jump to navigation

Nenek Saya, Khadijah, Yang Baik Hati Kamis, 10 Oktober, 2013

Posted by Quito Riantori in All About Love.
trackback

nenek saya

“Jangan ungkit2 keburukkan org yg sudah mati.” begitu ungkapan org bijak dahulu. Saya setuju, sejauh keburukkannya tidak terkait dg kejahatan sosial atau merugikan banyak org. Jadi,lebih baik ingat kebaikan2 org (yg sudah meninggal dunia). Nah, terkait dg ini, saya ingat nenek saya dari pihak ibu saya. Namanya, Khadijah. Nenek saya ini pintar masak dan sangat dermawan. Salah satu kedermawanannya yg saya ingat dan saya saksikan sendiri adalah mengajak tukang minyak tanah langganannya untuk makan siang. Biasanya setelah berkeliling dikomplek DLLAJR di Salemba Tengah, Jakarta Pusat, tukang minyak langganan nenek saya masuk ke pekarangan rumah dinas tempat tinggal kakek & nenek saya. Setelah berteriak2 memanggil nenek saya, akhirnya nenek saya keluar dan menghampiri si tukang minyak. Nenek saya bilang.”Masih banyak, pak…”
Si tukang minyak agak kecewa, tapi nenek saya segera menghiburnya agar si tukang minyak mau mampir ke rumahnya dan makan siang di dapur belakang. Seperti sudah terbiasa, pak tukang minyak pun langsung ke belakang lewat samping rumah dan menunggu nenek saya mempersiapkan makanan untuknya.
Saya lihat betapa lahapnya si tukang minyak “membantai” makanan yg memang enak. Nenek saya memang jago masak dan masakannya selalu enak & lezat bukan main.

Kebaikan nenek saya lainnya, yg paling saya ingat adalah mengajak anak gelandangan yg terlantar di stasiun kereta api “Pos Kramat”. Dulu, stasiun Pos Kramat masih ada, dan di sana ada anak kecil gelandangan yg sangat kumal.
Suatu hari nenek saya membawa anak gelandangan ini pulang ke rumah nenek saya. Sesampai di rumah, nenek langsung membawanya ke kamar mandi dan beliau sendiri yg memandikan anak kecil kumal itu. Setelah mandi, nenek memakaikan pakaian baru untuknya dan seperti kebiasaannya, beliau menyuruh si anak makan sampai dia kenyang. Setelah itu, nenek memberikan uang saku untuknya. Terlihat dg jelas wajah si anak gelandangan, betapa senangnya dia, lalu nenek bilang kpdnya, “Kalau kau lapar, datanglah ke sini, atau kau perlu uang mintalah ke nenek”
Si anak gelandangan mengangguk2 senang.
Alfatihah & shalawat buat kakek saya, Bachtiar Mahmud & nenek saya, Khadijah…

Komentar»

1. Istanamurah - Kamis, 8 Mei, 2014

bener-bener dapat menjadi suri teladan bagi kita semua!!

2. garamaniz - Sabtu, 4 Oktober, 2014

Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa Ali Muhammad…

Sungguh Mulia dan Terharu melihat kebaikan seperti Nenenda Khadijah di zaman yg fana sekarang ini…

Semoga keturunannya dan kita semua mengikuti jejaknya…amin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: