7)

Komentar»

1. odhe - Kamis, 17 September, 2009

Ampunilah dosa2 ku ya Tuhan……aQ skrg tidak akan pernah menyerah sampai kapan pun….

2. miftah - Selasa, 22 September, 2009

boleh minya wasiat imam ali as terkait tentang imam 12


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: