jump to navigation

All About Love Jumat, 28 Januari, 2011

Posted by Quito Riantori in All About Love, Kearifan Universal.
1 comment so far


“Cinta adalah ketika kebahagiaan orang lain menjadi lebih penting ketimbang kebahagiaan diri Anda sendiri.” ~ H. Jackson Brown, Jr.

“Kita membuang-buang waktu mencari kekasih yang sempurna ketimbang menciptakan cinta yang sempurna.” ~ Tom Robbins

“Tugasmu bukan mencari cinta, tetapi hanya mencari dan menemukan semua rintangan di dalam dirimu sendiri yang telah engkau bangun yang menutupimu dari cahaya cinta.” ~ Jalal ad-Din Rumi (lebih…)

Iklan

masihkah? Kamis, 27 Januari, 2011

Posted by Quito Riantori in Puisi & Syair.
add a comment


bunga-bunga di taman
di halaman rumahmu
sudahkah berkembang lagi?

berikan aku setangkai
seperti yang dulu kau miliki
yang kau berikan berwarna putih
seputih hatimu

masihkah kau rawat
bunga-bunga di hatimu
kau sirami dengan nyanyian nurani
sebuah kejujuran
adalah pupuk jiwa yang nyaris mati

wahai, kekasih…
aku menunggumu
dengan setangkai bunga putihmu
bunga dari taman hatimu…

Just fOr Y. D.

Dear God Kamis, 27 Januari, 2011

Posted by Quito Riantori in Puisi & Syair.
add a comment


Dear God,
Let all Lovers be content
Give them happy endings
Let their lives be celebration
Let their hearts dance in the fire of your Love.
~ Mawlawi Rumi

Luka di atas Luka Kamis, 27 Januari, 2011

Posted by Quito Riantori in Puisi & Syair.
1 comment so far


luka yg tlah lama kering
terkoyak kembali
luka di atas luka
kucoba tahan erang sakit
walau serasa diiris sembilu
kusandarkan semua dlm rintih doa
derita terus menggurat di wajah
tapi kutetap bersyukur
hatiku masih punya rasa
tinggal satu saja yg kuyakini
Tuhan tak pernah meninggalkan
hambaNya…

Quito Riantori, 23 Januari 2011

Sayyidah Fathimah & Husain Kecil (1) Rabu, 26 Januari, 2011

Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt.
13 comments


Wajah teduhnya bercahaya,
Bekas air wudu seakan tak kering dari kulitnya
Matanya menunduk penuh kerendahan-hati
seorang hamba Tuhan yang sempurna
Bibirnya bergerak terus melantunkan zikir
Dia tetap bekerja layaknya perempuan biasa
Tak pedulikan nasab mulianya
Bilal menitikkan airmata memandang putri Nabi
satu-satunya itu,
(lebih…)

Meracik Ramuan Kebahagiaan Selasa, 18 Januari, 2011

Posted by Quito Riantori in Artikel.
3 comments


Quito R. Motinggo

“Menjadi bahagia bukan berarti bahwa segala sesuatu yang kita cintai dan miliki mesti sempurna, tetapi adalah kemampuan kita melihat dan memahami secara bijak semua yang berada di balik ketidaksempurnaan yang kita cintai dan kita miliki itu.”
(lebih…)

Dua Orang Penyebab Kehancuran Umat Jumat, 14 Januari, 2011

Posted by Quito Riantori in Artikel.
8 comments


Imam Ali as berkata :
“Patahlah punggungku disebabkan oleh dua orang lelaki di dunia ini.
Yang seorang adalah lelaki yang alim (pandai) di lisan tetapi fasiq (di hatinya).
Yang seorang lagi adalah lelaki yang jahil hatinya (akalnya) walaupun banyak beribadah.
Yang pertama menutupi kefasikannya dengan lisannya.
Yang kedua menutupi kebodohannya dengan ibadahnya.
Karena itu waspadalah kalian atas orang yang fasik dari kalangan para alim dan orang jahil dari kalangan orang-orang yang gemar beribadah. Mereka itu adalah salah satu FITNAH dari setiap fitnah, karena aku (Imam Ali as) mendengar Rasulullah saww bersabda : “Wahai Ali, Salah satu sebab KEHANCURAN atas umatku adalah disebabkan oleh tangan orang munafik yang hanya pandai bicara.” (Kitab al-Khishal 1 : 69)

Menaklukkan Ego: Mungkinkah? Kamis, 13 Januari, 2011

Posted by Quito Riantori in Artikel.
2 comments

Quito R. Motinggo

DI DALAM kitab Mizan al-Hikmah diriwayatkan sebuah hadits bahwa seseorang bernama Majasyi’ datang kepada Rasulullah saww dan bertanya : “Wahai Rasulullah, bagaimana jalan menuju pengenalan kepada Allah (al-Haq)?”
Rasul saww menjawab, “Pengenalan diri (nafs).”
Orang itu bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, bagaimana cara menyesuaikan diri dengan Allah?”
Rasulullah saww menjawab, “Menyelisihi ego (nafs).”
Orang itu bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, bagaimana jalan menuju keridhaan Allah?” Jawab Nabi Saw, “Membenci ego (nafs)”
Dia bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, bagaimana cara untuk sampai kepada Allah?”
Jawab Nabi Saw, “Hijrah dari ego (nafs)”
Orang itu masih bertanya lagi, “Wahai Rasulullah bagaimana jalan untuk taat kepada Allah”
Jawab Nabi Saw, “Menentang ego (nafs)” (lebih…)