jump to navigation

Pembunuh Unta Nabi Shalih as itu Hanya Satu Orang Rabu, 11 November, 2009

Posted by Quito Riantori in Apa Kabar Indonesia?, Artikel, Bebas, Bilik Renungan.
trackback

ruins

Imam Ali as berkata, ”Pelaku kezaliman, yang membantunya dan yang rela (ridha) dengan perbuatan tersebut, ketiganya bersekutu dalam kezaliman!”
(Ihqaaq al-Haq 12 : 432)

Ketidakpedulian adalah salah satu bentuk kerelaan. Kita harus peduli dan harus benci kepada ketidakadilan, kejahatan dan kemesuman sekali pun.

Sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Luth as atas kaumnya yang menganut paham kebebasan seks : Luth berkata, “Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatan kalian! (Lalu Luth berdo’a): “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan. Lalu Kami selamatkan dia beserta keluarganya semua” (QS 26 : 168-170) Ayat ini menjelaskan bahwa ketidakridhaan Nabi Luth as atas perbuatan homoseks kaumnya menyebabkan beliau as beserta keluarganya diselamatkan dari ‘azab Tuhan yang keras.

Pembunuh unta Nabi Shalih hanya seorang saja, tetapi Allah menimpakan azab atas seluruh kaum Tsamud, kaum Nabi Shalih. Mereka diazab dengan azab yang sangat pedih. “Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya” (QS 11 : 67)

Imam Ali as berkata, “Wahai manusia! Sesungguhnya manusia itu berkumpul berdasarkan keridhaan dan kebencian mereka. Dan sesungguhnya yang membunuh unta Tsamud itu hanyalah satu orang laki-laki, akantetapi Allah timpakan siksa kepada seluruh kaum Tsamud karena mereka ridha atas perbuatan satu orang laki-laki itu!” (Mizan al-Hikmah 6 : 269, Nahjul Balaghah Khutbah ke 200)

Dalam al-Qur’an, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksa-Nya!” (QS 8 : 25). Jadi kita harus memikirkan ayat-ayat (baca : peringatan-peringatan) ini dengan serius.

,“Ya Tuhan kami, maka janganlah Engkau jadikan daku berada di antara orang-orang yang zalim”. (QS:23:94)

Iklan

Komentar»

1. kak mimin - Kamis, 12 November, 2009

darimana saya harus memberikan tanggapan . kita mestinya sudah ngeri terhadap kondisi dan keadaan sekarang ini. apa yang dituliskan dalam artikel ini telah kita hadapi bersama. kita memang selalu harus berdoa kepada Allah SWT , agar kita terhindar dari adhab yang akan menimpa kepada orang2 yang meskipun kita. tidak melakukan kedhaliman secara langsung dan kita juga tidak ridho sebenarnya tapi kita tidak bisa melakukan apa2 . saya jadi ngeri jangan2 kita ini semua ini dianggap oleh Allah meridhoi kedzaliman itu terjadi. Naudzubillah min dzalik. Semoga Allah SWT mengampuni dosa dosa kita dan memberikan taufiq dan hidayahnya pada kita . pak qitori mhn jawaban bpk sebenarnya kita ini sudah memasuki era seperti yang ada di dalam nahjul balaghah tersebut? apakah kita ini juga sudah termasuk orang2 yang meridhoi kedzaliman itu? bagaimana bpk menjelaskan situasi saat ini yang kita kaitkan dengan ayat Al Qur’an dan tafsir dari Mizan dan nahjul balaghah ? mhn jawaban

Quito Riantori - Jumat, 13 November, 2009

@kak mimin
Semua itu mesti kita kembalikan pada diri kita masing2, apakah ada kegeraman dalam jiwa kita atas kemunkaran, kezaliman dsb yg terjadi di hadapan kita…jika ada, alhamdulillah, itu berarti kita masih punya iman. Dan tinggal kita terus berdoa, dan mengajak teman2 ikut mengutuk semua bentuk kezaliman yang ada di sekitar kita. Mengenai Tafsir Mizan dll, kalau tidak salah saya sdh tulis di blog ini ttg Nahi Munkar…coba Anda search…
Thx & Salam

2. kak mimin - Kamis, 12 November, 2009

Maaf ada kesalahan penulisan nama bapak . mau tulis pak quito jadi pak qitori

3. Abu Daffa - Senin, 30 November, 2009

orang yahudi dan nasrani tertawa melihat ini, katanya orang islam ini aneh. gara-gara onta tuhanya marah sampe diabadikan dalam kitab sucinya yang nota bene akan ada sampai hari kiamat.

namun bagi kita orang islam masalahnya bukan pada pembunuhan onta, tapi essensi nya, yaitu
1. ketaatan kepada Allah dan RasulNya, perintah Rasulullah Shaleh
As telah dilanggar oleh kaumnya sehingga mendatangkan Azzab
2. darah makhluk hidup tidak boleh ditumpahkan untuk hal-hal yang
tidak hak, dalam islam pertumpahan darah haruslah berdasakan
atas hak dan sesuai syariat.
3. ini mengingatkan pada peristiwa pembunuhan Al- Husain cucunda
Rasulullah SAW kalo hanya gara-gara onta yang disembelih aja
Allah marah apalagi yang di sembelih adalah cucu dari orang yang
amat dicintaiNya. Allahummasoli ala muhammad wa ala ali
muhammad, ya Allah laknatMu atas orang – orang yang memusuhi
agamamu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: