jump to navigation

Ternyata Kulit Kita Bisa Mendengar Kamis, 26 November, 2009

Posted by Quito Riantori in Bilik Renungan, Sains & Filsafat.
trackback

KOMPAS.com – Tak hanya dengan telinga, menurut penelitian terbaru, kita ternyata juga bisa mendengarkan lewat kulit. Berdasarkan percobaan dimana para sukarelawan mendengarkan suku kata-suku kata tertentu sementara udara dihembuskan pada kulit mereka, terbukti bahwa otak manusia menerima dan menyatukan informasi dari berbagai indra untuk membentuk gambaran daerah sekitar.

Disandingkan dengan penelitian-penelitian baru lainnya, penemuan ini menyentil pandangan tradisional tentang cara kita mengamati sekeliling kita.

“Penemuan ini jauh berbeda dari pendapat-pendapat tradisional yang mengatakan bahwa karena kita punya mata maka kita pikir kita melihat informasi visual, dan karena punya telinga maka kita mendengar informasi audio. Pendapat ini agak menyesatkan,” kata peneliti Bryan Gick dari Universitas British Columbia, Vancouver.

“Penjelasan yang lebih tepat adalah karena kita punya otak maka kita bisa mengamati, bukan karena kita punya mata dan telinga untuk melihat dan mendengar.”

Dengan kemampuan seperti ini, Gick memandang manusia sebagai ‘alat pengamat dengan seluruh tubuh’.

Penelitian ini, yang dibiayai oleh Natural Sciences, Dewan Ilmu Teknik Kanada dan Institut Nasional Kesehatan (Kanada), dijabarkan dalam jurnal Nature edisi 26 November.

Cara pengamatan kita

Hasil kerja Gick berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya menyatakan bahwa kita bisa melihat suara dan mendengar cahaya, walaupun kita tak menyadarinya. Penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa bila kita mengamati bibir orang lain bergerak dan kita menyangka orang itu berbicara, maka daerah pendengaran otak kita menjadi aktif, kata Gick.

Para ilmuwan menjelaskan kemampuan pengindraaan seperti itu sebagai hasil dari pengalaman, karena kita sering melihat dan mendengar orang berbicara maka selayaknya kita belajar menyatukan apa yang terlihat dengan yang terdengar.

Penjelasan alternatifnya ialah adanya suatu kemampuan tersembunyi. Maka Gick dan koleganya, Donald Derrick, yang juga dari Universitas British Columbia, mempelajari dua indra yang biasanya tidak disandingkan, yaitu pendengaran dan peraba, untuk melihat dasar dari persepsi.

Bagaimana kulit mendengar

Tim penelitian berfokus pada suara-suara yang mengeluarkan hembusan nafas ketika diucapkan, seperti “pa” dan “ta”, dan juga suara-suara tanpa hembusan, seperti “ba” dan “da”.

Para partisipan yang ditutup matanya mendengarkan suara pria yang mengucapkan keempat suku kata itu dan harus menekan tombol untuk menjawab apakah suara yang mereka dengar itu pa, ta, ba atau da. Para partisipan terbagi tiga kelompok, masing-masing 22 orang, dimana grup pertama mendengarkan semua suku kata itu sementara udara dihembuskan ke tangan mereka, grup kedua dengan hembusan ke leher, dan grup ketiga tanpa hembusan sama sekali.

Sekitar 10 persen dari total kejadian adalah ketika udara dihembuskan ke kulit, para partisipan salah menebak suku kata yang mustinya tidak berhembusan sebagai yang berhembusan. Jadi ketika diucapkan “ba”, partisipan yang dihembukan udara mengira mereka mendengar “pa”. Grup pengendali tidak menunjukkan terjadinya salah tangkap seperti itu.

Penelitian lanjutan, dimana para partisipan disentuh kulitnya daripada dihembuskan udara, menunjukkan bahwa tak terjadi kesalahan antara suara yang memiliki hembusan atau tidak.

Selanjutnya Gick sedang bekerja dengan sejumah ilmuwan dari Universitas California, San Fransisco, utuk menemukan bagaimana otak bisa menyatukan berbagai indra.
C17-09

Editor: wsn

Sumber : LIVESCIENCE

______________________

http://sains.kompas.com/read/xml/2009/11/26/11522883/ternyata.kulit.kita.bisa.mendengar

 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: