jump to navigation

KEARIFAN UNIVERSAL Rabu, 21 Maret, 2012

Posted by Quito Riantori in Bilik Renungan, Kearifan Universal, Mutiara Kearifan.
trackback

“Jika seseorang memujimu: ‘betapa baik (shalih)-nya kamu!’ dan hal ini membuat kamu merasa lebih senang ketimbang ketika seseorang mengatakan: ‘Betapa buruknya kamu!’, maka berarti keadaan batinmu masih buruk.” ~ Llewellyn Vaughan-Lee, Travelling the Path of Love, p. 109

Kesenangan dlm bekerja membuat pekerjaan itu sempurna. ~ Aristoteles

Imam Ja’far Al-Shadiq as berkata, “Apabila perkara2 dari Penguasa atau selain itu menyedihkanmu, maka hendaklah engkau memperbanyak membaca “Laa hawla wa laa quwwata illa billahi”, karena sesungguhnya bacaan ini adalah kunci pembuka kemudahan dan salah satu khazanah dari khazanah-khazanah surga.” (Bihar al-Anwar 78 : 201, Mizan al-Hikmah 2 : 397)

“Berkat kasih abadi-Nyalah,maka para ibu mjd kukuh spt ‘Arsy Allah itu sendiri,memiliki kekuatan utk menanggung kesakitan dan kesusahan menjadi ibu, sejak awal kehamilan, selama kehamilan itu sendiri, persalinan, tahun-tahun anaknya masih bayi, dan sepanjang hidupnya. Itulah hal-hal yang seorang ayah tak bisa menanggungnya meskipun hanya semalam” ~ Imam Khomeini qs

Imam Khomeini (qs) sangat menghargai perempuan. Ketika cucunya datang mengunjungi beliau, beliau menyuruh cucu2nya pertama kali untuk menemui neneknya dan mencium tangannya.

“Aku lebih suka memiliki mata yang tak dapat melihat, telinga yang tak dapat mendengar, bibir yang tak dapat berbicara, ketimbang hati yang tak dapat mencintai.”

“Kau (bisa) tahu apa itu cinta,(yaitu) ketika semua yang engkau inginkan adalah kebahagiaan seseorang (yang engkau cintai), bahkan jika engkau bukan bagian dari kebahagiaan mereka.” ~ Julia Roberts

“Manusia tidak pernah aman dari kejahatan setan dan egonya sampai akhir hayatnya. Dia tidak boleh membayangkan bahwa setelah ia berbuat ikhlas semata-mata demi Allah tanpa adanya keinginan untuk menyenangkan makhluk, kemurniann perbuatannya akan selalu aman dari kejahatan godaan setan, lintasan-lintasan ego dan hawa nafsu.” ~ Jalan Penghambaan

“Sebelum kita dpt melihat CAHAYA ILMU, kita harus melewati kulit diri kita yaitu KEBODOHAN, kita harus keluar dari koridor gelap jiwa EGO (ke-aku-an) kita & khayalan-khayalan. Kita bukanlah milik dunia; kita berada di dlmnya namun kita bkn berasal darinya. Kita merasakan EGO (ke-aku-an kita), namun EGO bukanlah WUJUD HAKIKI kita. Jika cahaya jiwa yang tinggi mulai dirasakan, berarti kenikmatan KESADARAN DIRI telah dimulai.”

Hadiah terbesar yg dpt kita berikan kpd org lain (terutama org2 terdekat kita) adalah perhatian yg tulus.

___________&&&__________

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: