jump to navigation

KENING ATAU JIDAT HITAM SALAH SATU CIRI KEBODOHAN KAUM KHAWARIJ DALAM MEMAHAMI AGAMA Selasa, 18 September, 2012

Posted by Quito Riantori in About Wahabism-Salafism.
trackback

Ibnu ‘Abbas ra berkata: “Orang-orang Khawarij memisahkan diri dari Ali (yaitu Ali bin Abi Thalib) kw (karamallah wajhah – semoga Allah memuliakannya), berkumpul di satu daerah untuk keluar dari ketaatan (memberontak) kepada khalifah Ali.

Mereka ketika itu berjumlah 6000 orang.Sejak Khawarij membuat kelompok sendiri, tidaklah ada seorang yang mengunjungi Ali kw melainkan dia berkata – mengingatkan beliau–: “Wahai Amirul Mukminin, mereka kaum Khawarij telah berkumpul untuk memerangimu.”

Beliau menjawab: “Biarkan mereka, aku tidak akan memerangi mereka hingga mereka memerangiku, dan sungguh mereka akan melakukannya.

“Hingga di suatu hari yang terik, saat masuk waktu dhuhur aku menjumpai Ali kw. Aku berkata: “Wahai Amirul Mukminin, tunggulah cuaca dingin untuk shalat dhuhur, sepertinya aku akan mendatangi mereka (Khawarij) berdialog.”

Ali bin Abi Thalib kw berkata: “Wahai Ibnu Abbas, sungguh aku mengkhawatirkanmu!”

Ibnu Abbas ra: “Wahai Amirul Mukminin, janganlah kau khawatirkan diriku. Aku bukanlah orang yang berakhlak buruk dan aku tidak pernah menyakiti seorang pun.”

“Jubah terbaik dari Yaman segera kupakai, kurapikan rambutku, dan kulangkahkan kaki ini hingga masuk di barisan mereka di tengah siang.”

Ibnu Abbas ra berkata: “Sungguh aku dapati diriku masuk di tengah kaum yang belum pernah sama sekali kujumpai satu kaum yang sangat bersemangat dalam ibadah seperti mereka. Dahi-dahi penuh LUKA (HITAM) BEKAS SUJUD, tangan-tangan menebal bak lutut-lutut unta. Wajah-wajah mereka pucat pasi karena tidak tidur, menghabiskan malam untuk beribadah.”

Kuucapkan salam pada mereka. Serempak mereka menyambutku: “Marhaban, wahai Ibnu ‘Abbas. Apa gerangan yang membawamu kemari?”

Aku (Ibnu Abbas ra) berkata: “Sungguh aku datang pada kalian dari sisi sahabat Muhajirin dan sahabat Anshar, juga dari sisi menantu Rasulullah Saw,[*] yang kepada merekalah Al-Qur’an diturunkan dan merekalah orang-orang yang paling mengerti makna Al-Qur’an daripada kalian.”

[**] Dikutip dari kitab Talbis Iblis, karya Ibnul Qayyim al-Jauzi (Kitab Ahlus Sunnah)Catatan Kaki :[*] Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib kw[**] Yang dimaksud kata “mereka” dalam ayat yg disampaikan Ibnu Abbas ra adalah Ahlul-Bayt as.Tolong diperhatikan sifat2 kaum Khawarij yg justru banyak ditiru oleh orang2 Wahabi-Salafi, berjidat hitam,karenba saking sering sujud, celana cingkrang, dsb yg menunjukkan pemahaman LITERAL mereka terhadap al-Quran maupun Hadis.
[***] Lebih lengkap bisa baca artikel di bawah ini :
(1) http://sirojuth-tholibin.net/2012/06/jidat-hitam-benarkah-sunnah/
(2) https://qitori.wordpress.com/2007/10/22/beberapa-tafsir-min-atsari-al-sujud/

Komentar»

1. IBNU ASKANI - Rabu, 17 Oktober, 2012

mas quito asslmualaykm wrwb.. slm dmai n
saya selalu memantau blog akhi n sy hnya bs brdoa smg alloh sllu mmbri hdyah dlm dakwah akhi agar dbri fkiran tenang hati jernih syupaya dpt selalu mematahkan hujjah2 nya orang2 wahabi amiin…

2. paimo - Sabtu, 20 Oktober, 2012

yaelah…..dihapos

3. mbah jenggot - Minggu, 25 November, 2012

salafy wahabi si neo khawarij yang sok alim,sok paling benar tapi pengecut beraninya sembunyi2,penghianat dasar MUNAFIK,”Allah berfirman”hambaku selalu mendekatkan diri dengan fardhuku,tetapi masih mendekatkan diri dengan hal-hal yg sunah bahkan Aku sangat mencintainya,bagi yg menentang sunah2Ku akan Aku beri perang(hadits qudsi),aswaja rapatkan barisan…

4. haidar - Jumat, 4 Januari, 2013

awas wahaboy disekitar kita

5. husin alatas - Selasa, 19 Maret, 2013

Jidat hitam itu boleh jadi karena banyak sujud, tapi juga menunjukkan orgnya jorok tidak pernah menggosok jidatnya yg kotor waktu mandi, buktinya banyak org yg ahli sujud tidak hitam jidatnya…

6. bagus - Minggu, 7 Juli, 2013

Menurut pemahaman saya bekas sujud itu mestinya ada pada sikap & perbuatan/tindakan, itu yg dimaksud Quran & Hadits, kalau jidat yg berbekas yg dimaksud kyknya gak ada orang Islam yg fahamnya seperti itu mas.

7. musafir - Senin, 5 Agustus, 2013

manusia yg mudah mengkafirkan, membidahkan menyalahkan..itu perbuatan riya!..org yg mendekatkan diri pada Allah lama sekali ibadahnya…tidak secepat kilat tidak semudah kapas…ia lebih tenang bersama ibadah, bukan riya…pemahaman seperti ini membuat kita semua ibadah terburu buru makin cepat makin baik…ketahuilah Ibadah adalah persoalan hati & jiwa serta ragawi tidak yg menuntut anda sholat atau tidak…namun ALLAH SWT tidak membidahkan org yg sholat! dan sholat mencegah KEJI HATI..klo mengaku sholat tapi masih senang membidahkan, senang mengkafirkan berarti sholantnya ngga bener!

8. abd rofiq - Selasa, 3 Desember, 2013

hmm.. islam itu fleksible .. maka tinggalkan hal2 yg frimitif


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: