Posted by Quito Riantori in Breaking News.

Setelah ditangkap, 4 mahasiswa Universitas Al Azhar asal Indonesia lantas diinterogasi oleh polisi Mesir. Mereka ditanya seputar Osama bin Laden dan Ikhwanul Muslimin. Selama interogasi itu mereka kenyang disiksa dengan setruman. (lagi…)
Posted by Quito Riantori in About Wahabism-Salafism, Breaking News, Iran Vs Thaghut.

Kantor berita Farsnews merilis dari situs berita Haaretz Israel, Arab Saudi dan AS sepakat untuk melucuti senjata Hizbullah Lebanon. Demikian rilis situs berita Farsnews hari ini.
(lagi…)
Posted by Quito Riantori in Artikel, Iran Vs Thaghut.

Kematian Neda Agha Soltan atau Neda Soltani dalam kerusuhan di Iran sampai saat ini mengundang pertanyaan. Minggu lalu kematian Neda tiba-tiba menghiasi setiap Headline hampir situs berita sebelum akhirnya tiba-tiba hilang ditelan ketenaran Jacko si raja pop dunia yang meninggal dunia yang juga meningalkan segudang teka teki. (lagi…)
Posted by Quito Riantori in Apa Kabar Indonesia?.

Satu Putaran Picu Disintegrasi
Wacana pilpres satu putaran yang dikampanyekan oleh SBY-Boediono dikhawatirkan akan memicu disintegrasi bangsa.
“Karena ada anggapan hanya orang Jawa yang bisa memenangkan pemilu. Ini berbahaya,” ucap pengamat politik Universitas Islam Negeri, Bachtiar Effendy, saat menjadi narasumber di acara publikasi hasil survei Lingkaran Survei
(lagi…)
Posted by Quito Riantori in Apa Kabar Indonesia?.

SBY Sebaiknya Perbaiki Kejaksaan, Bukan Gembosi KPK!
Komitmen dan dukungan Presiden SBY terhadap eksistensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memberantas korupsi dipertanyakan. SBY justru diminta fokus pada pembenahan lembaga penegak hukum negara yang dianggap belum berhasil memberantas korupsi.
“Hal ini Terkait dengan pernyataan SBY hari ini yang seolah senada dengan statement berbagai pihak
yang ingin hancurkan KPK, yakni dengan mengatakan KPK sebagai lembaga Superbody,” kata peneliti hukum Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Diansyah melalui pesan singkatnya kepada detikcom, Jumat (26/6/2009). (lagi…)
Posted by Quito Riantori in Apa Kabar Indonesia?.

Prabowo Subianto, salah seorang Calon Wakil Presiden yang berpasangan dengan Capres Megawati dalam kampanyenya mengungkapkan yang selama ini ia anggap sebagai borok pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurut Prabowo pemerintah sekarang telah keliru dalam menerapkan system perekonomian dan gagal mengamankan sumber-sumber daya alam yang ada. (lagi…)
Posted by Quito Riantori in Apa Kabar Indonesia?.

Boediono Salahkan Pemerintahan SBY
Laporan: Yayan Sopyani al-Hadi
Jakarta, RMOL. Boediono dianggap telah menyalahkan dan mengkritik pemerintahan SBY yang tidak efisien dan transfaran dalam mengelola aset negara.
Pasalnya, didepan Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (Jumat, 19/6), Boediono menegaskan bahwa birokrasi sekarang tidak mampu mengelola aset negara secara efisien dan transparan. Maka, tambah mantan Gubernur Bank Indonesia itu, dirinya akan meneruskan kebijakan privatisasi aset-aset negara ke pihak asing. (lagi…)
Posted by Quito Riantori in Apa Kabar Indonesia?, Artikel.

Pilpres, Rakyat Makin Melek Ekonomi
INILAH.COM, Jakarta – Pergulatan idealisme ekonomi yang mencuat seiring kampanye pilpres membuka wacana baru bagi publik. Dari mulai persoalan utang hingga neoliberal. Publik pun makin melek sehingga jernih memilih kandidat mana yang lebih berpihak kepada rakyat. (lagi…)
Posted by Quito Riantori in Apa Kabar Indonesia?, Humor.

Ketika wacana pengharaman Facebook muncul dari ulama Jawa Timur, sontak membuat para Facebooker di tanah air terkejut. Namun mungkin saja wacana ini bisa menjadi benar jika kita melihat dampak yang ditimbulkannya? Mau tau dampak buruk yang ditimbulkan Facebook? (lagi…)
Posted by Quito Riantori in Apa Kabar Indonesia?.

Drs H. Muhammad Jusuf Kalla
Mahmod Ahmadinejad adalah seorang pemimpin yang tidak hanya dicintai oleh rakyat Iran, namun oleh seluruh dunia. Beliau adalah jawaban dari kebuntuan negara Timur Tengah dalam menghadapi kecongkakan Israel. Saya ingat betul, bagaimana ketika Ahmadinejad berkjunjung ke Indonesia pada tahun 2006 silam, ribuan rakyat Indonesia mengeluk elukan dia. Seolah olah dia adalah Presiden Indonesia itu sendiri. Ini bukan cemburu terhadap Mahmod Ahmadinejad, tapi saya banyak belajar dari dia, tentang kesederhanaan dan keikhlasan dalam memimpin. (lagi…)