jump to navigation

ASHABUL UKHDUD & TRADISI MEMBAKAR HIDUP2 MANUSIA Senin, 4 November, 2013

Posted by Quito Riantori in About Wahabism-Salafism, Bilik Renungan.
trackback

Nero Membakar Org2 Kristen

Al-Quran yang suci mengatakan :
“Demi langit yang mempunyai gugusan bintang,
dan hari yang dijanjikan, dan yang menyaksikan dan yang disaksikan.
Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit.
Yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar….” [Quran Surah Al-Buruj : 1-10]

MEMBAKAR HIDUP2 MANUSIA ADALAH TRADISI ORANG2 KAFIR

Pada setiap zaman ada orang-orang yang beriman kepada Allah dan kebenaran, melakukan perbuatan baik dan menentang tirani/penguasa zalim dan despotisme/kezaliman, sehingga para tiran menganiaya dg menyiksa hamba2 Allah yang saleh. Di dalam sejarah para nabi ada kisah Ibrahim, yaitu Raja Nimrud yg mencoba untuk membakar musuh2 politiknya sampai mati (lihat Anbiya : ayat 51-70).

PERISTIWA ASHAB AL-UKHDUD

Kasus lainnya adalah yang disampaikan Al-Quran di atas yang terkenal dengan kisah Ashabul Ukhdud atau orang-orang yg dibakar hidup2 oleh seorang raja bernama Zu Nawas. Peristiwa ini benar2 pernah terjadi di dalam sejarah dan diabadikan Al-Quran dalam Surah al-Buruj. Diriwayatkan bahwa Imam Ali as berkata :

“Allah mengutus seorang nabi kepada rakyat Abyssinia. Raja Zu Nawas adalah penguasa yang ingkar dan meminta orang-orang untuk menyembah dirinya sebagai tuhan mereka . Nabi yang hidup pada masa itu mencegah orang2 beriman dari menyembah sang raja. Raja marah dan membunuh banyak para sahabat nabi dan menangkap orang2 beriman yang tersisa. Sebuah lubang besar (parit) yang berisi tumpukan kayu yang dibakar disiapkan dan dimaklumatkan bahwa barangsiapa yang beriman kepada Allah dan NabiNya harus melompat ke dalam lubang itu. Seorang wanita beriman datang dengan bayi dalam pelukannya tapi berhenti (karena takut dan kasihan atas bayinya). Saat itu secara ajaib sang anak yg masih bayi menangis dan atas kehendak Allah berbicara kepada ibunya : “Ibu, lompatlah ke dalam api bersamaku. Ini adalah ujian untuk membuktikan keimanan kita kepada Allah.” Maka sang ibu pun melompat ke dalam api yang berkobar2. Begitu pun nabi bersama pengikut setianya yang tersisa juga melompat ke dalam parit api. Dengan izin Allah mereka semua diselamatkan dari api.”
[Tafsir Agha Mahdi Pooya]

Menurut beberapa sumber, setelah merebut tahta Himyarites, pada 518 atau 523 Masehi, Thu Nuwas (Zu Nawas) menyerang Aksumite (terutama Kaum Kristen) di Zafar, menangkap mereka dan membakar gereja mereka. Thu Nuwas/Zu Nawas kemudian dipindahkan ke Najran, suatu tempat yang mayoritas penduduknya beragama Kristen Ortodok dan Aksumite. Setelah menerima penyerahan kota, ia membantai penduduk yang tidak mau meninggalkan agama Kristen dalam insiden ini disebut “ukhdud”. Perkiraan jumlah korban tewas dari peristiwa bersejarah ini berkisar hingga 20.000 org.
[Yasin T. Al-Jibouri, The Jews and Ashab al-Ukhdud]

KAISAR NERO DAN KEBAKARAN BESAR KOTA ROMA

Fakta sejarah lainnya adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota Roma pada 18-19 Juli 64 Masehi. Kaisar Nero yg terkenal kejam berniat ingin membangun kembali kota Roma lalu dengan sengaja membakar kota Roma. Ketika kota terbakar dengan hebatnya, Nero malah hanya menonton sambil bermain biola dari istananya penduduk kota yang berlarian ke luar rumah mereka yang terbakar selama 2 hari 2 malam.
Menurut sejarawan, Tacitus, yang juga menjadi saksi mata atas kejadian mengerikan itu, mengatakan, “Penduduk mencari kambing hitam dan rumor yg ditujukan kepada Nero sebagai penanggung jawab. Untuk meredakan tuduhan, Kaisar Nero justru menyalahkan umat Kristen. Ia bahkan memerintahkan orang-orang Kristen untuk dilempar ke anjing, sementara yang lain yang disalibkan dan DIBAKAR.”

Jadi membakar hidup2 manusia adalah tradisi orang-orang kafir, para penguasa penyembah berhala. Jangankan membakar manusia, membakar semut saja diharamkan Allah Swt!

LARANGAN MEMBAKAR HIDUP2 SEMUT

Di dalam beberapa hadis shahih Sunni disebutkan bahwa Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah bersabda, “Seekor semut menggigit seorang nabi diantara para nabi-nabi, kemudian nabi tersebut memerintahkan supaya membakar sarang semut itu. Kemudian terbakar habislah sarang semut tsb. Lalu Allah mewahyukan kepadanya, “’Apakah hanya karena seekor semut yang menggigitmu lalu engkau memusnahkan suatu umat yang senantiasa membaca tasbih’?”
[HR. Al-Bukhari, 3219; Muslim, 2241; Abu Dawud, 5265;Ahmad, 2/313; an-Nasa’i, 7/211; Ibnu Hibban, 7/463; al-Baghawi, 12/197]

Semua penjelasan ini cukup utk menolak hadis2 yg meriwayatkan ada sahabat Nabi yg membakar hidup2 org yg kafir! Bisa dipastikan semua itu adalah hadis2 palsu!

Dan celakalah org2 yg kemarin mengancam org2 Syiah dengan ancaman membakar mereka hidup2!

Komentar»

1. Istanamurah - Kamis, 30 Januari, 2014

kalo ane memang tidak setuju jika semut dibakar karena walau bagaimanapun kan itu juga ciptaanNYA,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: