jump to navigation

Ahlul-Bayt Itu Istri-istri Nabi Saw. Benarkah? Kamis, 14 Januari, 2010

Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt, Bilik Renungan.
trackback

Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kalian, Ahlul Bait, dan mensucikan kalian sesuci-sucinya” (Al Quran Surah Al – Ahzaab [33]: ayat 33)

Berdasarkan hadis-hadis yg shahih dan bahkan mutawatir, para alim Ahlus Sunnah sepakat bahwa ayat di atas turun untuk lima orang suci, yaitu Nabi Muhammad Saw, Imam Ali bin Ali Thalib, Fatimah Az-Zahra, Hasan dan Husain as.

Argumen atau dalil-dalilnya bisa Anda buka pada kitab2 Hadis di bawah ini :

1.       Shahih muslim, kitab Fadha-il ash-shahabah, bab Fadha Ahlul Bait jilid II, halaman 368, cetakan Isa Al–Halaby.

2.       Shahih Tirmidzi, Jilid V, halaman 30 hadist ke 3258 dan pada halaman 328 hadist ke 3875 cetakan Daarul Fikr.

3.       Musnad Ahmad bin Hanbal Jilid I/330 Cet. Al Maimaniyah, Mesir, dengan sanad shahih.

4.       Al-Mustadrak Al-Hakim Jilid III/333, 146, 147 dan 158 dan Jilid II/416.

5.       Al-Mu’jam ash-Shaghir oleh Thabrani Jilid I/65 dan 135.

Kitab-kitab Tafsir yang menguatkan keterangan ini antara lain:

1.       Ad-Durrul Mantsur oleh Imam As-Suyuti Jilid V/198-199.

2.       Ahkaam Al Quran oleh Al-Jashash Jilid V/230 Cet. Abdurrahman Muhamad.

3.       Tafsir Al-Kasyaf oleh Zamakhsyary Jilid I/93 cet. Musthafa Muhamad.

4.       Ahkaam Al-Quran oleh Ibn Arabi Jil. II/166 Cet. Mesir.

5.       Tafsir Al-Qurthuby Jil. XIV/182 Cet. I Cairo.

6.       Tafsir Ibn Katsir Jil. III/483-485 cet. II Mesir

7.       Tafsir Al-Munir oleh Ma’alim at-Tanzil liljaawi Jil. II/183.

8.       Al-Itqaan Fie ‘Uluum Al-Quran oleh As-Suyuthi Jil. IV/240, Al-Masyhad Al-Husaini Mesir.

9.       Fathul Qadir oleh Asy-Syaukani Jil. IV/279.

Syekh Ja’far Subhani di dalam kitabnya Syawahid At-Tanzil Jilid V, hal 133 menjelaskan : “Firman Allah SWT ini, sekelompok sahabat Rasulullah SAW para tabiin yang patuh pada perkataan mereka, dan para ulama yang mendapat petunjuk, sepakat bahwa ayat tersebut turun untuk lima orang : Rasul SAW, Ali bin Abi Thalib, Fathimah, Hasan dan Husain).

Hanya IKRIMAH dan orang yang menyimpan perasaan tertentu serta hanya mengikuti kehendaknya sendiri, yang secara lancang berani mengatakan bahwa ayat itu diturunkan untuk isteri-isteri Nabi SAW secara khusus tidak selain mereka. Ia (Ikrimah) berkeliling di pasar-pasar sambil meneriak-nerikan hal itu.bukanlah suatu yang asing bagi orang yang mengetahui pribadi laki-laki seperti ini yaitu pribadi yang biasa melontarkan kata-kata yang menyakitkan dan caci maki. Karenanya wajarlah, jika seorang penganalisa mengkritik sikap dan pribadi laki-laki itu, berdasarkan apa yang dijelaskan oleh para ahli yang ingin membenahi dan meluruskan sebagaimana yang dipaparkan oleh ath-Thabari”.

TAFSIR ATH-THABARI

Ath-Thabari di dalam tafsirnya “Jamiul Bayan”, cetakan Daar al-Marifah, Beirut, Jilid 22, halaman 5.

“Ahli Ta’wil berselisih pendapat tentang makna kalimah Ahlul Bait, sebagian mereka mengatakan yang dimaksud kalimat tadi adalah Rasulullah SAW, Ali, Fatimah, Hasan dan Husain (Ridhwanallah Alaihim : kiranya Allah meridhoi mereka).

Orang yang berpendapat demikian menyebutkan, bercerita kepadaku Muhammad bin Al-Mutsanna, ia telah berkata : bercerita kepada kami Bakr bin Yahya bin Zabban Al-Anzi, ia berkata : bercerita kepada kami Mandal dari Al-A’masy dari Athiyah dari Abu Said al-Khudri, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda ; ayat ini turun kepada lima orang : Rasullah, Ali, Hasan, Husain dan Fathimah

Dan ia berkata : bercerita kepada kami Ibu Waqi : ia berkata : bercerita kepada kami Muhamad bin Bisyr dari Zakaria dari Mush’ib bin Syaibah dari Sharifah binti Syaibah, ia berkata : Aisyah (istri Nabi) berkata : pada suatu pagi Nabi SAW dari kulit hitam kemudian datang hasan, beliau menyuruhnya masuk bersamanya, kemudian datang Ali, beliapun mempersilahkan masuk bersamanya, kemudian beliaupun pun berkata : “Innama yuridallahu liyudziha ‘Ankum Ar-rijsa ahlal bait wa yuthahhirokum tathhiro”.

Dan ia berkata : bercerita kepadaku Ibn Waqi : ia berkata : bercerita kepada kami Muhammad bin Bakr, dari Bakr bin Salamah, dari Ali bin Zaid, dari Anas, bahwa Nabi SAW melewati rumah Fatimah selama enam bulan, ketika ia keluar untuk shalat beliau bersabda : “Shalawat wahai Ahlul Bait, “Innama Yuridallahu Liyudzhiba ‘Ankum Ar-Rijsa Ahlul Bait Wa Yuthahhirokum Tat-hiro”

Dan ia berkata bercerita kepadaku Musa bin Abdurrahman al Mansruqi, ia berkata bercerita kepada kami Yahya bin Suwaid bin Ibrahim an-Nakha’i dari Hilal yakni Ibn Miqlash dan Zaid dari Syahr bin Hawsyaf dari Ummu Salamah, ia berkata : Rasulullah SAW di sisiku, Ali, Fatimah, Hasan dan Husain maka Ummu Salamah membuatkan mereka Khazirah kemudian makan dan tertidur, lantas Rasul SAW menutupi mereka dengan selimut lalu berkata : Ya Allah, sesungguhnya mereka adalah Ahlul Bait, bersihkanlah mereka dari dosa dan sucikan mereka sesuci-sucinya.

Dan ia berkata : bercerita kepadaku Ibu Waqi, ia berkata kami Abu Nuaim, ia berkata : bercerita kepada kami Yunus bin Abu Ishaq, ia memberitakan kepada kami Abu Daud, dari Abu Hamra, ia berkata : aku datang ke kota Madinah enam bulan pada masa Rasullah SAW, ketika fajar terbit Rasul SAW mendatangi rumah Ali dan Fathimah seraya bersabda : “Shalat, shalat! Sesungguhnya Allah hendak menghilangkan dosa dari kalian Ahlul Bait dan mensucikan kalian sesuci-sucinya”.

Dan ia berkaa : bercerita kepadaku Abdul A’la bin Washal ia berkata : bercerita kepada kami al Fadl bin Dakin, ia berkata ; bercerita kepada kami Abdul Salam bin Harb, dari Kultsum al Muharibi, dari Ibn Ammar, ia berkata ; sesungguhnya aku duduk di sisi Washilah bin al Asqa, ketika ia menyebut-nyebut Ali bin Abi Thalib lantas mencaci-makinya ketika mereka berdiri, ia berkata : Duduklah kamu ! Akan kuceritakan padamu tentang orang yang kamu caci maki tadi: “Sesungguhnya aku berada di sisi Rasul Allah SAW ketika itu datang kepada beliau Ali, Fatimah, Hasan dan Husain, lantas beliau mengenakan jubah kepada mereka seraya bersabda : “Ya Allah! Sesungguhnya mereka Ahlul Baitku, Ya Allah! Hilangkanlah dosa dari mereka dan sucikanlah mereka sesuci-sucinya”.

Dan ia berkata : bercerita kepadaku Abdul Karim bin Abdul Umair, ia bercerita kepada kami Al Walid bin Muslim, ia bekata ; bercerita kepada kami Abu Amr, ia berkata : bercerita kepadaku Syaddad Abu Ammar, ia berkata ; aku mendengar tentang Washilah bin Al Asqa, bercerita ; ia berkata aku bertanya tentang Ali di rumahnya. Maka Fatimah berkata bahwa ia telah pergi. Kemudian ia datang bersama Rasul SAW; ketika ia datang maka Rasul SAW masuk dan akupun masuk. Kemudian Rasul SAW duduk di atas permadani dan beliau mempersilahkan Fatimah duduk di sebelah kanannya dan Ali di sebelah kirinya serta Hasan dan Husain di depannya, kemudian beliau menyelimuti (Kisa) mereka seraya bersabda : “Sesungguhnya tiada lain Allah hendak menghilangkan dosa dari kalian wahai Ahlul Bait dan mensucikan kalian sesuci-sucinya, ya Allah! Mereka ini adalah ahliku, ya Allah! Ahliku yang lebih berka”. Wa’ilah berkata : dan aku yang Rasulullah dari keluargamu ? Beliau menjawab : : kamu dari keluargaku. Wa’ilah berkata : sesungguhnya itu bagi orang yang menangguhkan bagi apa yang aku harapkan.

Dan ia berkata : bercerita kepadaku Abu Kuraib, ia berkata : bercerita kepada kami Waqi, dari Abdul Hamid bin Bahram, dari Syahr bin Hawsyab, dari Fudail bin Marzuq, dari Athiyah, dari Abu Said Al Khudri dari Ummu Salamah, ia berkata : ketika turun ayat : Innama Yuridallahu….” Rasulullah SAW mengenakan kehormatan kepada mereka pakaian Khaibar, seraya beliau bersabda : “Ya Allah mereka adalah Ahlul Baitku, bersihkanlah mereka dari dosa dan sucikan mereka sesuci-sucinya. Kemudian ummu Salamah bertanya : Tidaklah aku termasuk dari mereka ? Beliau menjawab : “Kamu berada dalam kebaikan”.

Dan ia berkata : bercerita kepadaku Abu Kuraib, ia berkata : bercerita kepada kami Al-Mu’shib bin al Miqdam, ia berkata ; bercerita kepada kami Said bin Zazbi dari Muhammad bin Sirrin dari Abu Hurairah dari Ummu Salamah, ia berkata : “Fatimah datang kepada Rasulullah SAW dengan membawa minyak kuali dari batu yang di dalamnya telah di buatkan bubur tepung dengan minyak sapi, kemudian SAW, maka beliau bertanya “Mana Putera Pamanmu (Ali) dan kedua anakmu? Fatimah menjawab : “Di rumah”. Rasulullah SAW bersabda : “panggillah mereka”, maka Fatimah datang kepada Ali, kemudian ia berkata : “Penuhilah panggilan Nabi SAW untukmu dan kedua anakmu”. Ummu Salamah berkata : “Ketika ia (Rasulullah SAW) melihat mereka datang, beliau mengambil selendang di tempat tidur, kemudian menghamparkannya dan mempersilahkan duduk, kemudian ia menutupkannya di atas kepala mereka dan tangan kanannya mengisyaratkan kepada Tuhannya, maka beliau bersabda : “Mereka adalah Ahlul Bait, maka hilangkan dari mereka dosa dan sucikan mereka sesuci-sucinya”.

Ia berkata : bercerita kepada kami Ibn Hamid, ia berkata : bercerita kepada kami Abdullah bin Abdul Quddir dari A’masy dari al Hakim bin Saad, ia berkata ; “Kepadanya turun ayat Innama Yuridullahu Li Yudzhiba ‘Ankumur Rijsa Ahlal Bait”. Ummu Salamah berkata : Nabi SAW datang ke rumahku, kemudian beliau berkata : jangan izinkan untukku siapapun, lantas datang Fatimah, maka aku tak dapat menghalangi dari ayahnya, kemudian Hasan, lantas datang  Husain, maka aku tiada menghalanginya dari kakeknya. Maka merekapun berkumpul di sekitar Nabi SAS di atas permadani, lantas Nabi SAW mengenakan selendang kepada mereka, kemudian bersabda : “Mereka adalah Ahlul Baitku, maka hilangkanlah dari mereka dosa dan sucikan mereka sesuci-sucnya”.

Maka turunlah ayat ini ketika mereka sedang berkumpul di atas permadani, Ummu Salamah bertanya : “(Bagaimana dengan saya, Wahai Rasulullah ?” Ia (Ummu Salamah) : “Maka demi Allah alangkah nikmatnya (jika termasuk mereka), dan Nabi SAW bersabda : “Sesungguhnya kamu berada dalam kebaikan”. Hadis-hadis dalam masalah tersebut dikeluarkan dengan banyak jalan atau sanad selain apa yang telah kami sebutkan.

Kemudian keluarlah Hadis yang lain dari Ikrimah dengan perkataannya : dan mereka yang lain mengatakan; tetapi yang dimaksud dengan kata (Ahlul-Bayt) itu adalah isteri-isteri Rasulullah SAW ??

Adapun orang-orang yang berpendapat bahwa Ahlul Bait itu adalah isteri-isteri Rasul SAW berpegang pada Hadis yang diriwayatkan oleh Ikrimah. Antara lain disebutkan ; berita kepada kami Ibn Hamid, ia berkata : bercerita kepada kami Yahya bin Wa’dhih, ia berkata : bercerita kepada kami al-Ushbugh dari al qamah, ia berkaa : Ikrimah berteriak-teriak di pasar-pasar “Innama yuridullahu li yudzhiba ‘ankum ahlal baiti wa yuthahhirukum that-hiraa”. Ia berkata : “Ayat itu turun kepada isteri-isteri Nabi SAW secara khusus”.

Sungguh telah kami melihat dan setiap orang yang membaca bagaimana laki-laki itu berbeda pendapat terhadap apa yang telah dijelaskan oleh Nabi SAW dalam menafsirkan ayat yang mulia ini, sementara Rasulullah SAW masih hidup di tengah-tengah mereka, mengapa hati orang ini (Ikrimah) tidak suka terhadap tafsir Rasulullah SAW dan menjelaskannya ?

Dan apa yang mendorong orang ini sehingga ia mengelilingi pasar-pasar dengan berteriak-teriak, bahwa ayat itu turun untuk isteri-isteri Nabi SAW secara khusus.

Bahkan, orang telah mengenalnya, benar-benar mengenalnya dan orang yang belum mengenalnya, maka ia tidak meragukannya, sebagaimana telah ditetapkan dan dipaparkan tentang pribadi laki-laki ini oleh para ulama umat terkemuka, di dalam kitab-kitab mereka dan tulisan-tulisan mereka seperti Ibn Hajar Al Asqalani dalam Muaqadimah kitabnya Fathul Bari dan Ibn Khalkan dalam al Wafayat dan Yaqut Ar Rumi didalam Mu’jamu al-udada, Syahrastani dalam Al-Milal Wa an-Nihal dan Sayyid Syarafuddin al-Musawi dalam al-fushul al-Muhimmah, halaman 209, cetakan an-Nu’man, Najf, ia mengatakan :

“Dia (Ikrimah) adalah orang yang menyimpangkan ayat that-hir dari ahlinya dan menetapkan hal itu berdasarkan susunan kalimat-kalimatnya, kemudian ia mengatakan : ayat ini khusus untuk isteri-isteri Nabi SAW, sampai-sampai ia meneriak-nerikan di pasar-pasar, sebagaimana yang telah disebutkan oleh mayoritas Jam’ah, antara lain : al-Wahidi di dalam tafsirnya Asbaab an-Nuzul, dan Ibn Hajar di dalam kitabnya Ash-Shawa’iq al-Muhriqah. Tidak perlu diragukan bahwa dia adalah salah seorang yang menghasut khalayak ramai untuk memusuhi Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as, dan dia adalah salah seorang yang senang menyesatkan manusia. Hal itu dapat dibuktikan dengan keterangan sebagai berikut :

1.       Yahya bin Bukair berkata ; “Ikhramah pergi ke Mesir dan ia ingin ke Maghrib, maka orang-orang Khawarij yang ada di Maghrib mengambil hadist dari padanya”.

2.       Al-Qa’dhi Al-Ajabi menukil dalam kitabnya al-Mawali: “Sesungguhnya Ikrhimah masuk ke dalam pandangan Khawarij Hururi, kemudian dia keluar mendakwahi mereka di Magribi”.

3.       Dari Abu Ali al-Ahwa’zi di dalam kitabnya Mujam Yaqut ar-Rumi tentang riwayat hidup Ikrimah : “Sesungguhnya Ikrimah mempunyai pandangan seperti pandangan kaum Khawarij”. Ia mengatakan bahwa Ikrimah mendustai maulanya, Ibn Abbas.

4.       Dari Khalid bin Imran : “Kami berada di Magrib, dan di sisi kami ada Ikrimah pada waktu perayaan, kemudian ia mengatakan : “Saya ingin memiliki tombak kemudian akan kami tunjukkan kepada orang yang hadir diperayaan ini dari kanan dan kiri “untuk menyelamatkannya dari kekafiran seseorang selain Khawarij dari penduduk Mekkah”.

5.       Dari Ya’qub al-Hadhrami dari kakeknya, ia berkata : “Ikrimah berdiri di pintu masjid, maka ia berkata : “Tidak ada di dalamnya kecuali seorang kafir”, kemudian Ya’qub berkata : “Ikrimah berpandangan Iba’dhiyah, mereka adalah Ghulat Khawarij”.

6.       Dari Mus’ib bin Zubair : “Ikrimah berpendapat seperti pendapat kaum Khawarij.”

7.       Dari Atha : “Ikrimah adalah Iba’dhiyah”

8.       Dari Ahmad bin Hanbal : “Ikrimah berpendapat seperti pendapat Shafariyah. Mereka adalah bagian dari Ghulat Khawarij”.

9.       Dari Abu Syu’aib, ia berkata : “Aku bertanya kepada Muhammad bin Sirrin tentang Ikrimah, maka ia menjawab : “Yang mengherankan saya adalah (kata riwayat hadis) ia penduduk surga padahal ia seorang pendusta”.

10.     Dari Wuhaib, ia berkata : “Aku menyaksikan Yahya bin Said Al-Anshari dari Ayyub, keduanya bercerita tentang Ikrimah, kemudian Yahya berkata : “Dia pendusta”

11.     Dari Abdullah bin Harits, ia berkata : “Aku datang kepada Ali bin Abdullah bin Abbas, maka ketika itu ada Ikrimah dalam keadaan terikat, maka aku berkata : “Tidakkah anda takut kepada Allah ?” Ia menjawab : “Manusia ini jahat, dia telah mendustai ayah saya!”. Lihat : Mizan al-Itidal oleh adz-Dzahabi dan al-Mu’jam oleh Yaqut ar-Rumi, juga dari Ali bin Abdullah bin Abbas.

Ia menukil juga dari Yaqut : bahwa pada akhir riwayat hidupnya (Ikrimah) dari Mu’jamnya Yazid bin Zinad, ia berkata : “Saya datang kepada Ali Ibn Abdullah bin Mas’ud, sedang Ikrimah dalam keadaan terikat di pintu WC, kemudian saya bertanya : “Mengapa hal ini terjadi ? Ia menjawab : “Sesungguhnya ia telah mendustai ayahku”.

12.     Dari Said bin Ibn al-Musayyib : “Sesungguhnya Ikrimah adalah seorang pendusta”. Dan darinya juga sesungguhnya ia berkata kepada maulanya Barad : “Janganlah kamu berdusta kepadaku seperti Ikrimah mendustai Ibn Abbas, begitu pula Ibn Umar telah berkata kepada maulanya.

13.     Dari Mutharrif bin Abdullah, ia berkata : “Saya mendengar Malik membencinya, kecuali dalam satu masalah”.

14.     Dari ar-Rayasyi dari al-Ashmui, dari Nafi’ al-Madani sebagaimana dalam Mu’jam Yaqut : “Sesungguhnya manusia meninggalkan jenazah Ikrimah ketika ia meninggal dan mereka mendatangi jenazah selain dia”.

Allah Maha Tahu !

(Syekh Ja’far Subhani, Syawahid at-Tanzil Jil. 5, hlm. 134)

Komentar»

1. ressay - Minggu, 7 Februari, 2010

Tambahan referensi.

2. abu thurab - Minggu, 14 Februari, 2010

oleh karena itu pulalah imam-imam ahlulbayt as maksum, karena sudah disucikan oleh Allah.

3. Poppy Sidharta - Jumat, 11 Juni, 2010

Secara logika awam,Al Qur’an secara tegas telah menjelaskan bahwa para Isteri Nabi bukan ahlul Bayt Nabi.

Qs 33:30 menjabarkan ancaman Allah kepada Para Isteri Nabi jika melakukan kekejian. Artinya ada kemungkinan bahwa diantara mereka bertendensi melakukann kekejian yang nyata, karena Allah tak perlu mengancam para Isteri Nabi jika diantara mereka tidak ada satupun yang berniat membangkang….

Qs 33:33 mutlak mendeklarasikan kesucian “tanpa dosa” ahl Bayt Nabi Saw, yang artinya menjelaskan ketidak adaan tendensi apalagi niat sehingga impossible mereka untuk melakukan kekejian….

4. chany - Selasa, 3 Agustus, 2010

Tidak ada perbuatan/ciptaan Allah yang sia-sia termasuk Firman2Nya
Kalau kita lebih dalam lagi memikirkan Hakekat dari ayat 33 Al-Azhab, maka dapat kita simak ada tujuan Allah yang sangat Mulia. Banyak ayat2 yang telah Allah ISYARATkan untuk mengarah ketujuan yang sebenarnya. Saya akan mengemukakan pendapat saya:
Pertama. Dalam menjalankan kepimpinan dalam Islam tidak mungkin Wanita. Apalagi memimpin Umat (Amirul Mukminin). Bagimana mungkin istri2 Nabi akan menjadi pemimpin sampai hari KIAMAT
Kedua : Allah tidak mungkin membiarkan Islam tanpa ada pimpinan
Akal kita aja tidak bisa menerima bahwa suatu organisasi tanpa pimpinan. Apalagi Organisasi Allah.
Rasulullah SAW akan wafat siapakah yang akan melanjutkan?
Mereka yang akan melanjutkan kepimpinan ini adalah mereka yang telah Allah persiapkan. Dan siapa2 mereka, telah Allah wahyukan kepada Rasul. Kepimpinan Organsasi Allah harus dipilih oleh Allah dan bukan MANUSIA. Orang2 yang yang akan melanjutkan MISI Rasulullah yang tekah Allah AMANATKAN pada manusia harus yang MAKSUM karena mereka2 yang menjadi panutan dan pemberi petunjuk pasca Raulullah. Bagaimana mungkin orang yang tidak maksum dan tidak mengerti hukum2 Allah menjadi panutan atau memberikan petunjuk. Dengan turunnya QS 33:33. Maka Allah mengabarkan pada kita bahwa Ahlulbaiti Nabi serta Itrahtinya sebagai pengganti Rasul. Oleh karena itu Rasul bersabda ULAMA2KU SAMA DENGAN ANBIAYA BANI ISRAEL. Malahan lebih. Karena mereka berkedudukan IMAM. Nabi Ibrahim untuk mendapat predikat Imam terlebih dahulu diuji. Salam damai Wasalam

5. arifin - Selasa, 21 September, 2010

alhamdulillah, smg semuanya menjadi baik. Pendapat pribadi saya yg awam dan sangat tidak berilmu, hanya berdasarkan pemikiran2 yg sangat dhaif saja, namun mhn izin saya ingin mengungkapkannya…bhw dalam pemikiran saya dan keyakinan saya bhw Rasulullah itu adalah memiliki sifat2 shiddiq, amanah, tabligh dan fathanah.. tentu beliau telah mempersiapkan para pemimpin setelah beliau wafat, baik untuk keagamaan maupun ketatanegaraan, dan tentu pilihan2 itu telah dimaklumkan baik secara terbuka maupun tertutup hanya kpd kelompok dan orang2 yg terbatas. Krn itu pilihan Rasulullah tentunya dgn segala pertimbangan, baik ilmu dan kemampuan serta akhlak dan tingkat kepercayannya.dan keunggulannya..bahwa beliau2 itu tentu yang paling pantas. Maka seyogianya petunjuk pilihan itu sudah terzhahirkan melalui berbagai cara dan upacara atau ayat2 dan kalimah2 beliau yg terang.
Namun begitu sejarah telah berjalan dgn kenyataan lain dimana para ahlul bait itu telah tersingkirkan bahkan dilakukan dgn sengaja dibunuh dan dimusnahkan… oleh para sahabat atau muslimin diawal zaman kekhalifahan… Hal tersebut mengandung berbagai penafsiran dan alibi serta dalih yg mengemuka.. hingga kini… dgn ketidak jelasan dan penuh jejak2 kepentingan… yg sepertinya masih teus mewarnainya…Seyogianya kita segera … menjelaskan akar permasalahan ini.. dgn bukti2 sejarah dan .. berbagai.. fakta…agar umat tidak terpecah belah dan terombang-ambing. Sayang sekali masalah ini tidak terungkap secara jelas dan dgn referensi yg jelas..
Mengapa para ahlul bait dan keturunannya harus diperlakukan demikian dan tidak dilibatkan dalam ketatanegan secara layak?? Mengapa….??? Terima kasih.. Mohon maaf… saya sangat sedih dan perih.. bila mengingat ini..

6. alam hazmi alkarami - Kamis, 2 Desember, 2010

allah berfirman didalam alquran yang maknanya sebagai berikut:andaikan kalian wahai wanita diceraikan oleh suami kalian maka TERPUTUSLAH semua hubungan kalian dengannya(suaminya).apabila ahlulbayt adalah isteri nabi maka amatlah rentan hubungan mereka dengan rasul sedangkan bila dibandingkan oleh fatimah yang meruupakan anak nabi maka akan jelas terlihat bahwasanya”tidak ada mantan anak”sehingga nasabnya akan selalu KOKOh dan kuat sampai seterusnya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: