jump to navigation

CULT bagian ke 6 Rabu, 6 Agustus, 2014

Posted by Quito Riantori in About Wahabism-Salafism.
add a comment

KENALI KARAKTERISTIKNYA! Itu yg penting! Jika kita melihat Al-Qaeda atau ISIS sebagai gerakan internasionalis atau gerakan “Islam” yg ingin menguasai dunia, berikut sepak terjangnya yg mengerikan, maka yg paling penting adalah mengenal karakteristik dari gerakan tsb.

Banyak org yg memusuhi suatu gerakan, tapi yg mrk kenal cuma namanya, akibatnya jika gerakan tsb mengganti namanya, mrk tdk tahu dan lengah. Kebodohan spt ini bukan isapan jempol, tapi suatu realitas.

Misal saja kita menyebut ISIS sbg kelompok takfiri, tapi kita sendiri tdk tahu apa itu “takfiri”. Yg kita tahu bisa saja cuma : org yg suka mengkafirkan org lain yg berbeda paham, akidah dan pemikiran darinya.

Iya, definisi tsb benar adanya, tapi itu saya katakan sbg takfiri “aktif” atau terbuka. Pdhal ada juga takfiri yg dlm bentuk “pasif” atau tdk terbuka, atau tdk terang2an. Baik yg aktif maupun yg pasif keduanya sama2 takfiri dan tdk dibenarkan oleh Islam!
(lebih…)

Iklan

Makna Syahadah Rabu, 6 Agustus, 2014

Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt.
1 comment so far

Jika kita menolak keberadaan atau kedatangan ISIS, maka bukan berarti kita takut kpd ISIS, atau takut mati. Setiap kejahatan atau setiap gerakan kriminal yg mengatasnamakan agama (agama apa pun), itu wajib kita tolak, kita usir dari negeri NKRI ini. Penolakan kita thd ISIS bukan berarti kita takut mati, tetapi kita sedang menolak datangnya bahaya kematian. Apakah jika rumah tetangga Anda kebakaran, Anda tdk akan berusaha membantu memadamkan api sehingga api tidak menjalar ke rumah Anda?
Atau Anda justru diam saja di rumah dan bahkan berharap agar api dtg melahap rumah Anda dan Anda diam menyambut kedatangan jilatan api?
Nah, ISIS itu spt api yg dtg ke rumah2 melahap penghuni rumah di negeri ini!

Imam Ali as senantiasa merindukan syahadah (mati syahid). Tetapi bukan berarti dlm setiap pertempuran dia dg sengaja membiarkan dirinya terbunuh. Dia bertempur dlm setiap peperangan utk memperoleh kemenangan, dan dia selalu mendptkan kemenangan. Yg mesti direnungkan bhw Imam Ali as mati syahid bukan dlm pertempuran tapi di mihrabnya, ketika beliau sedang sujud. Salah satu pelajaran penting di sini adalah bhw syahadah bukan diperoleh dg menyongsong bahaya, atau membiarkan dg sengaja maut merenggutnya, bhkan kita diperintahkan utk menghindari kedatangan maut. Tetapi jika maut benar2 datang tanpa kita duga, maka kita sdh siap menerimanya. Ini yg namanya mati syahid, bukan mati konyol!