jump to navigation

PUISI HABIBIE UNTUK AINUN Selasa, 8 Januari, 2013

Posted by Quito Riantori in Puisi & Syair.
3 comments

adegan-habibie-dan-ainun

Ainun,

Hari ini, tepat 50 tahun dan 8 menit yang lalu, kita bertatap muka
Tanpa direncanakan mata kita bertemu, bagaikan kilat menyambar memukau, mempesona “Getaran Cinta”, bagian dari “Getaran Jiwa”
Alunan getaran yang tinggi, berirama denyutan jantung dan tarikan nafas
Tak terkendali mengkalbui diri kita sepanjang masa sampai akhirat

Sekarang 50 tahun 8 menit kemudia, berkunjung ke Taman Makam Pahlawan
Tempat peristirahatan ragamu, Getaran Cinta dan Getaran Jiwa kita, telah menyatu, memukau, mempesona berirama denyutan jantung dan tarikan nafas yg tinggi
Memanjatkan Do’a kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa telah memanunggalkan kita
Karena Cinta kita paling suci, murni, sejati sempurna dan abadi sampai akhirat

Habibie

Bacharuddin Jusuf Habibie
Taman Makam Pahlawan Kalibata
Jakarta, Rabu 7 Maret 2012

Cinta..Cinta..Cinta – More About Love Jumat, 10 Februari, 2012

Posted by Quito Riantori in All About Love, Artikel, Puisi & Syair.
2 comments

Hatiku telah menerima berbagai bentuk..
Aku beragama dengan Agama Cinta.
~ Muhyiddin Ibn ‘Arabi qs

Derita adalah bagian dari proses pemasakan
yang akan membuat manusia terbakar oleh
api Cinta sang Kekasih hingga akhirnya matang
secara ruhani..
Maka jangan pernah bertanya tentang Cinta pada
mereka yang tak pernah merasakan derita.
~ Quito Riantori Motinggo

(lebih…)

masihkah? Kamis, 27 Januari, 2011

Posted by Quito Riantori in Puisi & Syair.
add a comment


bunga-bunga di taman
di halaman rumahmu
sudahkah berkembang lagi?

berikan aku setangkai
seperti yang dulu kau miliki
yang kau berikan berwarna putih
seputih hatimu

masihkah kau rawat
bunga-bunga di hatimu
kau sirami dengan nyanyian nurani
sebuah kejujuran
adalah pupuk jiwa yang nyaris mati

wahai, kekasih…
aku menunggumu
dengan setangkai bunga putihmu
bunga dari taman hatimu…

Just fOr Y. D.

Dear God Kamis, 27 Januari, 2011

Posted by Quito Riantori in Puisi & Syair.
add a comment


Dear God,
Let all Lovers be content
Give them happy endings
Let their lives be celebration
Let their hearts dance in the fire of your Love.
~ Mawlawi Rumi

Luka di atas Luka Kamis, 27 Januari, 2011

Posted by Quito Riantori in Puisi & Syair.
1 comment so far


luka yg tlah lama kering
terkoyak kembali
luka di atas luka
kucoba tahan erang sakit
walau serasa diiris sembilu
kusandarkan semua dlm rintih doa
derita terus menggurat di wajah
tapi kutetap bersyukur
hatiku masih punya rasa
tinggal satu saja yg kuyakini
Tuhan tak pernah meninggalkan
hambaNya…

Quito Riantori, 23 Januari 2011

YA AMPUN Jumat, 2 Juli, 2010

Posted by Quito Riantori in Puisi & Syair.
3 comments


by KIAI KANJENG – CAK NUN

Ya ampun lalimnya manusia
ya ampun bebalnya penguasa
ya ampun tuli telinganya
ya ampun dusta politiknya

Ya Allah Ayyubkan hamba
Ya Allah lebarkan dada

Ya Allah…Ya Allah…
Ya Allah luaskan jiwa…
(lebih…)

Puisi Terakhir WS. Rendra Jumat, 7 Agustus, 2009

Posted by Quito Riantori in Bilik Renungan, Puisi & Syair.
4 comments

rendra5

Aku lemas
Tapi berdaya
Aku tidak sambat rasa sakit
atau gatal
(lebih…)

Renungan Indah WS Rendra Jumat, 7 Agustus, 2009

Posted by Quito Riantori in Bilik Renungan, Puisi & Syair.
3 comments

w.s_rendra8

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,

bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,

bahwa mobilku hanya titipan Nya,

bahwa rumahku hanya titipan Nya,

bahwa hartaku hanya titipan Nya,

bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku? (lebih…)

Keagungan Tuhan Jumat, 8 Mei, 2009

Posted by Quito Riantori in Puisi & Syair.
add a comment

crying2

Insyaflah wahai manusia
Jika dirimu bernoda
Dunia hanya naungan
Tuk makhluk ciptaan Tuhan (lebih…)

Kahlil Gibran : Sang Pujangga dari Lembah Kadhisa Selasa, 28 April, 2009

Posted by Quito Riantori in Puisi & Syair.
4 comments

gibran2

oleh Rini Utami

Kadhisa (ANTARA News) – April 2009, Lebanon masih diliputi musim semi. Sebagian wilayah Lebanon, masih diliputi salju termasuk di jalan menuju perbukitan dan lembah Kadisha, Lebanon Utara, tepatnya di tikungan kota kecil Hadchit. (lebih…)